
Kembali fokus ke kamar Andra.
Sarah menggunakan kunci sarepnya membuka kamar Andra, Sarah kembali mengunci pintu itu dan tersenyum melihat Andra sedang tertidur pulas di atas ranjang.
'Hai suamiku..!' gumamnya mengendap-endap ke samping ranjang dan memeriksa apakah Andra telah tertidur atau belum.
Sesuai dugaan nya, pria itu Sudah terlelap jadi Sarah langsung naik ke atas tempat tidur dan berbaring memeluk lengan Andra.
'Dia bau alkohol.' gumam Sarah mengendus Andra sebelum duduk di tempat tidur dan menemukan botol anggur dan sloki di atas meja.
'Dia pasti sudah melalui hari yang sangat berat.' gumam Sarah kembali tidur namun kali ini dia tidak memeluk lengan Andra dan memilih menggunakan lengan Andra sebagai bantal kepalanya dan tubuh Andra sebagai guling untuk dipeluk.
'Si ulat bulu pasti tidak akan pernah menyangka kalau aku sebenarnya tidur bersama suamiku!' gumam Sarah tersenyum puas sembari mengeratkan pelukannya di tubuh Andra.
Sarah hampir tertidur lelap ketika ia terganggu oleh sebuah tekanan berat pada tubuhnya.
Membuka matanya yang sudah berat, Sarah melihat Andra kini menggulingkannya ke samping dan pria itu berada di atas tubuhnya.
Dalam sekejap, mata Sara yang begitu berat langsung melotot karena terkejut dengan pemandangan di depannya.
Dia hendak berbicara ketika Andra tiba-tiba menurunkan kepalanya dan membungkam bibir Sarah.
__ADS_1
"Mmh!" Sarah bisa merasakan sisa-sisa alkohol di dalam mulut Andra terutama ketika pria itu mulai mengeluarkan lidahnya agar sedalam mungkin bisa menguasai mulut Sarah.
'Akhirnya, malam pengantin kami, mungkinkah akan terjadi malam ini?' Sarah bergumam sambil tersenyum.
Ia melingkarkan tangannya di leher Andra dan membiarkan ciuman mereka mengalir dengan bebas.
"Putriku," ucap Andra di sela-sela ciumannya sembari tangannya bergerilya di sekujur tubuh Sarah.
'Iya sayang, aku di sini!' gumam Sarah membalas ciuman Andra semampu yang ia bisa.
Sarah yang menggunakan gaun tidur selutut dihiasi kancing depan full dari atas sampai bawah dengan mudah terlepas dari tubuhnya.
Tubuh Sarah menegang dan pipinya memanas saat Andra yang sedari tadi hanya mengusap tubuhnya dari luar gaunnya kini langsung menyentuh kulitnya yang sensitif.
"Aku merindukanmu, dan tidak akan melepaskan mu malam ini!" Ucap Andra lalu pria itu menarik tali BH Sarah lalu melemparkan benda kecil itu ke sembarang tempat.
Menurunkan ciumannya ke leher lalu ke dada Sarah, pria itu terbakar perasaan rindu dan nappsu sembari meninggalkan jejak-jejak kemerahan di kulit putih milik Sarah.
Ia tidak bisa melihat Sarah, namun dalam hatinya dia benar-benar yakin bahwa perempuan dibawahnya adalah kekasihnya, Putri bidadari kecilnya!
Dalam pengaruh alkohol yang kuat, hasrat pria itu menjadi lebih tinggi seolah malam itu dia harus menuntaskan semuanya atau ia akan menyesal seumur hidupnya.
__ADS_1
'Oh tidak..! Apa yang,' Sarah memenjamkan matanya dan mencengkram keras baju kaos Andra ketika ia merasakan tangan pria itu memasuki benda segitiga miliknya.
"Mmhh!" Erang Sarah dengan perasaan aneh.
Ia merasa takut namun juga tertantang. Tubuhnya menegang dan dia berada dalam kebingungan harus melakukan apa.
Ia bergetar dengan permainan Andra di dadanya ditambah dengan permainan pria itu bawah area pribadinya.
Cup cup cup..
Mulut Andra terus bekerja seiring dengan kedua tangan pria itu sedang menekan, mengusap dan memainkan tubuh Sarah.
Setelah melakukan pemanasan cukup lama, Andra tidak bisa lagi menahan diri lalu pria itu segera bangkit dengan nafas tersengal dan dengan tubuh bergetar melepaskan semua pakaiannya lalu melemparkannya sembarang.
Setelahnya, Andra kembali menyentuh Sarah dan jeritan Sarah melepas kegadisannya pada malam itu menghiasi seluruh kamar.
@Interaksi
Otor membaca komenan kalian sambil meringkuk di sudut ruangan berharap langit segera runtuh menimpah mahluk bumi..!👀
__ADS_1
Orang buta membaca huruf braille, otor sudah pernah mengatakannya di bab sebelumnya,, tapi lupa bab berapa hehe... bisa tanya om google kalo blm paham ya....👍👍