
Selama 10 menit, mereka masih tahan duduk di dalam kegelapan tetapi setelah waktu 10 menit berlalu perlahan-lahan setiap orang sudah berjalan ke arah pintu dan menggedor pintu supaya pintu dibuka.
"Buka...! Hei...! Bukan pintunya...!" Para atlet angkat besi memenuhi pintu dan menggedor-gedor pintu itu.
"Apa yang terjadi? Mereka mengerjai kita?" Titin berbicara dengan kesal sembari menatap wajah ayahnya yang disinari oleh senter hp miliknya.
"Tenanglah, orang-orang kita akan segera datang." Jawab Tuan Rohan.
"Tapi kapan Ayah? Berapa lama lagi kita harus terjebak di tempat ini?" Titin menggerutu dengan kesal.
"Sabarlah sebentar, Ayah sudah mengerahkan banyak orang untuk mengepung tempat ini, jadi seberapa banyak pun pasukan yang dimiliki orang-orang itu tidak akan mengalahkan pengawal yang ayah sediakan. Pengawal ini bahkan Ayah minta dari orang-orang Tuan Dewa." Jawab Tuan Rohan.
"Benarkah? Tapi mengapa tadi Ayah tidak langsung mengatakan kalau kita berhubungan dekat dengan Tuan Dewa, kalau begitu mereka akan langsung membiarkan kita pergi karena semua orang di kota FF takut pada Tuan Dewa." Kata Titin sembari mendengus kesal karena ayahnya terasa sudah menjadi bodoh pada hari itu.
"Maaf, tadinya Ayah terlalu terkejut." Jawab Tuan Rohan meski sebenarnya dia merasa ada sesuatu yang aneh.
Pengawal yang berjaga di ruang bawah tadi, dia serasa pernah melihat orang itu berada di sisi Dewa.
Tapi dia masih belum yakin apakah itu orang yang sama atau dia hanya salah menerka.
"Huh, setelah orang-orang suruhan ayah datang, kita akan membuat tempat ini rata dengan tanah dan mengeluarkan bos besar yang tidak berakhlak itu! Beraninya mereka menyiksa orang dari keluarga Rihan yang berhubungan dekat dengan Tuan Dewa.l!" Geram Titin diam-diam didengar oleh semua orang di tempat itu, jadi mereka merasa sedikit lebih tenang.
Jika yang datang benar-benar pengawal yang bekerja bersama Dewa maka mereka sebaiknya tidak perlu kuatir lagi dengan Bos besar yang dimaksud oleh pengawal-pengawal tadi.
__ADS_1
Namun, harapan mereka harus sia-sia ketika tiba-tiba saja layar besar yang berada di sisi kanan tempat mereka duduk tiba-tiba saja menyala.
"Apa itu?" Semua orang melihat ke arah layar itu dan seorang pria duduk di sana dengan mata yang terlihat suram.
Tapi, kesuraman pada mata pria itu tidak menutupi kemarahan yang terpendam di hati pria yang sedang duduk di atas kursi.
"Ayah, Bukankah itu Tuan Dewa?" Titin langsung berseru mengejutkan semua orang.
Dewa memang sangat terkenal di kota FF tapi belum pernah ada yang melihatnya kecuali orang2 penting, karena pria itu terus bersembunyi seperti hantu yang berada disekitar mereka tidak terlihat.
"Itu tuan Dewa,,"
"Apakah benar-benar Tuan Dewa? Bagaimana bisa Tuan Dewa muncul di sana?"
Semua orang menjadi ribut tatkala pria di layar itu masih terlihat enggan bergerak, tapi satu orang yang berada di ruangan itu terpaku melihat layar dengan keringat dingin memenuhi punggungnya.
Tuan Rohan belum mengatakan apapun ketika pria yang berada di layar sudah menggerakkan bibirnya "Kalian semua, harus mati!"
1 kalimat yang diucapkan Dewa mengagetkan semua orang.
"A,,,apa?!"
"Ayah Ada apa ini? Mengapa Tuan Dewa mengatakan kita harus mati?!" Titin bergetar memandangi ayahnya sementara layar di depan telah menghilang.
__ADS_1
"Sayang,,sadarlah!" Nyonya Rohan juga mengirim menggoyangkan bahu suaminya karena pria itu seperti pria kesurupan yang tak mampu lagi berbicara.
"Ayah...!" Suara Titin menjadi lebih keras karena ayahnya masih tidak bergeming.
Tuan Rohan belum menjawab kedua orang di sisi-nya ketika layar kembali menyala memperlihatkan seorang pembawa acara yang sangat terkenal di kota FF.
"Berita terkini, 5 perusahaan besar di kota FF baru saja mengalami kebangkrutan, masing-masing perusahaan ini bergerak dibidang yang berbeda dan yang menggumumkan kebangkrutan mereka adalah perwakilan dari grup DX." Setting pembawa acara itu berpindah pada seorang pria yang merupakan juru bicara perusahaan DX.
"Nama-nama perusahaan yang tercantum di layar, mulai detik ini dinyatakan bangkrut oleh DX. Perusahaan DX tidak akan menolerir jika beberapa pihak berusaha melawan DX Grup!" Pria itu menyelesaikan ucapannya lalu layar menjadi hitam.
"Apa?! Kita diasingkan?!" Titin langsung melemas dan jatuh tersungkur.
Nama perusahaan mereka berada pada daftar!
Pada dua tahun sebelumnya sudah ada perusahaan yang terlihat baik-baik saja dan sedang berkembang pesatnya di kota FF, tapi kemudian perusahaan itu memiliki sebuah masalah dengan grup DX, grup DX langsung menggumumkan kebangkrutan perusahaan itu meski perusahaan itu baik-baik saja.
Namun, hanya beberapa detik setelah pengumuman dari DX dikeluarkan maka perusahaan itu langsung mengalami masalah yang sangat besar dan terjadi kebangkrutan di jam berikutnya.
Hal ini karena seluruh kalangan atas sampai menengah di kota FF dikuasai oleh grup DX jadi mereka semua dengan patuh menarik kerjasama dan menarik saham-saham mereka di perusahaan yang namanya disebutkan.
Intinya, dalam sekejap seluruh anggota keluarga yang berasal dari perusahaan Itu harus mengasingkan diri ke luar negeri tanpa membawa sebesar apapun demi menghindari pengasingan yang dilakukan oleh seluruh warga Kota FF pada mereka.
Dan sekarang, insiden dua tahun lalu itu kembali lagi terjadi pada lima perusahaan yang baru saja disebutkan.....
__ADS_1
"Bagaimana ini,, keluarga kita..!" Satu per satu orang dalam ruangan itu lemas melihat nama perusahaan mereka.