
"Andra! Apa yang sudah kau lakukan pada putriku!" Bentak Angkasa pada Andra mengejutkan semua orang.
"Ayah, apa yang ayah lakukan? Mengapa membentak suamiku?!" Tanya Sarah dengan tatapan tidak suka pada ayahnya saat perempuan itu duduk dan memeluk lengan suaminya dengan possesif.
Melihat adegan itu, amarah Angkasa yang semula meledak langsung menguap seperti embun yang baru terkena cahaya matahari dan pria itu segera duduk di kursinya.
"Sayang, jangan berpikir macam-macam, Andra tidak mungkin menyakiti Putri kita untuk yang kedua kalinya." Ucap Leora menenagkan suaminya.
"Benar Ayah, Andra tidak menyakitiku, aku saja yang terlalu sensitif karena sedang hamil jadi aku sering menangis tanpa alasan." Ucap Sarah memeluk suaminya.
Andra memperhatikan istrinya, 'Astaga, demi mencegah mertuaku memarahiku, Sarah melakukan semua ini.' pria itu diselimuti perasaan menyesal.
"Sudah, sebaiknya kita makan, makanannya akan dingin." Ucap Laila saat perempuan itu duduk di samping suaminya.
"Kalian makan tanpa kami?!" Suara Dewa memasuki ruang makan lalu pria itu duduk bersama Ririn.
Semua orang mengabaikannya dan mulai makan bersama.
Andra sibuk melayani Sarah, Leora melayani suaminya dan Laila melayani Samudra dan Ana.
Sementara Ririn, perempuan itu melayani Dewa dan dirinya sendiri sambil menahan kekesalannya melihat Andra memperlakukan Sarah dengan mesra.
"Terima kasih sayang." Ucap Sarah dengan senang.
__ADS_1
"Sama-sama sayangku," jawab Andra mencium puncak kepala Sarah berkali-kali sebelum pria itu kembali fokus pada makanannya.
Namun begitu, salah satu tangannya masih berada di bawah meja diletakkan di paha Sarah. Sesekali mengelus paha perempuan itu.
"Sayang, makanlah ini." Ucap Sarah membuat Andra terkejut saat perempuan itu tiba-tiba mengambil sepotong daging dan mencelupkannya saus cabai lalu mengarahkannya ke mulut Andra.
Namun pria itu tidak bisa menolak, jadi dia membuka mulutnya dan memakan potongan daging itu.
"Apakah enak?" Tanya Sarah dengan wajah tanpa rasa bersalah meski dia melihat bahwa suaminya berusaha menahan kepedasan karena wajah pria itu seketika menjadi merah.
Andra tidak menyukai cabai, dan semua orang di ruangan itu tahu, sebab pria itu tidak pernah menyentuh cabai ketika mereka makan bersama.
"Mmh! Enak!" Jawab Andra.
"Ahh!" Ucap Sarah menyuapi suaminya.
Andra menerima suapan itu dan mengunyah nya dengan wajah yang diusahakan terlihat baik-baik saja meski mulutnya sedang terbakar oleh pedasnya cabai.
Makan malam terus berlanjut, dan tidak ada yang berani mengkritik Sarah yang terus menyuapi Andra dengan daging yang telah dilumuri dengan saus cabai.
Pria itu telah menghabiskan 3 gelas air dan perutnya terasa kembung namun ia berusaha menahan diri ketika Sarah masih mengambil sepotong telur dadar lalu mencelupkannya di saus cabai.
"Makanlah," ucap Sarah menyuapi Andra.
__ADS_1
Seperti sebelum-sebelumnya, Andra menerima suapan itu.
Ia berusaha menahannya, tapi tidak bisa, makanan itu terlalu pedas sehingga ia buru-buru meneguk air yang membuatnya tersedak.
"Uhuk,, uhuk,,!" Andra terbatuk.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Sarah dengan wajah cemasnya namun Andra berusaha menenangkan diri dan menggangguk pada istrinya.
"Masih mau?" Tanya Sarah dengan wajah tanpa rasa bersalah kembali mengambil sepotong telur dadar dan mencelupkannya ke saus cabai.
"Sarah, Apakah kamu ingin membunuh suamimu? Jelas suamimu tidak menyukai cabai. Lihat wajahnya yang sudah menderita karena kau terus memberinya cabai." Tiba-tiba kata Ririn membuat suasana di ruangan itu menjadi tidak menyenangkan saat Sarah menampakan wajah tak berdayanya.
Melihat wajah Sarah dan Andra hanya diam saja, Ririn akhirnya tersenyum dan mengambil sepotong timun.
"Andra, makanlah ini, timun yang segar bisa meredakan rasa pedasmu." Ucapnya mengarahkan suapan timunnya ke arah Andra.
Akhirnya, 2 buah tangan melayang di dekat wajah Andra. Yang satu memberikan timun dan yang lain memberikan telur dadar yang telah dipoles oleh saus cabai.
Semua orang terdiam, suapan mana yang akan dipilih oleh Andra?
@Interaksi
__ADS_1
Ho'o... makasih ya,, dukungan dari semuanya sangat membantu...🙏🙏