
Keduanya masih berpelukan dalam posisi Andra memangku Sarah saat seorang dokter dan dua orang asistennya memasuki ruangan.
Ketiga lelaki itu berdiri memandangi dua orang yang sedang melepas rindu mereka.
"Maaf mengganggu, tapi kami disini untuk mengobati luka Tuan Andra." Kata dokter sembari berjalan mendekati Andra dan Sarah.
Merasakan Andra masih terus menangis, akhirnya Sara lah yang menjawab sang dokter.
"Silahkan di obati." Katanya dengan tangan masih terus mengusap dan menepuk-nepuk pundak Andra.
Mendengar ucapan Sarah, ke-3 orang itu segera membersihkan luka Andra sembari menutup mata mereka pada kemesraan sepasang suami istri yang sedang berpangkuan sambil berpelukan.
Setelah lukanya selesai diobati, Andra masih tetap menangis dengan gemetaran sembari memeluk Sarah dengan pelukan yang selalu terasa sangat erat bagi Sarah.
Sarah baru akan menegur Andra supaya tidak menangis lagi ketika pintu kamar terbuka memperlihatkan Samudra yang sudah memasuki ruangan.
"Hentikan tangisanmu! Dasar bodoh!" Teriak Samudra yang sangat kesal pada putranya, sedari tadi dia mengamati dari ruangan CCTV dan putranya tidak berhenti menangis sampai baju Sarah menjadi sangat basah.
__ADS_1
Baju yang dikenakan Sarah terbuat dari kain berwarna putih yang agak tipis karena perempuan itu merasa gerah dengan musim panas.
Air mata Andra yang membasahi bajunya langsung membuat kulit pria itu tercetak dengan jelas, bahkan BH berwarna biru tua yang dikenakan sarah juga ikut tercetak.
Samudra langsung melepas jasnya dan berjalan kearah dua orang itu lalu membungkus Sarah dengan jas miliknya.
"Terima kasih," ucapkanlah lalu pria itu kembali fokus pada Andra.
"Sayang, berhentilah menangis, aku tidak mau kalau sampai matamu kembali mengalami iritasi karena terlalu lama menangis." Ucap Sarah akhirnya membuat pria itu berusaha menahan tangisannya.
Sarah tersenyum melihat Andra, dia tahu bahwa pria itu ingin mengatakan banyak sekali sesuatu, tapi sepertinya pria itu menjadi semakin sakit dan tak sanggup mengatakan semuanya.
Bagaimana lagi, semua kenangan yang ditimbulkan Andra pada Sarah selain kenangan di negara Mr adalah kenangan pahit yang sebaiknya tidak perlu mereka ungkit.
"Tidak perlu mengatakan apapun, Aku sudah memaafkan semuanya. Tapi aku aku punya satu permintaan besar untukmu." Ucap Sarah dengan wajah yang enggan mengatakan permintaannya membuat Andra menjadi sangat panik.
Mungkinkah perempuan didepannya memiliki permintaan yang sangat berat untuk ia lakukan?
__ADS_1
"Apa yang kau inginkan? Katakanlah, aku akan menuruti semuanya, bahkan jika kamu punya 1000 permintaan." Ucap Andra dengan wajah sungguh-sungguh.
Samudra memperhatikan kemesraan kedua orang itu lalu pria itu duduk di salah satu sofa.
Dia tahu, sebentar lagi Angkasa akan memasuki ruangan dan menagih janji Andra.
"Permintaanku supaya mulai hari ini dan selama-lamanya, kamu harus tetap berada disisiku. Tidak boleh meninggalkanku, tidak boleh menyentuh perempuan lain, tidak boleh memikirkan perempuan lain, tidak boleh-" Sarah belum menyelesaikan ucapannya kala ia berhenti berbicara saat melihat Andra malah tersenyum mendengarkannya.
"Apa yang kau lakukan?! Aku sed-" ucapan Sarah terpotong saat Andra memegang tenkuk perempuan itu dan membungkam bibir Sarah.
Tidak ada gairah di ciuman itu, hanya ada ciuman kerinduan penuh cinta disertai rasa penyesalan yang mendalam.
Berciuman beberapa menit, Andra lalu melepaskan ciuman itu dan menatap Sarah dengan nanar.
"Aku selalu ingin berada disisimu sampai selama-lamanya." Kata Andra kembali memeluk Sarah dengan erat dan memberikan beberapa ciuman di telinga Sarah.
'Maafkan aku sayang, maaf tapi kali ini aku harus mengecewakanmu lagi karena aku sadar aku bukanlah pria yang pantas untukmu. Aku terlalu beruntung jika bisa bersamamu seumur hidup.' Batin Andra.
__ADS_1