Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
38. Kesalahan Samudra


__ADS_3

"Tuan Muda pernah menyuruh saya membakar surat ini, tapi saya tidak membakarnya karena saya tahu suatu saat Tuan pasti akan mencarinya kembali." Ucap Siro menyerahkan beberapa lembar surat itu ke tangan Samudra.


Samudra memperhatikan huruf braile yang tercetak di atas kertas dan membacanya perlahan-lahan.


"Menurutmu, mengapa dia ingin membakar kertas-kertas ini?" Tanya Samudra meski pria itu sudah menembak di dalam hatinya.


"Tuan, sebenarnya bulan madu yang dijalani oleh Tuan dan Nyonya Sarah bukan bulan madu seperti yang seharusnya. Kemungkinan besar Tuan memanfaatkan momen bulan madu itu untuk-"


"Anak bernadal itu!" Samudra tidak lagi mendengarkan Siro dan pria itu langsung berdiri lalu berjalan ke ruangan Andra.


"Tuan, Tuan Muda tidak bisa di hadapi dengan kekerasan." Ucap Siro dengan cemas berusaha menghentikan Samudra.


Inilah alasannya dia tidak mau menceritakan tentang surat itu pada Samudra karena dia tahu Samudra sudah terbiasa mendidik putranya dengan sangat keras.

__ADS_1


"Lalu apa usulmu?!" Samudra berbalik menatap Siro.


"Dari sikap yang saya amati, Andra sangat membenci Sarah karena berpikir secara telah menyembunyikan Putri. Jadi sebaiknya untuk beberapa waktu biarkan Tuan Muda menjalani hari-harinya seperti biasa, tidak perlu memaksanya untuk menemui Sarah.


"Dengan begitu, saya yakin Tuan akan menjadi lebih bebas dan akhirnya proses penyembuhannya menjadi lebih cepat. Kalau Tuan sembuh, saat itu juga lah Tuan akan percaya kalau Sarah adalah Putri karena dia sudah bisa melihat dan membuktikannya secara langsung." Ucap Siro membuat Samudra terdiam selama beberapa waktu.


Melihat Samudra terdiam untuk memikirkan ucapannya, Siro kemudian memberi hormat pada pria itu lalu meninggalkan Samudra untuk kembali melanjutkan pekerjaannya.


Cukup lama Samudra berdiam diri di luar ruangan Andra sebelum akhirnya ia membuka pintu menuju ruangan Andra dan mendapati Laila dan Ana sudah bersiap untuk pulang.


"Kalian duluan lah dan tunggu ayah di dalam mobil." Kata Samudra membukakan pintu pada kedua orang itu.


Laila menatap mata suaminya dengan penuh pertanyaan namun kedipan dari Samudra membuatnya merasa tenang lalu perempuan itu segera pergi bersama putrinya.

__ADS_1


Setelah kepergian kedua perempuan itu, Samudra berjalan menghampiri Andra lalu menatap pria yang serius bekerja seolah di ruangan itu tidak ada siapapun.


"Ayah ingin mengatakan sesuatu yang jujur padamu. Ini tentang kekasihmu, Putri." Ucap Samudra langsung menarik perhatian Andra saat pria itu sudah tidak fokus lagi membaca dan kini telinganya terfokus pada kata-kata ayahnya.


"Sebenarnya, Putri sudah meninggal. Kecelakaan yang kalian alami berdua telah merenggut nyawanya.


"Ketika berada di rumah sakit, Dia kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor darah dengan segera, tapi karena golongan darahnya yang langka dan dia tidak memiliki kerabat maka tidak adanya stok darah membuatnya harus kehilangan nyawanya.


"Dan ide untuk menjadikan Sarah sebagai ganti Putri, Ayah pilih supaya kau mau menikahi Sarah. Kau juga tahu ini bersangkut dengan bisnis, salah satu perusahaan Angkasa menyediakan bahan baku untuk perusahaan ayah jadi ayah terpaksa melakukannya untuk mencegah beberapa saingan ayah yang merupakan teman Angkasa merebut kerjasama." Ucap Samudra sembari mengamati reaksi Andra, pria itu mengepal kuat tangannya.


"Karena Ayah sudah membuat kesalahan, maka hari ini ayah akan memutuskan hubunganmu dengan Angkasa. Ayah akan membiarkan satu perusahaan Ayah terbengkalai asal kau bisa maafkan ayah." Ucap Samudra tanpa menunggu jawaban Andra lalu pria itu segera meninggalkan ruangan Andra.


@Info.

__ADS_1


Masih 2 bab lagi, sementara di garap,, jadi nunggunya biasa ajah, gak usah terlalu lebay.


__ADS_2