
Giang dan Sarah tiba di kota K di sebuah apartemen kelas menengah yang dihuni oleh Angkasa dan Leora, dan yang langsung disambut oleh kedua orang tua mereka.
"Putri kecilku!" Ucap Angkasa langsung memeluk Sarah disusul oleh Leora.
"Aku sangat merindukan ayah dan ibu." Kata Sarah merasa sangat hangat dan terlindungi dalam pelukan kedua orang tuanya.
Sementara Giang sudah duduk di sofa, pria itu tersenyum melihat kelakuan ketiganya, 'Seandainya ayah dan ibu masih hidup kami pasti juga sangat bahagia seperti keluarga Sarah.' gumamnya.
Setelah ketiga orang yang larut dalam pelukan akhirnya melepaskan pelukan mereka, Angkasa duduk di samping Giang dan merangkul bahu pria itu.
"Kalian ini. Mengapa datang tiba-tiba dan membawa kabur istri orang?" Tanya Angkasa pada pria itu meski sebenarnya dia sangat senang menyambut kedatangan Putri mereka.
Baru tadi pagi ketika ia mendapat pesan dari Giang bahwa dia dan Sarah akan datang, pria itu langsung bersiap-siap dan hatinya tidak tenang untuk menyambut kedatangan putrinya.
Namun awalnya dia pikir Sarah akan datang bersama Andra, tau-taunya Sarah hanya datang bersama Giang, tidak ada Andra.
"Mmh!" Sarah bersuara lalu menggunakan gerak-gerak tangannya untuk berbicara dengan ayahnya.
__ADS_1
*Aku sudah meminta izin pada Andra supaya datang kemari karena aku sangat merindukan ayah dan ibu tapi Andra masih harus menyelesaikan banyak pekerjaannya yang menumpuk setelah bulan madu kami.*
"Begitu ya, Kalau begitu, kalian berdua istirahatlah. Kalian pasti sudah lelah setelah perjalanan berjam-jam." Ucap Leora lalu dia menuntun putrinya ke kamar yang sudah ia siapkan untuk Sarah.
Sementara Angkasa yang di tinggal bersama di Giang, pria itu langsung mengeluarkan pertanyaan yang sedari tadi ia simpan di dalam hatinya.
"Bagaimana hubungan Andra dengan adikmu?" Tanya Angkasa yang terlalu curiga bahwa kedua orang itu baru selesai berbulan madu selama 1 minggu dan Sarah langsung meninggalkan suaminya.
Sangat aneh untuk pengantin baru berpisah di bulan pertama pernikahan mereka apalagi sampai berpisah negara seperti ini.
"Ayah, Ayah tidak perlu cemas, semuanya baik-baik saja. Sarah hanya merasa bersalah pada ayah dan ibu karena dia sudah meninggalkan dan membiarkan ayah dan ibu kesepian tanpa dirinya selama beberapa minggu ini." Jawab Giang.
'Maafkan aku Ayah, tapi aku tidak tega menolak permintaan Sarah untuk merahasiakan semuanya dari ayah.' Gumam Giang merasa bersalah pada Angkasa, tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan adiknya.
Karena dia juga tahu jika Angkasa mengetahui perbuatan Andra maka saat itu juga lah saat yang menjadi akhir dari hubungan Andra dan Sarah.
'Aku tahu kalau Sarah tidak akan pernah bahagia ketika dia dipisahkan dengan Andra.' gumam Giang mengingat perjuangan Sarah mempertahankan pernikahannya.
__ADS_1
Perempuan itu tetap bertahan dalam kesakitan untuk menunggu waktu di mana Andra menyadari segalanya.
Sementara Angkasa, pria itu tidak mudah dibohongi, dia mengenal Sarah dan girang sejak mereka masih kecil, dan dia paling tahu bagaimana kedua anaknya ketika mereka sedang menyembunyikan sesuatu.
'Sebaiknya aku menyelidikinya,' gumam Angkasa.
Setelah berbicara dengan Giang dan mendapati bahwa kedua anaknya berusaha menyembunyikan kenyataan, pria itu langsung turun tangan sendiri menyelidiki kejadian kejadian di negara X.
Hanya dalam waktu 3 jam, Angkasa langsung mengetahui semua perbuatan Andra dan pria itu bagitu garam hingga langsung menghubungi Samudra.
'Aku tidak percaya dia membiarkan putranya menyiksa putriku seperti ini! Lebih baik pernikahan ini diakhiri dari pada putriku harus menderita seumur hidupnya!' gumam Angkasa.
Angkasa memang dari dulu memanjakan putrinya dengan harapan bahwa di masa depan ketika Sarah menikah, maka suaminya bisa menjadi lebih tahu malu untuk memperlakukan Sarah dengan buruk.
@Interaksi
Bantu otor minta maaf dong, kayaknya kak Firtz tersinggung deh sama kata-kata otor..🙏🙏 Maaf ya kak Firtz, gak maksud menyinggung kok🙏🙏
__ADS_1