
Entah sudah berapa jam Sarah tertidur, namun begitu ia bangun dia merasa sangat segar meski dia berada di tempat yang sedikit asing baginya.
Apartemen di kota K jarang ia kunjungi, dan dia juga tidak mengerti mengapa ayah dan ibunya tiba-tiba pindah ke apartemen sederhana itu sementara rumah mereka yang sangat besar di ibukota ditinggalkan begitu saja.
'Sebaiknya aku mandi lalu keluar menemui ayah dan ibu.' gumam Sarah segera turun dari tempat tidur namun baru saja perempuan itu akan melangkah ke kamar mandi saat ia menoleh ke meja di samping tempat tidurnya.
'Di mana foto pernikahan kami?' gumamnya segera mencari-cari foto pernikahannya dengan Andra, tak lupa pula ia membongkar kopernya karena mungkin dia salah ingat bahwa dia telah mengeluarkan foto itu dari kopernya.
Cukup lama dia mencari dan tidak mendapatinya, perempuan itu langsung membuka pintu kamar dan mendapati ibunya sedang duduk di ruang tamu.
Perempuan itu menyalakan tv, namun Sarah bisa melihat bahwa ibunya tidak fokus ke TV tapi pikiran perempuan itu melayang ke suatu tempat yang entah dimana.
Sarah segera mendekati Ibunya dan langsung duduk di samping perempuan itu.
"Sayang, kau sudah bangun, maaf tadi ibu melamun." Ucap Leora memperhatikan Sarah dari ujung kepala sampai ujung kaki perempuan itu.
*Ada apa Bu?* Tanya Sarah ketika Leora membalik-balik kan badannya bahkan sampai mengangkat lengan bajunya untuk melihat kulit Sarah.
"Ibu dengar Andra sudah melukaimu? Di mana pria itu melakukannya?!" Tanya Leora sembari menatap putrinya dengan tatapan meniti seolah tak mengizinkan putrinya berbohong walau hanya setitik pun!
__ADS_1
*Ibu, apa maksud Ibu?* Tanya Sarah dengan cemas, dia begitu takut kalau ibunya sampai mengetahui peristiwa yang ia alami di ibukota negara X.
"Sayang, kau tidak bisa menyembunyikan apapun dari ayahmu. Dia adalah orang yang hebat, dia selalu mengetahui apapun, bahkan dia bisa melacak kemana pikiranmu melayang saat kau sedang berbicara dengannya." Ucap Leora membuat Sarah terpaku.
'Jadi ini alasannya foto pernikahan Kami menghilang di kamar. Pastilah Ayah yang membuangnya karena sudah mengetahui segala sesuatu yang terjadi di negara X,' gumam Sarah kini serba salah.
"Sayang, kau diam seperti ini karena semua yang Ibu katakan itu benar. Pria itu telah melukaimu, pria asing itu melukai Putri Ibu!" Ucap Leora segera memeluk putrinya.
"Ibu pastikan pria itu tidak akan pernah melukaimu lagi. Bahkan untuk menemuimu, ibu akan memastikan nya supaya pria itu tidak bisa melakukannya lagi!" Ucap Leora saat perempuan itu memeluk putrinya dengan erat.
Leora dan Sarah masih sementara berpelukan ketika Giang juga keluar dari kamarnya dan pria itu telah mendengarkan percakapan dua perempuan itu.
"Ibu," ucap Giang mendekati 2 perempuan itu lalu ia segera duduk di hadapan Leora dan Sarah.
"Kau berandal kecil!" Ucap Leora begitu marah ketika ia mengambil toples makanan ringan di atas meja dan melemparkannya ke arah Giang.
Beraninya Giang menyembunyikan hal sepenting itu!
Giang sudah terbiasa dengan sikap Ibunya, ia yang menangkap toples itu dan membukanya lalu mengambil sepotong kue dari dalamnya dan melemparkannya ke dalam mulutnya.
__ADS_1
Hal itu membuat Sarah menahan tawanya, sudah lama dia tidak melihat pertengkaran Kakak dan ibunya.
Giang selalu mengalah pada Angkasa, tetapi terhadap Leora, pria itu menyayangi Leora dengan cara yang unik.
"Ibu dan Ayah sudah salah paham, apa yang kalian pikirkan tidak sepenuhnya benar." Ucap Giang sembari pria itu terus mengunyah setiap kue kering yang ia masukkan ke dalam mulutnya.
"Jangan berbicara dengan ibu, kau bisa menjelaskannya pada ayahmu." Ucap Leora yang sepenuhnya tahu bahwa dia akan selalu mengalah pada putranya.
Dia menyayangi Giang seperti menyayangi Sarah, jadi dia tidak pernah mau berdebat dengan Giang, sebab dia akan selalu menjadi pihak yang kalah ketika dia berdebat dengan putranya itu.
"Baiklah," ucap Giang dengan cuek selagi pria itu mengembalikan toples kue nya ke tempatnya lalu kembali memasuki kamar.
"Anak berandal, kau tidak akan bisa mengalahkan ayahmu!" Ucap Leora lalu perempuan itu kembali fokus pada putrinya.
@Interaksi
Niat nolong apa nodong nih?
__ADS_1