
Siro segera tiba di pulau putih dan menjemput Andra yang sudah pulang bersama dewa.
Dengan langkah santai dan tenang, Andra mendekati Siro untuk meminta laporan pekerjaan pria itu.
"Saya sudah mendapatkannya, 200 ekor ikan yang masih hidup dan tentunya dengan kualitas terbaik." Lapor Siro.
"Berikan aku 5 ekor ikan betina dan sisanya pelihara di pulau putih." Ucap Andra lalu pria itu menaiki mobil yang membawa mereka kembali mansion putih.
Begitu memasuki mansion, Sarah sudah menunggunya di depan pintu. Perempuan itu berlari ke arah Andra dan memeluk Andra dengan erat.
"Kau sudah kembali. Dimana ikannya?" Tanya Sarah.
"Ini Nyonya," ucap Siro memperlihatkan 5 ekor ikan yang sudah ia siapkan.
"Bagus! Aku dan Anna sudah menyiapkan bumbunya, ayo pergi memasaknya!" Ucap Sarah lalu perempuan itu segera menarik Andra ke dalam mansion.
"Aku sudah menyiapkan pakaianmu, pergilah mandi dan temui aku setelah mandi, kita akan makan malam bersama." Ucap Sarah mendorong pria itu ke dalam lift sementara dirinya berlalu ke dapur dengan diikuti oleh Siro.
Dewa yang melihat kejadian itu hanya bisa terdiam sebagai pihak yang diabaikan.
"Kakek, cepatlah!" Ucap Andra dari dalam lift ketika melihat Dewa masih dia menatap ke arah Shiro dan Sarah yang sudah berjalan ke dapur.
__ADS_1
Kedua pria itu akhirnya kembali ke kamar mereka untuk berberes-beres.
Sementara Sarah dan Siro yang sudah berada di dapur, keduanya memeriksa ikan yang dibawa.
"Ikannya masih hidup?" Ucap Sarah mengamati ikan itu mencari bekas kail di mulut ikan.
"Benar Nyonya, karena ketika dipancing ikannya langsung dimasukkan ke dalam air supaya tetap segar sampai di mansion." Ucap Siro dengan bangga.
"Tapi, dimana bekas kailnya?" Tanya Sarah kala perempuan itu masih mengamati mulut ikan yang dipegang oleh siroh.
Sementara Siro, pria itu tersentak dalam hati dan keringat dingin kembali memenuhi punggungnya kala ia mendengar pertanyaan Sarah.
Siapa yang menyangka kalau perempuan yang hendak memasak ikan malah mencari bekas kail di mulut ikan yang di pancing!
Biasanya orang menghindari ikan dengan luka di tubuhnya, tapi sekarang,,,
Melihat Siro hanya terdiam, Sarah kembali bertanya "Dimana bekas kailnya? Aku tidak mau memasak ikan yang tidak memiliki bekas kail di mulutnya."
"Uh, Nyonya, biarkan aku memeriksanya sebentar." Ucap Siro dengan tangan yang kaku memeriksa satu persatu ikan berharap bahwa salah satu ikan itu memiliki bekas luka di mulutnya.
Tapi siapa yang menyangka bahwa perintah Siro untuk memilih ikan dengan kualitas terbaik membuat pria yang ditugaskan nya tidak memiliki ikan-ikan yang memiliki setitik pun lecet di tubuhnya.
__ADS_1
"Ini bukan ikan yang di pancing bukan?!" Sarah menyerit menatap Siro saat pria itu sudah memeriksa kelima ikan secara bolak-balik namun tidak mendapati satu pun ikan dengan luka kail di mulutnya.
"Nyonya, ini benar-benar dipancing, tapi mungkin saja lukanya tidak kelihatan." Ucap Siro dengan jantung berdegup kencang saat pria itu kembali mengambil salah satu ikan dan memeriksanya.
"Pembohong!" Ucap Sarah meninggalkan Siro.
Melihat Sarah pergi, Siro langsung menyusul perempuan itu dan mendahului Sarah sembari membungkuk pada Sarah.
"Nyonya saya mohon, Tolong percaya pada Tuan. Dia tidak mungkin membohongi Nyonya." Ucap Siro ketakutan.
Siro begitu takut membayangkan hukuman dari Andra atas kelalaiannya menjalankan tugas.
Apalagi, pria itu sudah menghabiskan satu miliar lebih hanya untuk mendapatkan ikan mujair dan malah berakhir sia-sia.
Bukan sia-sia, tetapi malah membawa pertengkaran untuk Tuan dan Nyonya nya.
"Minggir kau!" Ucap Sarah dengan tegas lalu perempuan itu segera menerobos Siro dan memasuki lift untuk naik ke lantai 3.
@Interaksi
__ADS_1
Pengennya gitu, tapi novel ini belum memenuhi syarat untuk melakukannya 😭😭 masih kurang hot...🤦