
Dewa mengurus segala sesuatu dengan cepat, pada keesokan harinya konferensi pers langsung digelar dan mengumumkan bahwa Ana akan menjadi pewaris tunggal dari segala kekayaan Dewa.
Pertunangan Ana dan Siro pun telah diumumkan, jadi seluruh dunia digemparkan oleh datangnya pewaris pria terkaya dari kota FF.
Seluruh layar Megatron dan Videotron di seluruh dunia termasuk di kota FF telah menampilkan wajah Ana sebagai pewaris tunggal dari seluruh kekayaan Bos Besar Dewa.
"Sayang, lihat di sana!" Nyonya Rohan menunjuk sebuah videotron yang memperlihatkan pengumuman tentang pewaris terbaru dari grup DX.
Titin juga ikut melihat kesana, gadis yang mengenakan pakaian lusuh dan robek di sana sini itu segera jatuh di atas trotoar karena tidak percaya dengan apa yang baru saja dilihatnya.
"Jadi, cucu yang dimaksud oleh pengawal Tuan Dewa itu adalah,,," Nyonya Rohan juga ikut terjatuh dan menutup mulutnya dengan tangan gemetar.
__ADS_1
Mereka masih sementara dalam perjalanan yang panjang untuk meninggalkan kota FF, tidak ada yang mau bersapa dengan mereka, tidak ada yang mau memberi mereka makanan jadi mereka hanya bisa mengais sisa-sisa makanan di tempat sampah.
Sementara mereka hidup dalam kesengsaraan seperti itu, ternyata orang yang telah diinjak-injak oleh Putri Mereka sudah diangkat menjadi seorang pewaris.
"Jadi gadis beasiswa itu ternyata,, ternyata dia menipuku..! Dasar gadis berhati iblis... Bisa-bisanya dia,, berani-beraninya dia menipuku hingga aku harus berakhir seperti ini!" Titin menjadi sangat histeris, dia seperti orang gila yang kehilangan kesadarannya.
"Apakah kalian mau lanjut berjalan atau tidak?" Tuan Rohan sepertinya sudah tidak peduli lagi, dia bertanya pada dua perempuan yang terlihat histeris.
"Ibu,, ibu harus membantu, ibu harus membantu Putri Ibu membalas dendam pada Ana! Dia sudah menipuku, Dia sudah menipuku....!!!" Teriak Titin dengan histris..
Nyonya Rohan yang mendengar ucapan anaknya, perempuan itu perlahan-lahan berdiri dan menatap putrinya "Kita tidak akan jatuh seperti ini seandainya kau bisa mengendalikan dirimu sendiri dan tidak melukai Gadis miskin itu. Sekarang semuanya sudah terlambat!" Kata Nyonya Rohan lalu dia segera berjalan menyusul suaminya meninggalkan Titin yang masih histeris.
__ADS_1
"Tidak tidak tidak,,, aku tidak boleh pergi sekarang, aku harus tetap berada di sini sampai Videotron itu disambar petir hingga tidak bisa lagi menampilkan wajah Ana yang menjijikkan itu!" Titin tertawa dalam fantasinya sendiri.
Gadis itu masih tertawa dengan keras seperti orang gila ketika sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi di depannya dan tiba-tiba saja kehilangan keseimbangannya lalu oleng dan menginjak air lumpur yang berada di depan Titin.
Dengan segera Titin yang tertawa diguyur oleh air di bawah jalan. Gadis itu tersedak oleh air yang masuk ke dalam mulutnya karena dia tertawa sangat lebar.
"Uhuk,, uhuk,,, uhuk,,, dasar Ana..! Beraninya dia membawa mobil di sini dan sengaja menyemprotkan air pada tubuhku..! Aku akan mengejarmu...!" Titin berteriak dan dengan kaki telanjang nya dia berlari mengejar mobil yang sudah berjalan pergi.
"Hahaha,, Ana tunggu saja,, aku akan mendapatkanmu dan merobek wajahmu!!" Titin tertawa sendiri sembari terus berlari mengejar mobil yang sudah menghilang dari pandangannya.
Beberapa orang yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya "Benar-benar orang gila!"
__ADS_1