Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
84. Hukuman untuk semua orang


__ADS_3

Di lantai tiga, Andra baru saja selesai mandi dan menggunakan pakaian nya sambil tersenyum ketika Sarah memasuki kamar dengan wajah penuh kemarahan.


Perempuan itu jarang sekali marah, jadi ketika dia marah wajahnya menjadi sangat menakutkan karena orang jarang melihat ekspresinya yang marah.


"Sayang, ada apa? Apakah Siro membuat masalah hingga membuatmu kesal seperti ini?" Tanya Andra saat pria itu dengan hati-hati mendekati Sarah.


Andra baru mengulurkan tangannya untuk menyentuh Sarah dan menarik perempuan itu ke pelukannya ketika Sarah menepis tangannya dan air mata perempuan itu sudah membanjiri pipinya.


"Sayang, ada apa?" Tanya Andra dengan cemas. Detak jantung kembali lari maraton.


"Apa kau yang memancing ikan mujair itu?" Tanya Sarah tanpa berusaha menghapus air matanya yang sedari tadi telah membanjiri pipinya hingga ke dagunya.


"Ya, tentu saja! Aku mau mancingnya untukmu dan untuk anak kit-"


"Kau memancingnya?! Lalu dimana luka kailnya?! Dari 5 ikan yang kau bawa tidak ada satupun ikan yang memiliki luka di mulutnya! Apa kau sedang coba membohongiku?!" Bentak Sarah membuat Andra mematung.


Mengapa ibu hamil begitu cerdas?


Bukan! Bukan cerdas, ini lebih pada konyol!


Siapa yang mencari luka kail di ikan yang hendak dimasak?! Konyol!


"Sayangku, begini, jadi ikan it-"


"Lagi pula, dari mana kau mendapatkan ikan mujair di pulau putih?! Atau di AS?! Tidak ada ikan mujair di AS! Kau juga pergi memancing ke laut bersama kakek Dewa, dan ikan mujair tidak hidup laut!" Ucap Sarah berteriak marah.


'Benar, tidak ada ikan mujair di AS dan tidak ada ikan mujair di laut! Lalu kenapa kau menyuruhku memancing ikan mujair?!' Andra hendak membantah seperti itu, tapi dia sadar bahwa Sarah tidak boleh disalahkan karena perempuan itu hanya sedang mengidam.


Semuanya bawaan kehamilannya.


Namun, teriakan Sarah membuatnya merasa sangat takut, takut bila perempuan itu sampai kenapa-napa terutama dalam kondisinya yang sedang hamil.

__ADS_1


Ia bisa melihat bahwa istrinya sudah kesulitan bernafas karena amarah tapi perempuan itu terlihat tidak mau disentuh olehnya.


"Pergi kau! Pergi! Dasar pembohong!" Maki Sarah saat perempuan itu mengambil bantal dan memukul Anda supaya pria itu meninggalkan kamar mereka.


"Sayang, tapi kalau aku salah kau tidak perlu mengusirku. Kita bisa membicarakannya baik-baik demi anak kita yang ada di kandunganmu." Ucap Andra memohon pada Sarah.


"Demi anak katamu?! Kau berbohong pada anak kita dan sekarang kau menggunakan anak kita sebagai alasan supaya aku mau berbicara denganmu?! Dasar kau! Ayah Tidak berguna! Keluar dari sini!!!" Sarah kembali memukul Andra dan mau tidak mau Andra akhirnya mengalah lalu keluar dari kamar.


Brak..!!!


Suara pintu yang ditutup dengan keras membuat Andra menghela nafas dengan gusar.


"Siro!" Teriaknya membuat Siro yang sedari tadi berdiri di samping pintu kamar Andra langsung bergetar ketakutan.


Dia sudah menduganya, bahwa setelah Sarah memasuki kamar maka dialah orang pertama yang akan dicari oleh Andra untuk mendapat amukan kemarahan.


"Maaf Tuan," ucapnya tak berdaya.


"Saya salah. Saya siap menerima hukuman." Ucap Siro tak berdaya.


Paling tidak, bukan hanya dirinya saja yang mendapat hukuman tapi tuanya juga mendapat hukuman dari istrinya.


Jadi hal ini bisa dikatakan impas untuk mereka berdua.


"Kau..! Kau pikir ada hukuman yang setimpal untuk perbuatanmu kali ini?! Kau sedang mengujiku?!" Teriak Andra melampiaskan kemarahannya pada Siro.


"Maaf Tuan." Kembali jawab Siro.


"Kau..! Sekarang juga pergi kelilingi pulau ini! Lakukan selama 24 jam dengan kecepatan 50km/jam!" Ucap Andra membaut Siro menahan nafas.


Bukankah itu sama saja membunuhnya?!

__ADS_1


Angin di luar sangat kencang dan udara sangat dingin di malam hari terutama pada dini hari.


Menggunakan pakaian tipis akan membuatnya mati membeku sedangkan membangunakan pakaian tebal akan membuatnya mati kelelahan.


"Pergi!" Lagi ucap Andra membentak Siro.


"Baik Tuan." Jawab Siro tak berdaya lalu meninggalkan Andra untuk memulai hukumannya.


'Nyonya tolong, tolong jangan mengidam hal-hal yang aneh lagi, karena bukan suami Nyonya yang menderita tapi asistennya lah yang menderita!' gumam Siro tak berdaya.


Pria itu keluar dari mansion bersiap untuk memulai larinya ketika ia melihat wakil asistennya.


"Kemari," katanya pada pria bertubuh tinggi.


"Ya Tuan?"


"Panggil semua orang yang mengikuti kita ke negara AF. Kumpulkan di sini karena kita akan mendapat hukuman dari Tuan karena melakukan pekerjaan dengan terlalu baik." Ucap Siro.


"Eh?" Pria bertubuh tinggi itu kebingungan dengan ucapan Shiro.


"Kita mengambil ikan yang terlalu sempurna, jadi Nyonya tidak menyukainya!" Ucap Siro membuat wakil asistennya kebingungan.


"Tunggu apa lagi?! Cepat panggil semua orang!" Lagi bentak Siro dalam kekesalannya.


Wakil asistennya berlari dengan bingung, kalau mereka mengambil ikan dengan kualitas terbaik, mengapa harus dihukum?!


@Interaksi



Makasih dah ngingatin. maaf atas ketidaknyamanannya, semoga kedepannya bisa lebih baik lagi...

__ADS_1


__ADS_2