
Setelah 1 bulan menjalani perawatan di pulau putih, akhirnya suara Sarah sudah kembali seperti semula.
Hal itu membuat keluarganya menjadi sangat gembira dan memutuskan untuk mengadakan pesta di pulau putih.
Pestanya berjalan dengan lancar, semua keluarga bercengkrama satu sama lain dan para pebisnis penting yang mendapat kesempatan langkah mengunjungi pulau putih berlomba-lomba menyanjung Tuan pesta.
Andra mengabaikan semua orang, pria itu menjadi lebih liar dari ayah mertuanya dan ayahnya ketika dia dengan tidak tahu malunya membiarkan Angkasa dan Samudra menyambut semua tamu sementara dia dan istrinya berada dalam sebuah ruangan yang sepi.
"Sayang, apa yang kita lakukan di sini?" Gerutu Sarah karena pria itu menariknya ke dalam ruangan.
Lebih terkejutnya dia saat melihat Andra malah mengunci pintu, sementara di luar sedang ramai dan semua keluarga sedang kewalahan menyapa semua tamu.
"Aku tidak mau istriku kelelahan." Ucap Andra ketika ia selesai mengunci pintu dan menghampiri Sarah yang menatapnya dengan heran.
Sarah mengeryit.
Pria itu langsung mengulurkan tangannya dan menarik pinggang Sarah supaya menempel ke tubuhnya.
__ADS_1
Dalam sekejap, pipi perempuan muda itu langsung memerah saat ia merasakan sesuatu yang mengganjal di antara mereka.
Satu tangan Andra diulurkan ke belakang leher Sarah untuk menahan kepala perempuan itu lalu Andra menundukkan kepalanya memberi sebuah ciuman singkat.
"Jangan seperti ini, aku tidak enak pada ayah dan ibu," ucap Sarah berusaha mendorong Andra.
"Tapi anak kita memanggil ayahnya, apa kau tega kalau anak kita terus merindukan ayahnya tapi ibunya malah menghalangi ayahnya untuk bertemu dengannya?" Ucap Andra.
"Hah?" Sarah berdiri dalam keterpakuan nya sembari menatap Andra dengan bingung dan mulutnya sedikit terbuka.
Dia begitu heran, darimana Andra mendapat kata-kata seperti itu untuk menjadi alasannya melakukan hubungan suami istri?
Dengan segera, Andra menundukkan kepalanya merasakan bibir manis itu dan lebih parah lagi dia merasakan dorongan yang sangat kuat untuk semakin menjelajah ke dalam mulut Sarah.
Bibir perempuan itu hanyalah makanan pembukaannya saat ia mendapatkan sesuatu yang menjadi alasan keserakahannya.
"Mmh!" Sarah berusaha bertahan dengan otak waras nya supaya dia segera melepaskan diri dari Andra dan keluar membantu ayah dan ibu mereka untuk menyapa tamu.
__ADS_1
Tapi sayangnya, Andra yang begitu jeli dan lihai sudah membuatnya melayang saat ia membalas ciuman pria itu dan tangannya yang semula mendorong Andra dilingkarkan di leher Andra.
'Biarkan saja, biar, hanya 30 menit!' gumam Sarah saat ia merasakan tangan Andra sudah bergerilya di pahanya dan mengangkat kakinya untuk melingkar di pinggang pria itu.
Ruangan yang mereka tempati adalah ruang istirahat yang biasa digunakan Sarah dan Ana untuk menikmati bintang di malam hari saat mereka tinggal di pulau putih.
Di ruangan itu terdapat sebuah sofa santai yang kemudian ditempati Andra membawa Sarah dan membaringkan perempuan itu di sofa.
"Ini pertama kalinya kita bercinta di luar kamar, dan aku akan membuat melayang." Ucap Andra memberikan sebuah kecupan mesra pada istrinya.
"Tapi jangan lama-lama, tidak ada yang tahu bahwa kita di sini. Semua orang akan panik kalau mereka menyadari kita mening-" Sarah belum menyelesaikan ucapannya saat bibirnya sudah dibungkam oleh Andra lalu pria itu menjelajahi setiap inci kulitnya.
Erangan kenikmatan Sarah menghiasi ruangan itu dan perempuan itu sudah lupa akan kekuatirannya pada orang-orang di luar ruangan.
@Interaksi
Part berikutnya adalah kisah mengidam Sarah yang menyiksa Andra... semoga kalian suka.....
__ADS_1
Belum puas? Yuk sini otor puaskan, gratis kalo kamu bawa 5 teman. 😜