
"Ada apa? Apa kak Siro sedang tidak enak badan?
Kalau begitu, kami akan menunggu Kak Siro sebentar." Ana kemudian menarik Kiora ke sebuah kursi yang tak jauh dari mereka lalu keduanya duduk di sana menatap pada Siro.
"Kau juga mau diperiksa? Duduklah." Kata petugas kesehatan.
Siro masih memandang pada kedua gadis itu, tapi kemudian dia mengabaikannya dan duduk di kursi yang baru saja di tempati Kiora.
'Sebaiknya periksa sebentar dari pada nanti gejalahnya makin parah.' gumam Siro.
Pria itu tidak mau kalau kejadian tadi sampai terulang berkali-kali membuatnya tidak fokus menjaga Ana.
Lagipula, apa yang ia alami benar-benar asing padanya, dan segala sesuatu yang asing yang terjadi pada tubuh menandakan adanya ketidakberesan pada tubuh.
"Apa kaluhanmu?" Tanya petugas kesehatan.
"Tadi pagi aku baik-baik saja, kemudian aku tiba-tiba merasa ganjil karena jantungku berpacu dengan cepat dan keringatku tiba-tiba keluar banyak setiap kali melihat Nona Muda Ana." Jawab Siro dengan Suara datar sembari memandang pada petugas kesehatan.
Ana ".."
Kiora "..."
"Ana? Siapa Ana?" Tanya Petugas kesehatan.
"S,,saya." Ana berkata dengan suara tergagap.
Ia juga cukup terkejut dengan pengakuan yang baru saja dilakukan oleh Siro.
Apakh ini artinya,,,
"Woh...!!! Sungguh romantis..!" Kiora tiba-tiba berteriak sambil bertepuk tangan lalu menggoyang-goyangkan tubuh Ana.
Sungguh sebuah cara pengakuan cinta yang luar biasa!
"Aku tidak pernah membayangkan kalau Kak Siro yang kaku ternyata punya sisi yang sangat romantis seperti ini!
__ADS_1
Aku jadi iri pada gadis beruntung ini..!" Kiora meletakkan kedua tangannya di masing-masing pipi Ana dan memperlihatkan keirian nya pada temannya yang beruntung itu.
Petugas kesehatan yang melihat hal itu hanya bisa tersenyum "Biasanya aku tidak suka jika ada mahasiswa yang datang untuk membuang waktuku, tapi kali ini aku akan membiarkan kalian." Ucap Petugas kesehatan membuat pipi Ana langsung bersemu merah.
'Pengakuan cinta dari Kak Siro... Pengakuan cinta yang romantis,,,' tatapan Ana terpaku pada Siro yang duduk dengan wajah datarnya di atas kursi. Pria itu juga memandangi Ana.
Petugas kesehatan yang melihat suasana menjadi hening langsung menoleh pada Ana "Jadi Ana, apa jawabanmu? Apa kau menerimanya?" Tanya sang petugas kesehatan.
"Eh,, itu,, aku,," wajah Ana menjadi semakin merah dan gadis itu tidak tahu lagi harus mengatakan apa.
Ini begitu tiba-tiba!
"Sudah, jawab saja,, jangan malu-malu. Kasihan Kak Siro, dia melakukannya dengan sangat baik. Sangat romantis..!" Ucap Kiora dengan wajah bersemangat.
"Apa yang kalian bicarakan? Apa yang harus diterima Nona Muda?" Siro mengeryit, dia masih belum mengerti dengan percakapan ketiga orang itu.
"Eh, maksudmu?" Petugas kesehatan menoleh pada Siro.
"Saya sudah mengatakan keluhan saya, jadi apa jawaban anda? Saya sakit apa?" Tanya Siro pada petugas kesehatan.
Ana "..."
Kiora "..."
Petugas kesehatan "..."
"Maksud Kak Siro?" Tanya Kiora.
Siro mengeryit sesaat "Baiklah, kalau petugas kesehatan kampus tidak bisa menangani keluhan saya, saya akan berbicara dengan dokter lain." Jawab Siro segera berdiri dengan wajah datarnya lalu pria itu berjalan mendekati 2 gadis yang menatapnya dengan bingung.
"Bukankah kalian ingin ke kantin? Mari saya antar." Ucapnya.
"Ehh, Kak Siro, Bukankah Kak Siro baru saja mengatakan perasaan pada Ana? Mengapa jad,,," Kiora menahan mulutnya.
"Perasaan pada Nona Muda? Perasaan apa itu?" Tanya Siro.
__ADS_1
Kiora "..."
Ana "..."
Petugas kesehatan "..."
Perasaan apa itu?
Perasaan apa itu?!!!!
"Maksud Kak Siro?" Kiora kembali mewakili Ana berbicara.
Siro memperdalam tatapannya pada Kiora, dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh gadis itu.
Melihat Siro, Kiora kembali berkata "Itu,, yang Kak Siro bilang, jantung berdegup kencang dan berkeringat saat,,,"
"Tidak ada gunanya mengatakannya di sini karena petugas kesehatan tidak mampu mendeteksi penyakit apa yang menyebabkan gejala itu.
Saya akan mencari dokter spesialis jantung untuk kembali membahasnya.
Sekarang, dapatkah kita pergi ke kantin? Saya kuatir Nona Muda bisa kembali jatuh sakit jika dia lambat makan siang." Kata Siro dengan wajah datarnya.
Ana "..."
Kiora "..."
Petugas kesehatan "..."
Dokter spesialis jantung!
Hahaha....!
Diantara mereka, siapa yang sebenarnya bodoh?
@Interaksi
__ADS_1
Iya, soalnya kalian pada marah kalo ada pelakor jadi,,, atau kita mau munculin Mak Kunti...?