
Angkasa menyelesaikan segala urusannya dan pada malam hari pria itu kembali ke apartemennya.
Begitu memasuki apartemen dan melepaskan sepatunya, pria itu menajamkan telinganya saat mendengar seorang pria sedang berbicara.
"Dia baik-baik saja. Terapinya berjalan dengan lancar dan dokter mengatakan Kalau mungkin dalam beberapa hari ini dia akan segera sembuh karena Ayah membohonginya bahwa dia baru bisa pergi melihat makam Putri ketika matanya telah sembuh."
Sarah terkikik mendengar cerita Samudra, bagaimana mungkin pria itu akan menemui makam seorang perempuan yang masih hidup?
*Ayah benar-benar nakal, bagaimana reaksi Andra kalau nanti Andra sembuh dan mengetahui Ayah sudah membohonginya berkali-kali? Dia pasti marah besar pada Ayah!*
"Ayah tidak perduli. Pokoknya kau harus bekerjasama dengan ayah jangan memaafkannya terlalu mudah, kalau tidak, semua usaha ayah akan sia-sia!" Ucap Samudra kembali membuat Sarah tertawa dengan suara yang tertahan karena perempuan itu sudah diperingatkan oleh Giang supaya tidak memaksakan dirinya untuk mengeluarkan suara.
"Kau begitu senang sekarang? Hah,, ayah berharap waktu cepat berlalu supaya kau dan Andra bisa segera sembuh dan hidup bahagia selamanya." Ucap Samudra.
"Bahagia?!" Tiba-tiba suara Angkasa mengejutkan kedua orang itu dan langsung menoleh ke sumber suara.
Terlihat Angkasa dipenuhi kemarahan saat pria itu segera berjalan ke arah Samudra dan Laila yang duduk berdekatan.
Ia menarik baju Samudra dan melemparkan pria itu ke lantai.
__ADS_1
Tak berhenti disitu, Angkasa kemudian menahan tubuh Samudra dan memukul wajah Samudra.
"Apa kau sedang menghina aku?! Beraninya kau datang ke rumahku ketika kau sudah melukai putriku begitu kejam! Seandainya kau mengurus putramu dengan baik maka putriku tidak akan mengalami penderitaan yang menyakitkan!" teriak Angkasa dalam ledakan kemarahannya.
"Mmhh!" Sarah mendekati ayahnya dan berusaha menghentikan pertengkaran kedua ayahnya itu, tapi tenaganya yang terlalu lemah tidak mampu memisahkan mereka.
"Tid,, dak apa,, Sarah kau seb,," Samudra berbicara tertatih-tatih saat pria itu hanya berpasrah dipukuli Angkasa dia tidak melawan sedikitpun dan membiarkan dirinya menanggung kesalahan putranya.
Melihat ayahnya tidak bisa dihentikan, Sarah segera berlari ke arah pintu untuk menelpon bala bantuan saat pintu apartemen terbuka dan Giang bersama Leora telah kembali dari supermarket.
Giang yang melihat kejadian di dalam ruang tamu langsung berlari kearah Angkasa dan menarik Angkasa menjauh dari Samudra.
"Ayah hentikan!" Ucap Giang sembari memeluk erat ayahnya supaya pria itu tidak bisa melepaskan diri darinya.
"Tidak Ayah,, kalau Ayah membunuh, ayah akan masuk kedalam penjara lalu siapa yang akan menjadi Ayah kami? Aku akan kehilangan sosok ayah untuk kedua kalinya!" Ucap Giang sembari pria itu terus menahan Angkasa.
Sementara Sarah, perempuan itu segera berlari mendekati Samudra dan membantu Ayah mertuanya berdiri.
"Sarah, apa yang kamu lakukan?" Tanya Angkasa dengan nada suara yang lembut berbanding terbalik dengan nada suaranya yang sangat kasar saat berbicara dengan Giang.
__ADS_1
Dia tak habis pikir bahwa ketika ia dan Samudra bertengkar, maka putrinnya lebih membela Samudra ketimbang dirinya yang merupakan Ayah kandung Sarah.
Orang yang telah melindungi Sarah sejak kecil, memanjakan perempuan itu, memperlakukannya seperti berlian paling berharga.
"Sayang," Leora mendekati Angkasa dan Giang.
Perempuan itu baru menyentuh dan memeluk kepala Angkasa dan langsung membuat Angkasa menjadi luluh.
Kegeraman dan kemarahan yang terpancar dari tubuhnya seketika lenyap seolah terserap oleh kehangatan dan kelembutan milik Leora.
'Syukurlah Ibu ada di sini.' gumam Giang sembari pria itu melepaskan pelukannya pada ayahnya lalu membiarkan Leora menenangkan Angkasa.
"Paman, biarkan aku mengobati luka paman." Ucap Giang saat pria itu mengambil kotak P3K dan mendekati Samudra.
"Baiklah," jawab Samudra lalu membiarkan Giang dan Sarah mengobati luka di wajahnya yang disebabkan oleh tinjuan dari Angkasa.
@Interaksi
__ADS_1
Pengen ambil 1 atau 2 BAB buat menceritakan, tapi pasti kalian pada protes, 'Udah BAB segini tapi ceritanya masih belum ada perkembangan...' Hayo???
Oya ini hari ke 12 novel ini,, gak nyangka udah selusin hari menemani kalian.. makasih ya buat segala protes dan bacotannya, otor senang membaca komenan kalian lho..👍👍