Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
89. Adegan terlarang


__ADS_3

Setelah disiksa habis-habisan oleh Andra, akhirnya semua pria bisa beristirahat di dalam satu ruangan yang sudah disiapkan oleh pengawal suruhan Sarah.


"Wah,, akhirnya,, aku sudah lelah sekali."


"Astaga, jadi Nyonya menyelamatkan kita. Untunglah Nyonya tidak sekejam Tuan." Semua orang merasa lega dan mulai menikmati makanan yang ada di atas meja.


Mereka masih sementara makan ketika Sarah tiba-tiba memasuki ruangan, perempuan itu berjalan didepan semua orang dan tiba-tiba membungkuk.


Melihat itu, semuanya menjadi kaget dan mereka berdiri dan membungkuk lebih rendah daripada Sarah.


"Mewakili suamiku, aku mau minta maaf pada kalian semua." Ucap Sarah.


"Nyonya tidak perlu minta maaf." Ucap Siro yang berada paling dekat dengan Sarah.


"Makanlah." Ucap Sarah kembali berdiri dengan normal lalu perempuan itu segera meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apapun lagi.


Siro melihat kepergian Sarah 'Jangan-jangan Nyonya akan memarahi Tuan!' gumamnya menjadi tidak tenang.


Ia hendak menyusul Sarah ketika salah satu rekannya menariknya.


"Makanlah dulu, kau yang paling menderita atas hukuman ini." Ucap rekannya.


"Kalian makanlah, aku akan mengurus sesuatu." Ucap Siro langsung meninggalkan tempat itu dan semua rekannya menatapnya sembari menghela nafas.


"Tidak buruk berada di posisi Siro, bisa berdekatan dengan semua anggota keluarga Anderson. Tapi sayangnya siksaan lahir dan batin akan membuat kita tua sebelum waktunya." Guman wakil asisten Siro ketika pria itu kembali melahap makanannya.


Sementara Siro, pria itu mengejar Sarah dan mendapati bahwa Sarah pergi ke ruang makan.

__ADS_1


"Kak Siro? Ada apa?" Tanya Ana saat melihat Siro masuk ke dalam ruang makan.


Biasanya setiap kali pria itu datang dengan terburu-buru maka ada sesuatu yang mendesak yang harus dibicarakan.


"Selamat pagi Nona." Ucap Siro pada Ana dijawab senyum Ana.


"Ada apa? Bukankah aku menyuruh kalian untuk makan?" Tanya Sarah pada Shiro.


"Maaf Nyonya, tapi-"


"Aku tidak akan memarahi suamiku karena sudah menghukum kalian. Pergilah." Ucap Sarah.


"Terima kasih Nyonya." Ucap Siro hendak berbalik pergi ketika tubuhnya mematung mendapati seseorang yang berdiri menatapnya.


Siro menempel kuat tangannya dan menggertakan giginya berusaha menahan tawanya mendapati Andra muncul di hadapannya.


Atasannya kaos pink dengan hambar kelinci imut. Tak lupa pula di kepalanya terselip bandana berwarna pink dengan telinga kelinci.


Dan sepatunya, woh,, Tuannya benar-benar niat membuat lelucon di pagi hari.


"Oh, sayang!" Sarah yang melihat suaminya langsung tersenyum dan berlari memeluk pria itu.


"Hahaha...." Ana tertawa begitu keras dan memegangi perutnya melihat tampilan kakaknya.


"Kakak sangat cantik!" Lagi komentar Ana hampir membuat Siro meledak tertawa tapi pria itu berusaha menahan wajahnya dengan kaku sembari menggigit lidahnya agar tidak menampakan ekspresi menertawakan Andra.


"Apa kau suka?" Tanya Andra pada Sarah mengabaikan Ana yang sedang tertawa keras dan Siro yang berusaha menahan kawannya.

__ADS_1


Tidak ada yang lebih penting daripada kesukaan istrinya. Kemarin adalah terakhir kalinya dia membuat istrinya menangis.


"Ya,, aku sangat suka. Kesayanganku terlihat imut." Ucap Sarah tersenyum puas lalu mendaratkan sebuah ciuman ringan di bibir suaminya.


Ia merasa puas!


Andra Langsung meraih pinggang Sarah dan memegang kepala perempuan itu lalu memeluknya dan menciumnya dengan dalam.


Dia sudah menahannya sepanjang malam, sekarang dia punya kesempatan untuk mencium istrinya.


Tidak boleh di sia-siakan.


Sementara Ana yang melihat adegan seperti itu, wajah gadis muda itu langsung memerah kala ia menunduk mengalihkan pandangannya.


Namun karena terlalu penasaran ia kembali melihat ke atas tapi dia begitu kaget saat Siro sudah berdiri menghalangi tatapannya.


"Maaf Nona." Ucap Siro sedikit membungkuk pada Ana.


Melihat Shiro mengetahui bahwa dia sangat penasaran melihat adegan ciuman di belakang pria itu, pipi Ana kembali memerah padam saat gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


'Apa yang kulakukan?!' gumam Ana dalam hati.


@Interaksi



Gak ada dendam, cuma niat ajah begitu.

__ADS_1


Bukan menyelesaikan namanya kalau masih ada kata gagal🤦


__ADS_2