
Dua hari kemudian.
Sore hari itu sangat mendung, semua orang bergegas melakukan kegiatan mereka sebelum hujan deras turun membuat malas melakukan apapun.
Sore itu, Ana baru tiba di kampus karena kelasnya hanya ada satu yaitu pada sore hari pukul 16.30.
Begitu memasuki kelas, semua orang sedang ramai mengelilingi sebuah bangku, bahkan Kiora juga terlihat sedang antusias mengintip seseorang yang sedang dikerumuni oleh para mahasiswi.
"Ada apa?" Ana mendekati Kiora dan menarik gadis itu supaya menjauh dari kerumunan.
"Mahasiswa transferan, dia sangat tampan dan dia adalah senior kita. Tapi kebetulan dia mengambil mata kuliah yang sama dengan kita." Kiora menjelaskan dengan sangat antusias.
"Ooh," Ana menghela nafasnya, dia sangat tidak tertarik dengan hal seperti itu. Dia kemudian berjalan kearah bangku yang kosong dan duduk di sana sembari menyiapkan barang-barangnya untuk memulai perkuliahan.
Tiba-tiba saja, 3 kumpulan kecoak memasuki ruang kelas.
"Ehh,,,! Apa yang kalian lakukan?!" Milan mendekati kerumunan dan dalam sekejap berhasil membubarkan semua orang-orang itu.
"Sial..! Kita terlambat sebentar saja dan mereka sudah mengerumuni pria tampan!" Mona berbicara dengan kesal lalu dia dan Titin segera menghampiri pria tampan yang terlihat bosan menunggu datangnya dosen.
Wajah Titin terlihat sangat senang, akhirnya setelah meninggalkan Siro yang ternyata hanya seorang pengawal biasa, sekarang dia mendapat target baru.
Seorang pria bernama Claudio merupakan pewaris dari negara Q!
__ADS_1
Selain pewaris yang kaya raya, pria itu juga tampan dan memiliki tubuh yang sempurna!
"Hi, perkenalkan namaku Titin, gadis paling populer di angkatan kami, sebentar lagi akan menjadi garis paling populer di kampus ini." Titin berbicara sembari mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Claudio.
Pria yang terlihat malas itu mengalihkan tatapannya pada Titin, ia menatap sesaat sebelum membuang wajahnya, sama sekali tidak tertarik dengan Titin.
"Hei,, apa kau tahu kalau kau sudah mempermainkan siapa? Dia adalah Titin, mahasiswi paling populer di kampus ini dan berasal dari keluarga paling kaya di kota ini!" Milan berkata dengan kesal karena tidak suka seorang pria mengabaikan Titin.
"Gadis dari keluarga paling kaya di kota FF?" Claudio akhirnya tertarik dan kembali menatap Titin dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Siapa namamu?" Claudio kembali bertanya.
Semua orang "..."
Tapi bagi Titin itu bukanlah hal yang penting. Ia dengan senyum manisnya langsung berkata "Titin. Siapa namamu?"
"Titin?" Claudio menyipitkan matanya seolah pria itu sedang berusaha mengingat sesuatu.
"Ya,, aku gadis paling populer dan berasal dari keluarga paling kaya di kota FF." Ucap Titin.
Meski keluarganya bukan yang paling kaya, tapi dia yakin dengan segera keluarganya akan menjadi yang paling kaya jika dia bisa menikah dengan pria di depannya.
"Kau yakin kau gadis paling kaya di kota ini?" Pria itu sedikit mencibir sebelum melanjutkan ucapannya "Apa kau berteman dengan Ana? Garis beasiswa dari negara X?" Tanyanya.
__ADS_1
"Ana?" Semua orang langsung memandang pada Ana yang sudah duduk bersama Kiora dan Siro.
Mereka semua terkejut kalau pria pewaris dari negara Q ternyata mengenal dan bahkan mencari seorang Gadis miskin beasiswa dari negara X!
"Ini dia orangnya!" Kiora langsung berbicara dengan lantang sembari menunjuk pada Ana.
Claudio memperhatikan Ana secara seksama sebelum mengambil tasnya dan berjalan menghampiri ana.
Kiora yang terkejut langsung berdiri dan bergeser posisi untuk memberikan tempat bagi Claudio.
"Hai, perkenalkan namaku Claudio, dari negara Q!" Ucap Pria itu mengulurkan tangannya pada Ana untuk berjabat tangan.
Wajah Ana langsung merah, apalagi ketika kelas itu menjadi riuh karena semua orang terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan.
Seorang pria tampan menolak mentah-mentah Titin si gadis kaya raya lalu menghampiri seorang Gadis miskin yang bisa bersekolah di kampus mereka hanya karena beasiswa!
Ana mengulurkan tangannya dan menjabat tangan Claudio lalu menyebut namanya sebelum melepaskan jabatan tangan mereka dan kembali fokus pada catatannya.
'Mengapa aku merasa aneh!' Ana mengerjapkan matanya dia merasa sebagai seorang gadis yang sedang berselingkuh di depan seorang pria yang ia cintai.
Sementara Siro, pria itu melihat adegan yang baru saja terjadi dan hatinya sedang terbakar oleh api yang panas yang tidak diketahuinya berasal dari mana.
Namun yang paling penting, dia merasa tidak nyaman dengan kehadiran Claudio. Diam-diam dia menatap tajam pada Claudio seolah pria yang sedang marah karena gadisnya telah di goda secara sembarangan.
__ADS_1