Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
161. Jangan matikan lampunya!


__ADS_3

Akhirnya, 1 per 1 orang tua telah datang dan mereka mendampingi putra-putri mereka.


Sementara Anastasya, orang tuanya adalah yang paling terakhir datang.


Ayah dan ibunya begitu terkejut melihat keadaan Putri mereka, sang ayah segera melepas jasnya dan menutupi tubuh putrinya.


"Ibu,, hiks hiks,," Anastasia menangis dengan histeris di dalam pelukan ibunya.


Semua orang tua menatapi Gadis itu tapi setelah mendengar cerita dari putra-putri mereka, tidak ada lagi yang kasihan pada Anastasia, mereka melihat Anastasia sebagai perempuan yang sedang bersandiwara.


"Siapa yang melakukan ini pada putriku?!" Ayah Annastasia tiba-tiba berdiri dan memandang marah pada semua orang.


"Dia sendiri yang melakukannya! Dia merencanakan sebuah kecelakaan untuk seorang gadis beasiswa dari kampus kami dan berakhir di posisi yang dicelakai!" Milan langsung berbicara, dia benar-benar tidak takut pada keluarga Anastasia karena keluarga Rohan berada di pihaknya.


"Benar, dia mengundang para atlet angkat besi datang ke tempat ini untuk melecehkan seorang gadis, dan akhirnya dialah yang dilecehkan!" Titin mencibir.

__ADS_1


"Tidak!!! Tidak seperti itu!!! Ayah, ibu, jangan percaya pada apa pun mereka katakan! Mereka telah berbohong! Merekalah yang merencanakan nya lebih dulu dan malah berakhir menjebakku!" Anastasia berteriak histeris.


"Beraninya kalian menfitnah putriku!" Ayah Anastasia meneriaki dua gadis yang baru saja berbicara. .


"Tuan Fian, kau berani meneriaki putriku?!" Tuan Rohan akhirnya berbicara membuat Ayah Anastasia tidak berani lagi berkata apapun.


Dia tahu keluarga Rohan memiliki kekuasaan yang sangat besar di kota FF dan status keluarganya juga masih berada di bawah keluarga Rohan, jadi pria itu hanya terdiam dan tak berani lagi berkata apapun selain membujuk putrinya supaya menjadi lebih tenang.


"Ayah, Ibu, aku mau gadis miskin yang menyebabkan aku seperti ini segera mendapat balasan yang setimpal. Gara-gara dia aku sampai dipermalukan seperti ini. Masa depanku sudah tidak ada lagi, mana ada pria yang mau bersamaku setelah mengetahui kejadian ini,, hiks,,, hiks,,, hiks,," Anastasia menangis dengan keras.


Namun, suara tangisannya langsung berhenti ketika salah satu pengawal dengan suara keras berkata "Diam! Bos besar kami menginginkan bertemu kalian di lantai atas."


"Kami, bolehkah kami langsung pergi saja? Kami tidak ada niat untuk bertemu dengan tuan besar kalian. Kami hanya keluarga kecil yang,,"


Pengawal: "Tidak ada satupun yang boleh meninggalkan tempat ini sebelum bertemu dengan bos besar kami." Kata pengawal itu lalu beberapa pengawal lain datang dan menuntun semua orang ke lantai atas.

__ADS_1


Anastasia berjalan dengan kaki telanjang, dia benar-benar tidak mau pergi tapi sang pengawal berkata akan menyeretnya ketika dia tidak mau berjalan sendiri.


Dengan langkah gemetaran dan suara tangisan yang ditahan Anastasya dituntun kedua orang tuanya lalu mereka segera tiba di ruangan ruangan lantai atas.


"Di mana Bos Besar kalian?" Tuan Rohan bertanya pada sang pengawal ketika dia melihat ruangan itu masih kosong.


Dia berasal dari keluarga Rohan, dan tidak mungkin ada orang yang berani mempermainkannya seperti itu. Kalau tidak, dia benar-benar akan membuat perhitungan dengan orang itu.


"Kalian tidak punya hak untuk bertanya!" Sang pengawal segera berlalu meninggalkan orang itu dengan pintu yang telah ditutup dan lampu yang dimatikan.


"Hei! Jangan matikan lampunya! Aku takut kegelapan!" Mona berkata sembari memeluk orang tuanya.


@Interaksi


__ADS_1


Sekarang dah tau kan? Makasih doa dan dukungan dari para kakak2 yg sedikit imut,,, maaf gak sempat bls 1 1 komennya.



__ADS_2