
Setelah menyelesaikan semua kelasnya, Siro mengantar Ana untuk kembali ke kediaman Dewa.
Ana duduk di kursi penumpang di samping Siro sambil tertunduk, dia tidak berani mengangkat wajahnya untuk melihat Siro.
Perjalanan selama 45 menit serasa berabad-abad di dalam mobil bersama dengan Siro.
Jadi begitu mobilnya sampai di parkiran kediaman Dewa, Ana dengan cepat membuka pintu mobil dan hendak keluar dari sana ketika sabuk pengaman menahan tubuhnya.
"Nona Muda hati-hati." Siro mencondongkan tubuhnya ke Ana dan membantu gadis itu melepaskan sabuk pengamannya.
Tubuh mereka begitu dekat, wangi maskulin dari Siro,,,
Deg!
"Makasih," suara Ana begitu pelan dan wajahnya kembali memerah saat gadis itu segera berlari ke arah lift dan naik ke kamarnya.
Sementara Siro, pria itu berdiri memandangi kepergian Ana, tanpa sadar dia meraih sakunya dan melihat sapu tangan milik Ana yang tadi diberikan di kampus.
Deg!
Jantungnya kembali berpacu dengan aneh membuat pria itu menyimpan sapu tangan Ana dan segera memasuki lift, pergi ke ruang kesehatan.
"Tuan, apa yang bisa kami bantu?" Asisten kemarin yang hampir dipecat langsung menyambut Siro ketika pria itu tiba.
"Periksa kesehatan." Jawab Siro.
Asisten dokter itu merasa sangat senang karena berkat Siro, dia tidak jadi dipecat, tidak ada seorang pun di antara mereka berempat yang jadi dipecat oleh Dewa.
__ADS_1
Dengan hati-hati asisten itu mengarahkan Siro ke ruangan dokter dan dia pun diperiksa.
"Tuan baik-baik saja," kata dokter ketika pemeriksaannya selesai dan dia membaca hasil pemeriksaan Siro.
"Kau yakin?" Siro kembali bertanya.
Dokter "..."
Apakah pria didepannya ini mengharapkan supaya sesuatu terjadi padanya?
"Benar, Tuan bisa membaca sendiri hasil pemeriksaannya." Dokter itu menyerahkan hasil pemeriksaannya pada Siro.
"Ini tidak mungkin, jelas-jelas ada sesuatu yang aneh pada jantungku. Mengapa ini,,," Siro berkali-kali membaca hasil pemeriksaan itu dan dia sangat tidak puas dengan hasilnya.
"Ulangi pemeriksaannya." Perintah Siro.
Dokter "..."
Pada akhirnya dokter mengulangi pemeriksaan pada Siro, namun hasil akhirnya tetap sama yaitu dikatakan sehat dan tidak ada sedikitpun masalah pada tubuhnya.
"Ini tidak benar 'kan? Harusnya kau mengambil sesuatu dari tubuhku dan mengeceknya di laboratorium! Aku mengalami gejala yang aneh pada jantungku!" Siro mengembalikan hasil pemeriksaannya pada dokter dengan ketidakpuasan di raut wajahnya.
Dokter "..."
Dia merasa aneh pada jantungnya dan ingin melakukan tes lab? Apakah pria didepannya berpikir supaya dia membela tubuhnya dan mengambil sedikit sel dari jantungnya lalu memeriksanya di lab?
Dokter itu menghela nafas "Tuan, dapatkah Tuan menjelaskan pada saya tentang apa yang sebenarnya Tuan rasakan? Karena sudah dua kali pemeriksaan kesehatan dan hasilnya masih tetap sama." Ujar sang dokter.
__ADS_1
"Aku sudah bilang, ada masalah dengan jantungku, beberapa waktu jantungku berpacu dengan cepat dan tanganku berkeringat. Seumur hidupku, Ini pertama kalinya aku mengalami keanehan itu, padahal aku tidak pernah membuat kesalahan." Jawab Siro.
"Jadi maksudnya, beberapa kali Tuan merasa aneh dengan jantung Tuan dan tangan Tuan berkeringat ketika tuan melakukan kesalahan. Lalu, beberapa kali terakhir Tuan tidak melakukan kesalahan tetapi mengalami hal yang sama?" Dokter bertanya dengan sangat hati-hati.
"Ya," jawab Siro dengan singkat.
Awalnya ketika dia masih bersama Andra ia sering mengalami hal seperti itu ketika Andra menemukannya melakukan kesalahan.
Tapi kali ini dia benar-benar tidak melakukan kesalahan apapun tetapi masih merasakan hal seperti itu. Bukankah itu sangat aneh?!
"Kalau begitu, coba katakan lagi pada saya di saat seperti apa dan seberapa sering Tuan mengalami gejala itu?" Tanya Sang dokter.
Siro memikirkannya, hal itu dimulai ketika Ana pertama kali menciumnya itu adalah kali pertamanya ia merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada jantungnya, tapi saat itu masih belum parah.
Menjadi lebih parah ketika tiba-tiba Ana memperlihatkan wajah memelas nya padanya, dan terakhir adalah insiden saputangan.
Siro menjelaskan semua kejadian itu pada dokter kecuali adegan berciuman dengan Ana.
Dokter yang selesai mendengar "..."
Asisten dokter "..."
Sudah..!
Mereka telah dibodohi oleh Siro..!!
Sia-sia mereka melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan sebanyak 2 kali!
__ADS_1
Ternyata pria itu,,,,,,,,