
"Kakek buyut!" Sarah adalah orang yang pertama menyadari kehadiran Dewa saat perempuan yang sedang memegang gagang pancingan melihat ke arah Dewa.
Senyum Sarah begitu memikat, Dewa bisa merasakan ketulusan di dalamnya dan senyum itu memang sangat manis.
Pantas saja Andra sangat menyukainya dan rela melakukan apapun untuk perempuan itu, dia begitu menghanyutkan!
"Aku bukan kakek buyutmu!" Suara dewasa yang tersinggung.
Mengapa Sarah harus memanggilnya kakek buyut?! Tidak adil baginya!
Pria itu melangkahkan kakinya mendekati semua orang yang berdiri di pinggir kolam.
"Kakek buyut, aku pikir ini adalah bawaan bayiku untuk memanggilmu kakek buyut. Sepertinya cucumu sudah tidak sabar untuk segera lahir agar dia segera memanggilmu dengan pangiilan kakek Bu~yut," kata terakhir Sarah terdengar sangat ragu-ragu.
Perempuan itu menyadari perubahan atmosfer di sekitarnya setiap kali ia mengatakan buyut.
Ada apa dengan buyut?!
"Jangan menakuti putriku!"
"Jangan menakuti istriku!"
Angkasa, Samudra, dan Andra serentak mengucapkan kata-kata itu sembari menatap sinis pada Dewa.
Apakah alasan mereka berada di pinggir kolam dan tidak berada di meja makan untuk memancing?!
Jelas ini karena bayi di dalam perut Sarah yang menginginkan mereka memancing bersama.
"Ck, Jadi kalian belum menyentuh makanan di meja makan?" Dewa menghiraukan ucapan mereka saat pria itu segera duduk di salah satu kursi di samping Ana.
__ADS_1
"Belum kakek buyut!" Jawab Sarah.
"Baguslah." Dewa memandang air kolam yang gelap.
Meski suasana hati Dewa tidak menjadi lebih baik, namun dia merasa lega bahwa tidak ada yang menyentuh makanan itu.
"Oh! Pancinganku!" Ana tiba-tiba berseru kala ia merasakan pancingannya ditarik-tarik ke bawah air.
"Tarik!" Samudra langsung membantu putrinya menarik pancingannya dan mereka mendapatkan ikan yang lumayan besar.
"Woh!! Ikan apa ini?! Terlihat bagus!" Senyum Ana terukir dengan sangat indah saat perempuan itu begitu senang.
Ini pertama kalinya dia memancing dan ternyata sensasi ketika mendapatkan ikan di pancinganmu jauh lebih menyenangkan daripada sensasi ketika kau bisa membeli tas keluaran terbaru di mal.
"Woh,, Aku tidak menyangka di antara kita semua ternyata adiklah yang pertama kali mendapatkan ikan." Sarah berkomentar.
"Tapi kau tidak boleh memakannya, ikan itu harus dilepaskan kembali." Kata Sarah membuat semua orang menatap pada ibu hamil itu.
Lalu apa tujuan mereka memancing di kolam ketika ikannya tidak untuk makan malam dan malah dilepaskan kembali?
"Kasihan ikannya." Ucap Sarah ketika menyadari tatapan semua orang namun wajah perempuan itu terlihat tidak bersalah pada semua orang yang ada di sana, dia hanya merasa bersalah pada ikan di tangan Samudra.
Tapi siapa yang berani melawan perempuan yang hamil itu?
Bahkan jika Sarah menyuruh mereka berpuasa untuk malam itu, mereka pasti melakukannya demi calon keluarga mereka yang berada di perut Sarah.
Dalam keheningan itu, seorang pria tiba-tiba saja tertawa menarik perhatian semua orang.
"Hahaha...." Suara tawa Dewa terdengar hangat dan pria itu tidak bisa mengendalikan dirinya ketika tertawa.
__ADS_1
"Kalau begitu, Apa yang akan kita makan malam ini cucu buyutku?" Dewa menatap Sarah setelah tawanya yang panjang.
Perempuan hamil hamil itu tersenyum mengembang karena akhirnya Dewa mengakui bahwa dia adalah kakek buyut untuk bayinya di dalam perutnya.
"Kita bisa membakar ayam! Tadi aku sudah minta tolong pada ibu menyiapkan panggangan dan bumbu-bumbunya." Jawab Sarah kembali membuat semua orang tercengang.
Mereka semua kecuali Dewa, telah dibohongi oleh perempuan itu!
Ketika Sarah mengatakan tidak mau makan dan menyuruh semua orang pergi ke kolam untuk memancing, mereka semua berpikir bahwa perempuan itu ingin memakan ikan yang dipancing oleh mereka semua.
Tapi ternyata,,,,,, mengapa berubah menjadi daging ayam?
Andra mengabaikan semua orang dan menatap istrinya dengan lembut.
"Sayangku, lalu apakah kau juga akan menyuruh kami menangkap ayam?" Tanya pria itu dengan ragu-ragu.
Jelas memancing ikan jauh lebih mudah daripada menangkap ayam!
"Tidak, Aku mau kakek buyut yang melakukannya." Ucap Sarah.
Semua orang merasa lega, Andra bahkan menarik istrinya semakin mendekat ke pelukannya dan memberi berkali-kali ciuman di puncak kepala istrinya.
Istrinya memang pandai!
Itu pilihan yang tepat!
@Info
Otor bakal usahain supaya besok sudah bisa update secara normal. Maaf untuk dua hari ini....🥳🥳🥳🤩🎉🎉🎉
__ADS_1