Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
115. Bisakah aku pergi?


__ADS_3

"Memalukan..!" Gerutu Ana memukul-mukul kepalanya.


Anak tertunduk menggertakkan giginya, tak habis pikir dengan dirinya sendiri.


Tiba-tiba saja, terdengar suara langkah kaki dari dalam toilet, bukan hanya satu tapi mungkin ada beberapa kaki yang melangkah dari sana.


Ana menghentikan tangannya yang masih memukul kepalanya dan perlahan mengangkat wajahnya.


Ia melihat tiga pasang kaki berada di depannya lalu pandangannya semakin naik ke atas.


Titin, Milan dan Mona.


"Hi..." Mona tersenyum sangat ramah memperlihatkan serentetan gigi putihnya yang berbaris dengan rapi.


"Jangan sok akrab dengannya!" Milan mencubit pinggang temanya itu untuk memperingatkannya.


"Ahh..! Sakit!" Rintih Mona mengusap-usap pinggangnya.


"Mau apa kalian?" Ana mundur membentur pintu yang sudah tertutup di belakangnya, Gadis itu sedikit gemetaran dan tangannya terkepal kuat.


"Apa lagi, Kami ingin memberi pelajaran pada gadis miskin yang hidup hanya dari beasiswa tapi berani menebar pesona di depan para pria-pria di kampus ini!" Milan mewakili Titin berbicara.


"Benar! Kamu seharusnya tidak mengganggu siapapun, apalagi mengganggu pria yang disukai oleh Titin. Meskipun kau dan pria itu terlihat serasi karena sama-sama cantik dan tampan, tapi tetap saja Titin sudah menyukainya lebih dulu. Sesama perempuan harus saling menghargai bukan?" Mona berbicara dengan cepat.


Ana ".."


Milan mengangguk-angguk setuju, tapi begitu dia kembali menangkap makna yang sebenarnya dari kata-kata gadis itu, ia langsung menggertakan giginya.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan?! Serasi karena sama-sama tampan dan cantik?" Nafas Milan memburu.


"Apa katamu?!" Titin yang sedari tadi diam akhirnya berbicara kala mendengar kedua teman di sampingnya malah mengakui bahwa Ana serasi dengan pria tampan itu.


Lebih lagi, mengatakan bahwa Ana cantik?!


Cantik dari mana? Cantik dari kemiskinan?!


Milan dan Mona "..."


Milan menginjak kaki Mona dan berbalik menatap Titin, kembali memperlihatkan wajah bersalahnya.


"Bukan aku yang mengatakannya, tapi Mona juga hanya salah ucap!" Ucap Milan.


"Sekali lagi kalian mengatakannya, aku tidak akan bergaul lagi dengan kalian!" Ancam Titin.


Titin menatap Milan, ia sedikit tidak puas tapi kemudian dia mengabaikan urusannya dengan Milan dan Mona saat dia kembali mengingat gadis yang masih berdiri di depan mereka.


"Hei..! Sudah cukup menontonnya?!" Ucapnya dengan suara penuh penekanan membuat Ana sedikit tersentak dan menelan air liurnya.


'Kak Siro,, dimana kau?!' gumamnya dalam hati kala keningnya telah dipenuhi keringat dingin.


Bagaimana bisa dia menang melawan ketiga orang itu sementara dia tidak bisa pergi kemana-mana karena dia disudutkan ke dinding dan tidak bisa membuka pintu sebab dia menindih pintu itu ke belakang.


"Maaf, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Bisakah aku pergi?" Setiap kata yang diucapkan anak keluar diiringi bibirnya yang gemetaran karena takut.


Dia adalah gadis lembut, tidak terbiasa menghadapi hal-hal seperti ini.

__ADS_1


Di keluarganya dia di lakukan dengan sangat lembut, ayah dan ibunya sangat menyayanginya.


Meski kakaknya beberapa kali memarahinya, tapi lelaki itu memarahinya dengan suara yang pelan dan lembut, tidak pernah berkata kasar seperti yang dilakukan Titin!


"Membiarkanmu pergi?" Titin tersenyum menyemir dan beberapa detik kemudian dia tertawa dengan keras.


Tawa Titin menular pada Milan, gadis itu juga tertawa mengejek pada Ana.


"Kenapa kalain tertawa? Bukankah seharusnya menjawab pertanyaannya?" Mona mengeryit, dia tidak memahami kedua temannya.


Titin dan Milan "..."


Begitu melelahkan mengajari teman mereka yang satu ini untuk menindas seseorang!


Lebih melelahkan daripada menghadapi dosen yang terlalu banyak memberi tugas!


Melihat Milan dan Titin menatapnya dengan aneh, Mona tersenyum polos.


"Apakah aku salah lagi?" Tanyanya.


Titin dan Milan "..."


Benar-benar melelahkan!


@Interaksi


__ADS_1


Iya bisa, seluas samudra, setinggi angkasa dan sepanas neraka..! Mau?


__ADS_2