Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
85. Menyakiti Istri


__ADS_3

Andra berdiri di depan pintu kamarnya dengan frustasi.


Dia sudah berkali-kali menelan bel dan mengatakan semua bujukan supaya istrinya mau membuka pintu, tapi perempuan itu bahkan tidak membuat sedikitpun suara dari dalam kamar.


"Apa yang harus kulakukan?!" Ucapnya meremas kuat rambutnya yang sudah berantakan karena sedari tadi menjadi pelampiasan amarah nya.


"Ada apa?" Tanya Samudra yang keluar dari kamar dan terkejut mendapati Andra terlihat tidak baik.


"Ayah, aku membuat kesalahan! Istriku, dia merajuk karena aku membohonginya. Aku tid-"


Plak..!


Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Andra saat Samudra mendengar kata membohongi yang diucapkan oleh putranya.


"Kau membohongi istrimu yang sedang mengandung?! Dan sekarang kau pikir kau layak di maafkan atas kesalahanmu?!


"Kau belum puas setelah menyakiti istrimu saat kalian baru menikah?! Dan sekarang bukan hanya menyakiti istri, tapi juga calon anakmu?!" Ucap Samudra memarahi putranya.


Andra berdiri dengan tatapan tidak fokus. Benar, ini salahnya, harusnya dia tidak pernah menyuruh Siro pergi mendapatkan ikan mujair itu, tapi seharusnya dialah yang pergi!


Ini karmanya!


Dan untuk kesekian kalinya dia kembali menyakiti istrinya, istrinya yang sedang mengandung anak mereka.


"Ada apa ini? Mengapa kalian masih berkumpul di sini dan tidak turun untuk makan malam?" Tanya Layla yang keluar dari kamar dan kebingungan masih melihat suaminya masih berada di lantai 3.


Namun saat perempuan itu mendekati 2 pria itu, dia terkejut melihat darah di sudut bibir Andra dan cetakan tangan berwarna merah di pipi pria itu.


"Sayang?! Kau menampar putra kita?!" Ucap Laila terkejut.

__ADS_1


"Apa lagi yang bisa kulakukan?! Dia kembali menyakiti istrinya setelah berjanji pada semua orang bahwa dia tidak akan pernah membuat istrinya menangis!" Ucap Samudra mengagetkan Laila.


"Andra! Bagaimana bisa kau?! Apa yang sudah kau lakukan?!" Tanya Laila tak percaya.


Apakah putranya tidak belajar dari kejadian sebelumnya?!


"Maaf aku, aku benar-benar menyesal Bu!" Ucap Andra tak berdaya, pria itu menangis dengan suara yang ditahan.


Pria itu terjatuh ke lantai dan meratapi kesalahannya yang sudah teramat besar.


Jelas itu untuk istrinya, mengapa dia malah membebankan tugas itu pada Siro?!


"Sudahlah! Kalian berdua turunlah ke ruang makan, biar aku yang membujuk Sarah." Ucap Laila.


Melihat kesungguhan istrinya, Samudra menarik Andra dengan kasar lalu membawa pria itu ke dalam lift.


"Sayang, ini ibu, dapatkah kau mem-"


Laila dalam menyelesaikan ucapannya ketika pintu kamar langsung terbuka memperlihatkan seorang perempuan dengan mata sembab namun senyum terukir di bibir perempuan itu.


"Ibu, ada apa?" Tanya Sarah.


"Sayang, apa Andra kembali menyakitimu?" Tanya Laila dengan cemas.


Dengan wajah sendu, Sarah menganggukkan kepalanya, air matanya yang hendak jatuh tertahan di kelopak matanya.


"Lalu, mau memberi hukuman untuknya?" Tanya Laila mengedipkan matanya.


"Hukuman? Hukuman apa?" Tanya Sarah kebingungan.

__ADS_1


Laila mengedipkan matanya lalu perempuan itu membisikkan sesuatu di telinga Sarah sebelum mereka turun ke meja makan.


Semua orang sudah menunggu di meja makan kecuali Dewa dan Ririn.


"Ayah, ibu dan kakak Sarah di mana?" Tanya Ana.


"Mereka membicarakan beberapa hal sebelum ikut bergabung dengan kita." Ucap Samudra dengan tenang.


"Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Angkasa saat pria itu menatap Andra, wajah pria itu terlihat berantakan dan terlebih ada bekas tamparan di pipinya.


"Ya, aku-" Andra belum menyelesaikan kata-katanya saat Laila dan Sarah sudah datang.


Pria itu terfokus pada istrinya yang tersenyum amat gembira dan matanya yang agak sembab kembali bersinar seperti tidak terjadi apapun.


"Sayang, ada apa dengan matamu?" Tanya Leora ketika melihat putrinya dia jelas tahu bahwa perempuan itu baru saja menangis.


Dan jika dikaitkan dengan wajah Andra, maka tebakannya harusnya benar.


Namun dia belum mengatakan apapun ketika Angkasa sudah memukul meja makan dengan amat keras.


Brak...!


"Andra! Apa yang sudah kau lakukan pada putriku!" Bentak Angkasa pada Andra mengejutkan semua orang.


@Interaksi



Astaga,, astaga,, mata otor keluar dari sarangnya karena komentar kalian..🤦🤦

__ADS_1


__ADS_2