
Setelah kepergian Laila, Andra melanjutkan pekerjaannya hingga sore hari menjelang malam, barulah ia mengambil tumpukan terakhir dari dokumen-dokumennya yang merupakan surat dari Sarah.
*Sepenggal kisah di negara Mr bersama pria yang kucintai.*
Begitu membaca judulnya, Andra menghentikan usapan jari-jarinya pada kertas saat pikirannya tertuju pada sesosok gadis yang sangat ia cintai.
'Ini, apakah ini surat dari Putri?' gumamnya dengan jantung berdetak kencang lalu melanjutkan ucapan jarinya di atas permukaan kertas.
*Kamis 14 Februari 2033 adalah hari pertama kami bertemu. Pertemuan yang singkat namun memberi kesan mendalam padaku. Terjadi di jalan A kota G.
*Sabtu 16 Februari 2033 adalah pertemuan kedua kami. Aku datang ke sebuah restoran untuk mengambil pesanan sarapanku saat melihat dia duduk bersama seorang pria, mereka sedang membahas pekerjaannya. Dia tampak serius dan mendominasi pembicaraan mereka.
*Karena melihatnya, aku tidak jadi melakukan take away pada pesananku. Kuputuskan makan di sebuah meja yang tak jauh darinya dan terus menikmati sarapan ku sembari mengagumi pria tampan itu.*
Di buku itu tertulis semua momen-momen perjalanan Sarah dan Andra sampai pada hari dimana kecelakaan yang memisahkan mereka terjadi.
*Malam itu kami berencana melihat kembang api di pinggir sungai. Di dalam mobil kami sesekali bercanda ria dan saling berpegangan tangan.
*Genggaman tangannya begitu hangat seperti kehangatan coklat panas di musim salju.
*Namun ternyata, pada malam itu, mungkin kami terlalu bersemangat atau memang sudah takdir yang menentukan.
__ADS_1
*Andra melepas kemudinya dan menggunakan dua tangannya untuk menyematkan sebuah gelang hadiah di tanganku, kami berpandangan dengan haru bercampur bahagia, dan saat itu juga lah sebuah mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi menghantam mobil kami.
*Aku berusaha menggenggam erat tangannya supaya tidak terpisah dengannya, tapi ketidakberdayaanku membuatku terpisah dengannya dan kehilangan kesadaran ku.
*Malam yang direncanakan untuk menonton kembang api berubah menjadi malapetaka yang membawa kami pada sebuah penderitaan. Penderitaan yang entah kapan selesai.*
Setelah membaca sampai disitu, Andra mengepal kuat tangannya dan air matanya jatuh berderai mengingat momen tersebut.
"Putri,, maafkan aku." Ucapnya terisak dengan penyesalan memenuhinya.
Seandainya malam itu dia menahan kesabaran nya untuk memberikan hadiah itu padahal Putri, maka mereka tidak akan kecelakaan.
Cukup lama menyesali perbuatannya, Andra melanjutkan bacaannya pada surat dari Putri.
*Aku terbangun setelah beberapa hari kecelakaan. Dan mendapati diriku tidak bisa berbicara. Aku bisu!* Baru membaca satu paragraf itu, Andra menghentikan usapannya dan mengepal kuat tangannya.
'Ini,, apakah aku salah membaca?' gumamnya melanjutkan bacaannya.
*Saat aku terbangun, aku tidak mendapati Andra berada disisiku. Aku merasa kehilangan seluruh hidupku. Barulah setelah ayahku mengantarkan ke kamar sebelah dan aku menemukan seorang pria.
*Kekasihku berbaring tak berdaya di ranjang rumah sakit. Dia kesakitan, kesakitannya jauh lebih buruk dari ku.*
__ADS_1
"Sarah...! Perempuan licik..! Beraninya dia..!" Geram Andra segera berdiri dan melemparkan buku itu ke lantai.
"Perempuan licik! Dia memaksa Putri menulis semuanya dan melanjutkannya dengan omong kosongnya! Dia berniat menipuku ha?! Tidak akan!!" Geramnya memukul meja dengan keras.
Kemarahan melingkupi Andra ketika Dia mengira bahwa Sarah telah memaksa Putri menulis semua kenangan mereka di pulau Mr lalu Sarah menggunakannya untuk menipunya bahwa putri dan Sarah adalah orang yang sama.
"Perempuan licik! Lihat saja..! Kau tidak akan hidup tenang karena sudah berani menyentuh kekasihku!" Ucap Andra lalu pria itu berjongkok meraba-raba lantai.
Dia mencari buku yang sudah ia lemparkan ke lantai.
Namun, dengan matanya yang buta dia tidak bisa menemukannya.
"Sial..! Dimana benda itu!!" Geramnya terus meraba-raba.
@Interaksi
Haha,, pertanyaan kalian makin hari makin nyeleneh..!
Tapi ngapain tanya sama otor, mata otor kan baik-baik saja. Sono no, tanya Ama penghuni kuburan, mereka pasti langsung mati konyol pas denger pertanyaanmu! 😂😂
__ADS_1