
Ririn kembali ke ruang makan dan mendapati Andra telah berdiri dan Sarah didudukkan di atas meja.
Saat itulah ia terkejut melihat pakaian Andra.
'Ada apa dengannya? Mengapa dia?' Ririn berdiri dengan tatapan terpaku saat matanya melihat bandana yang terjatuh di bawah lantai.
Ya, tadi dia melihat bandana itu di kepala Andra tapi dia belum melihat pakaian Andra.
Dia pikir bandana itu adalah bandana milik Sarah yang sengaja dipindahkan ke kepala Andra.
Tapi sat ini,, dia tidak bisa membayangkan bagaimana sebenarnya pribadi pria itu.
"Sayang ada Ri-" Sarah merapikan bajunya dan mendorong Andra saat melihat Ririn kembali datang memandangi mereka.
Tidak masalah jika Ririn melihatnya berciuman, tapi kalau perempuan itu sampai melihat sesuatu yang lebih daripada itu dia menjadi sangat marah!
Menoleh ke arah Ririn, Andra menggertakkan giginya. Tatapan mematikan langsung diarahkan pada Ririn membuat perempuan itu gemetaran.
Kalau dia langsung pergi, Dewa akan membunuhnya di kamarku, tapi kalau dia masih melangkah mengambil buah di atas meja, Andra akan menggantungnya hidup-hidup!
"Maaf, aku hanya ing-"
"Siro!" Langsung dari Andra memanggil Siro.
"Ya Tuan!" Jawab Siro yang baru saja berlari dari ruangan sebelah karena sedari tadi dia menunggu disana sembari menikmati makanan yang diberikan oleh pelayan.
"Singkirkan dia!" Perintah Andra menggertakkan giginya.
__ADS_1
"Baik Tuan." Jawab Siro lalu pria itu segera menarik Ririn yang masih dalam keadaan terpaku.
"Lepas! Lepaskan aku!" Suara teriakan Ririn terdengar semakin menjauh dari ruang makan.
Andra kembali mendekati Sarah hendak menciumi perempuan itu ketika Sarah sudah kehilangan mood.
"Aku mau jalan-jalan di taman." Ucap Sarah mendorong suaminya lalu perempuan itu turun dari meja.
"Baiklah," ucap Andra menghela nafas.
Ia berusaha menekan hasratnya sembari mengambil bandana kelinci yang tergeletak di lantai.
Andra merangkul istrinya lalu mereka berjalan ke taman melewati beberapa pengawal yang berjaga di sudut-sudut mansion putih.
Semua pengawal memejamkan matanya ketika Andra melewatinya karena jelas mereka akan tertawa terbahak-bahak ketika mereka terus melihat penampilan Andra.
"Baiklah, kita akan pergi memancing." Ucap Andra lalu pria itu menyuruh seorang pengawal untuk memanggil Siro.
Keduanya duduk di taman di dekat kolam ketika Siro datang membawa alat pancing untuk Andra dan Sarah.
"Tapi aku ingin memancing ikan mujair." Ucap Sarah.
"Silahkan ikuti saya." Ucap Siro ketika mendengar ucapan Sarah lalu ketiga orang itu pergi ke sebuah kolam yang terletak agak tersembunyi di taman itu.
Siro telah melepaskan ikan mujair nya di kolam itu dan tidak memberinya makan selama satu malam penuh jadi seharusnya mereka bisa memancingnya.
"Kita memancing di sini?" Sarah terkejut mendapati tempat itu benar-benar nyaman.
__ADS_1
"Ya," jawab Andra lalu pria itu mulai menyiapkan alat pancing mereka.
Siro meninggalkan kedua orang itu.
Setelah memasang umpan, Andra melemparkan kailnya ke kolam lalu kembali duduk bersama istrinya.
"Apa kau tidak malu mengenakan baju ini?" Tanya Sarah ketika ia memandangi pakaian suaminya.
"Istriku menyukainya." Ucap Andra.
"Benarkah?" Sarah mengembangkan senyumannya lalu perempuan itu memeluk erat Andra sembari tangannya mengusap-usap roti sobek di balik kaos milik Andra.
Perempuan itu bisa merasakan kecupan hangat di atas kepalanya yang diberikan Andra secara berulang-ulang.
"Bayi kita pasti senang karena memiliki ayah hebat sepertimu. Aku sudah tidak sabar menunggu dia segera lahir ke dunia." Ucap Sarah.
"Tapi dia akan lebih senang lagi kalau sekarang ayahnya kembali mengunjunginya." Kata Andra membuat Sarah terkikik.
"Suami mesum! Kita sedang ada di taman!" Ucap Sarah mencubit perut kencang milik suaminya.
"Baiklah, setelah memancing kita bisa kembali ke kamar." Ucap Andra menarik Sarah ke atas pangkuannya dan menciumi bibir perempuan itu.
Dia harus sabar!
@Interaksi
__ADS_1
Enak ajah ngomongnya. Jelas ajah bedanya kek jarak bumi dan Mars! Reder yang bacot, Otor yang sabar menghadapi kalian..😜