Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
134. Sangat sulit menghadapi Ana


__ADS_3

Siro mengangkat wajahnya dan menatap gadis yang terlihat sedih di depannya.


Menjijikkan melihat gadis seperti itu!


Berpura-pura polos tapi sebenarnya,,,


Siro terdiam sesaat sebelum menggerakan bibirnya "Enyah!" Katanya.


Suara Siro cukup kecil dan diperuntukkan untuk didengar oleh mereka berdua, tapi karena semua orang sedang hening sebab terfokus pada kedua orang itu maka hampir seluruh orang dalam ruangan bisa mendengar suara Siro yang dingin dan acuh tak acuh.


"Puffffftttt... Hahahahaha....." Para gadis yang duduk di meja yang baru saja dihina oleh gadis berambut coklat menjadi yang pertama kali tertawa terbahak-bahak.


"Momen langkah dan epic..! Gadis populer dan mengaku paling cantik di kampus kita baru saja di tolak mentah-mentah...!" Suara salah satu garis sangat keras hingga didengar semua orang.


Tempat itu menjadi riuh dan semua orang sedang menatap kasihan pada gadis berambut coklat yang kini duduk dengan wajah yang pucat karena rasa malu.

__ADS_1


"Aku sangat senang..! Astaga,, akhirnya ada 1 orang pria yang berani menolak si gadis sok populer!" Semua orang mengatakan pendapatnya dan cukup senang dengan apa yang terjadi hari ini..


Kembali ke meja di mana Siro duduk, pria itu tanpa rasa bersalah segera mengangkat makanannya dan pergi meninggalkan gadis berambut coklat yang kini duduk dengan tangan terkepal dan wajah yang sudah menjadi hijau.


'Dasar pria itu...! Beraninya dia..!' gadis berambut coklat menggeram dalam hati sebelum berdiri dan meninggalkan tempat itu sembari ditertawakan oleh semua penghuni kantin.


"Hahaha.... Sudah ku tebak alurnya pasti seperti ini...!" Kiora tertawa penuh kesenangan saat melihat gadis berambut cokelat sudah pergi.


Kiora menoleh pada Ana dan mendapati gadis itu masih mencengkram kuat lengannya.


"Oh,," Ana langsung melepas tangannya dan melihat lengan Kiora telah memerah karena dia terlalu erat mencengkeramnya. "Maaf."


"He,, Sepertinya kau terlalu gugup kalau Kak Siro akan meladeni gadis berambut coklat itu makanya kau melampiaskan kegugupan mu dengan mencengkram erat lengan ku 'kan?" Kiora kembali menggoda Ana.


"Uh,," Ana langsung menunduk karena wajahnya sudah menjadi merah, apapun yang dikatakan oleh Kiora, sepertinya Gadis itu selalu menebak dengan benar.

__ADS_1


"Haha,, Kau tidak perlu takut. Bukankah sudah kubilang kalau kau adalah gadis pertama yang disukai Kak Siro, dan meski pria itu tidak menyadari perasaannya, tapi kau cukup beruntung karena menjadi orang pertama yang bisa meluluhkan hatinya yang keras dan dingin." Kiora memeluk Ana dan cukup berbahagia untuk temannya itu.


"Tapi kau bilang merayu dengan memberi sesuatu adalah salah satu cara ampuh, tapi yang aku lihat, gadis itu malah dipermalukan karena sudah memberi permen pada Kak Siro." Ana berbicara dengan nada suara yang lemah.


Dia merasa bahwa harapannya untuk dilirik oleh Siro sama seperti gadis yang tadi berharap berkenalan dengan Siro, tapi pada akhirnya ditolak mentah-mentah, bahkan dipermalukan dengan kejam..!


"Apa? Jadi itu yang ada dipikiranmu?! Hahaha... Kau memang benar-benar polos! Gadis berambut coklat itu ditolak karena Kak Siro tidak menyukainya tapi berbeda denganmu, Kak Siro jelas menyukaimu!" Kiora kembali menguatkan hati Ana.


Ana terdiam selama beberapa waktu sebelum mengangkat wajahnya yang sudah mulai membaik "Tapi aku tidak berpikir untuk melakukan apa yang kau katakan. Cukup gadis berambut coklat itu saja yang diperlukan karena memberi sesuatu pada Kak Siro, dan aku tidak mau bernasib sama dengannya!" Tegas Ana.


"Hah, baiklah, kita pikirkan cara lain saja." Ucap Kiora menghela nafas.


Sangat sulit menghadapi Ana..!


@Info, Otor punya novel baru,, kuy,, kepoin profil otor..!

__ADS_1



__ADS_2