
Pesta berjalan dengan sangat meriah dan seluruh keluarga sibuk menyambut satu persatu tamu yang mulai berdatangan memadati pesta itu.
"Lho, di mana Putri dan menantumu? Saya ingin memberi ucapan selamat padanya atas pernikahan dan kesembuhannya." Ucap salah seorang tamu penting pada Angkasa.
"Mereka baru saja di sini, tapi sepertinya dia sedang bersama ibunya." Ucap Angkasa dengan acuh.
"Leora, dimana putrimu? Sudah lama aku tidak berjumpa dengannya, gadis manja yang baik hati. Aku juga penasaran dengan menantumu yang tampan itu." Salah seorang teman Leora mencari Sarah.
"Sepetinya mereka bersama ayahnya, aku akan menyuruh mereka menemuimu ketika aku berpapasan dengannya." Ucap Leora sembari tertawa bersama teman-temannya.
Sementara di tempat lain, Samudra dan Laila baru saja menyambut Kendra dan Melinda.
Sepasang suami istri itu datang bersama anak perempuan mereka yang masih remaja.
"Paman! Tante!" Teriak Gadis remaja itu berlari memeluk Laila dan Samudra.
"Dimana Kakak Andra dan Kakak Ana?" Tanyanya.
"Aku di sini!" Ucap Ana yang baru saja muncul dan langsung mendekati Gadis remaja itu dan memeluknya.
"Dimana putra kita?" Tanya Laila pada Samudra.
"Mungkin dia dan Sarah sedang menyapa tamu atau mungkin menemani Ayah mertuanya." Jawab Samudra dengan cuek saat ia mengambil 2 gelas anggur dari seorang pelayan dan memberikan segelas anggur pada Kendra.
__ADS_1
"Maaf datang terlambat, pekerjaan kami terlalu padat dan aku juga tidak mau putriku melewatkan sekolahnya." Ucap Kendra mengambil anggur yang disodorkan oleh Samudra.
"Aku memaklumi nya." Ucap Samudra dengan enteng.
"Besan," Laila tersenyum ketika melihat Angkasa dan Leora datang menemui mereka.
"Lho, Sarah dan Andra tidak bersama kalian?" Tanya Leora menatap semua orang yang berdiri di depannya.
"Kami pikir mereka berdua bersama kalian." Ucap Laila sembari mengeryit.
"Tidak, justru kami pikir mereka bersama kalian." Ucap Leora lalu semua orang berpandangan satu sama lain sebelum kepanikan melanda mereka.
"Jangan-jangan terjadi sesuatu pada Sarah." Ucap Laila, perempuan itu segera meninggalkan semua orang dan berlari mencari Sarah.
"Sayang, Putri kita sedang hamil." Ucap Leora pada Angkasa lalu kedua orang itu juga berpisah mencari Sarah.
"Sayang bagaimana?" Tanya Samudra pada Laila.
Laila menggelengkan kepalanya dengan wajah perempuan itu terlihat sangat cemas lalu mereka melihat Leora dan Angkasa juga sudah kembali mencari tapi sepertinya tidak membuahkan hasil.
"Bagaiman ini?" Ucap Laila saat perempuan itu berdecak kesal.
Karena pulau putih adalah tempat yang sangat aman, maka tempat itu tidak dipasangi CCTV kecuali pada pinggir-pinggir pantai untuk memantau situasi.
__ADS_1
"Ada apa ini?" Sebuah suara tiba-tiba mengejutkan mereka dan semua orang berpaling ke arah yang sama.
Angkasa langsung menunjukkan kegeramannya saat melihat siapa yang datang menemui mereka.
Ia tidak mempermasalahkan sang pria, tetapi sama perempuan, itu adalah Ririn!
"Halo semuanya," ucap Ririn dengan suara yang lembut sembari perempuan itu melemparkan senyum manisnya ke semua orang.
Namun, setiap orang yang melihatnya hanya melihat kejijikan di senyum itu.
"Apa yang paman lakukan? Mengapa membawa di-" Laila belum menyelesaikan ucapannya ketika Dewa mengulurkan tangannya memberi kode pada Laila supaya tidak melanjutkan ucapannya.
"Mulai hari ini, Ririn adalah orang milikku." Ucap Dewa tersenyum sembari menarik pinggang Ririn supaya semakin mendekat kearahnya.
Laila menatap pria itu dengan tidak berdaya sebelum meninggalkan Dewa diikuti oleh semua orang.
"Ada apa dengan mereka?" Ucap Dewa dengan kesal namun detik berikutnya suasana hatinya kembali membaik kala merasakan tangan Ririn menyentuh dadanya.
"Sayang, di sini terlalu ramai," ucap Ririn dengan nada genitnya sembari tangannya menggoda pria itu.
Dewa tersenyum nakal dan mengulurkan tangannya mencubit hidung Ririn "Sudah tidak sabar ya?" Keke Dewa lalu menarik perempuan itu ke dalam mansion.
@Interaksi
__ADS_1
Benar nih, benar-benar bacot! Tapi benar sih...🤭