
Begitu kembali kedalam kamarnya, Giang langsung mengambil telepon selulernya lalu menelpon Angkasa.
"Ada apa Giang?" Tanya Angkasa dari seberang telepon.
"Aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan ayah," ucap Giang.
"Mari membicarakannya nanti malam ketika Ayah kembali ke rumah." Ucap Angkasa.
"Memangnya Ayah sedang mengurus apa?" Tanya Giang dimana pria itu begitu khawatir kalau saja sekarang Angkasa sudah mulai bertindak karena pria itu sudah mengetahui tentang hubungan buruk di dalam pernikahan Sarah dan Andra.
"Ayah sedang dalam perjalanan untuk bertemu klien penting Ayah. Ada apa?" Tanya Angkasa.
"Baiklah kalau begitu, aku akan menunggu Ayah di rumah." Ucap Giang lalu menutup panggilan telepon itu.
Sementara Angkasa yang telah berbohong pada putranya, sebenarnya pria itu tidak pergi menemui seorang klien namun lebih tepatnya menemui seorang teman lama yang berasal dari negara X.
Kebetulan temannya datang berlibur ke kota K jadi dia memanfaatkan kesempatan itu untuk membicarakan perkara putrinya.
"Hei Angkasa, sudah lama tidak bertemu!" Sapa Joy yang sudah menunggu Angkasa selama beberapa menit di tempat itu.
__ADS_1
"Maaf aku terlambat." Kata Angkasa sembari berpelukan dengan Joy sebelum kedua pria itu duduk di masing-masing kursinya saling berhadapan satu sama lain.
"Ada hal mendesak apa ini?" Tanya Joy Kala pria itu sebenarnya hendak kembali ke negara x pada hari itu juga, namun ia menundanya karena Angkasa tiba-tiba saja menghubunginya untuk membicarakan sesuatu yang sangat penting.
"Aku ingin kau menyebarkan berita pernikahan putriku dengan Andra Anderson, pewaris Anderson Group." Ucap Angkasa mengejutkan Joy.
"Apa?! Putrimu sudah menikah? Kapan?" Tanya Joy.
"Beberapa minggu yang lalu, tapi dilangsungkan secara tertutup. Dan hari ini aku ingin kau menyebarkan beritanya beserta dengan file yang ada di sini." Ucap Angkasa menyerahkan sebuah flash disk kepada Joy.
Joy adalah seorang pemilik perusahaan dunia hiburan di mana pria itu memegang 70% media di negara X.
Meski Joy tidak bisa dibandingkan dengan Samudra, namun pria itu jelas jauh lebih berkuasa pada media pemberitaan dibanding Samudra.
Kalau kedua belah pihak keluarga besar itu memutuskan untuk menyembunyikan pernikahan anak mereka, mengapa Baru beberapa minggu dan sudah berniat untuk membocorkannya. Pastilah telah terjadi sesuatu!
"Setelah kau membuka file itu, kau akan mengerti mengapa aku melakukannya." Ucap Angkasa lalu pria itu segera berdiri dan menatap penuh makna sebelum keluar meninggalkan Joy.
'Apa yang harus kulakukan?!' Joy memijat keningnya ketika dia kebingungan untuk mengabulkan permintaan Samudra atau Angkasa.
__ADS_1
Sebelumnya, Samudra sudah berpesan padanya supaya ia ikut ambil bagian dalam mencegah bocornya pernikahan Andra. Tapi sekarang,,
'Kalian berdua adalah temanku dan sekarang sudah menjadi besan. Lalu sekarang,, hah,, entah apa yang harus kulakukan!' ucap Joy dengan frustasi.
Setelah meninggalkan Joy, Angkasa langsung kembali ke perusahaannya dan mengurus beberapa berkas penting terutama membatalkan semua kerjasamanya dengan Anderson group.
"Tuan, tuan yakin akan membatalkan kerjasama sebesar ini?" Tanya sang sekretaris ketika baru saja mendengar sesuatu yang mengejutkannya.
"Alihkan semua kerjasama ke perusahaan saingan Anderson group dan beri mereka sumber daya terbaik kita." Ucap Angkasa kembali mengagetkan sang sekretaris.
Namun pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya kembali ke ruangannya untuk mengerjakan semua tugasnya.
'Anderson group! Jangan pikir karena kita berbeda negara dan kalian adalah penguasa didengar kalian maka aku akan melepaskan kalian begitu saja. Bahkan jika kalian bersembunyi di lubang tikus, kalian akan kutemukan dan kuremukkan!' gumam Angkasa penuh dendam.
Bayang-bayang putrinya yang terlihat menyedihkan dengan memar di sekujur tubuhnya sudah membutakannya.
'Aku bahkan tidak bisa tidur ketika Sarah tertusuk jarum kecil, sekarang pria ingusan itu beraninya berbuat seenaknya! Lihat saja kalian, tidak ada maaf untuk kalian!' geram Angkasa dalam hati.
@Interaksi
__ADS_1
Ini kata-kata bijak untuk cewek 'kan?