Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
111. Hayalan yang menjadi nyata


__ADS_3

Ding!


Pintu Lift terbuka.


Siro keluar dari lift dan berjalan ke arah kamar Ana menekan bel di depan kamar.


Ana yang sedari tadi gelisah di dalam kamarnya langsung berlari menatap layar ketika mendengar suara bel kamarnya.


Melihat Siro pada layar itu, Gadis itu menarik nafas menenangkan diri lalu membuka pintu kamar dan dengan malu-malu menatap Siro.


"Kak Siro." Suara Ana begitu pelan, saking pelannya hingga Siro berpikir bahwa Gadis itu hanya bergumam untuk dirinya sendiri.


Tapi membaca gerakan bibir Ana, pria itu bisa menebak bahwa Ana sedang menyebutkan namanya.


"Apakah Nona Muda memerlukan sesuatu?" Tanya Siro dengan wajah tegasnya sembari memegang erat koper yang sedari tadi ia bawa.


Ana menurunkan tatapannya dan melihat koper di tangan Siro.


"Dasar Kakek Tua! Jadi dia benar-benar berencana mengusirmu?!" Gerutu Ana.


Siro "..."


Jadi gadis di depannya sudah mengetahuinya?


"Kalau Nona Muda tidak membutuhkan sesuatu, aku akan pamit dan-"


"Siapa bilang?! Aku membutuhkanmu selama aku berada di kota FF. Besok pagi aku berangkat kuliah pukul 8, kau harus membangunkanku pada pukul 7 pagi!" Ucap Ana dengan raut wajah begitu tegas, namun Siro hanya bisa melihat kelembutan di wajah gadis itu.


Dia hendak mengatakan bahwa dia harus meninggalkan tempat itu, tapi pintu kamar sudah ditutup oleh Ana.


Gadis itu malu!


Siro "..."


Jadi, apakah dia dipecat atau tidak?

__ADS_1


Siro berdiri cukup lama di sana, ia kebingungan harus melakukan apa.


Kembali ke kamarnya lalu diusir oleh Dewa atau langsung pergi saja dan dimarahi lagi oleh Dewa karena sudah mengabaikan permintaan Ana?


Tidak bisa membuat keputusan, Siro berdiri di sana untuk waktu yang lama hingga ia tertidur dalam posisi berdiri.


Pintu kamar kembali terbuka.


"Kak Siro, apa yang,," Ana mengerjapkan matanya.


Ia mendongak menatap Siro tapi ia tidak bisa melihat mata indah Siro, mata itu terpejam memamerkan kelopak mata indah kelentikan bulu mata pria itu.


Postur wajah yang sempurna menambah ketampanan pria itu.


Ana bahkan bisa melihat jelas pori-pori kulit Siro, pori pori nya sangat kecil dan kulitnya terlihat lembut.


Bibir tipisnya, hidungnya, alisnya, ohh oh,, huhu,,, ini adalah kesempurnaan, maha karya Tuhan yang sesungguhnya!


Ana terpaku dan tidak bisa mengalihkan pandangannya.


Gadis itu masih menatap Siro hingga tiba-tiba Siro membuaka matanya.


Deg!


Mata yang jernih, bola mata berwarna hitam dengan ketenangan yang bisa menghanyutkan siapa pun yang melihatnya.


"Nona Muda," Suara Siro terdengar sedikit serak. Alunan suaranya mampu memikat Ana hingga gadis polos itu tak bisa menghentikan pandangannya pada Siro.


"Nona?" Lagi panggil Siro dengan volume suara yang lebih keras.


Sayangnya, Ana masih terpaku. Gadi situ berpikir bahwa ia sedang membayangkan Siro memanggil namanya.


Melihat Ana terpaku, Siro akhirnya menunduk dan mendekatkan wajahnya pada Ana sambil berkata "Nona?"


"Maha karya Tuhan, apakah ini nyata?" Tiba-tiba ucap Ana mengangkat tangannya dan menyentuh Pipi Siro.

__ADS_1


Deg!


Jantung Siro berdesir kala ia merasakan tangan lembut Ana.


"Sangat halus, bagaimana bisa pria memiliki kulit seperti ini?" Ana berbicara dengan penuh kekaguman "Bibirnya juga begitu tipis,," Ana menggerakkan jempolnya menyentuh bibir Siro.


Deg!


Deg!


"Nona?" Siro berusaha menyadarkan Ana, tapi suara Siro terdengar indah seperti cello yang dimainkan dengan indah. Begitu menghipnotis!


"Bahkan suaranya jauh lebih indah?" Ana begitu terkagum-kagum.


Dalam hatinya dia bertanya-tanya, bagaimana rasa bibir itu?


Manis? Lembut? Atau,,,


Mata Ana yang bulat semakin membulat kala ia sangat penasaran.


Haruskah ia mencobanya?


"Maaf Nona Muda tapi tangan Nona Muda sud-" Siro membulatkan matanya saat tanpa aba-aba Ana berjinjit menutup bibirnya.


Empat bibir bersentuhan, nafas dari dua orang itu saling bercampur dan terhirup kembali.


Deg!


Deg!


@Interaksi



Seperti otor, apa pun yang otor lakukan pasti selalu salah di mata reder 😭

__ADS_1


__ADS_2