
Samudra sementara berada dalam rapat penting dengan pemegang saham ketika ponselnya yang diletakkan di meja tiba-tiba bergetar.
Pria itu melirik layar ponselnya dan mendapati nama besannya terpampang di benda pipih itu.
"Saya berharap kerja sama kita dengan Raya group bisa terus dipertahankan. Suapay-"
"Meeting ini kita tunggu sebentar." Ucap Samudra memotong ucapan sala seorang pemegang saham yang sedang membicarakan hal penting.
Pria itu meninggalkan semua pemegang saham dalam keadaan kecewa. Ia pergi ruangan lain yang sepi lalu mengangkat telpon dari Angkasa.
"Halo Besan, bagaimana kabarmu? Apakah Sarah sudah tib-"
"Ya, dia tiba dengan selamat, untung saja belum terjadi apa pun padanya. Mulai hari ini, hubungan keluarga kita sudah selesai! Aku akan mengurus perceraian anakku dengan anakmu! Tunggu saja seratnya!" Ucap Angkasa dengan nada marah.
Samudra belum sempat mengatakan apa pun saat nada panggilan diputuskan sudah terdengar di telinganya.
Samudra menggertakkan giginya dengan keras lalu pria itu segera meninggalkan kantor dan orang-orang penting yang sedang menunggunya di ruang rapat.
Otomatis, sekertaris Samudra yang masih tinggal bersama pemegang saham di perusahaan menjadi sasaran kemarahan pria-pria gila uang!
"Maaf, Tuan Samudra memiliki hal mendesak yang harus diselesaikan, meeting ini ditunda untuk sementara waktu." Ucap Sang sekertaris dengan wajah menyesal.
__ADS_1
"Apa?! Hal mendesak apa yang bisa membuat meeting sepenting ini ditunda?!" Teriak pria yang ucapannya dipotong oleh Samudra hanya karena sebuah panggilan telepon.
Ia tidak terima..!
Karena Sang Sekretaris tidak tahu bahwa yang menelpon adalah Angkasa, maka pria itu hanya diam saja mendengar semua ocehan semua pria tua di ruangan itu.
Sementara Samudra, pria itu segera menaiki mobilnya dan menelpon Laila.
"Ya, sayang, ada apa?" Tanya Laila di mana perempuan itu sedang berada di salon bersama putri kesayangannya.
"Aku akan pergi menyusul Sarah. Jaga putri kita sementara aku tidak ada." Kata Samudra mengejutkan perempuan di seberang telpon.
"Apa?! Mengapa buru-buru?! Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Laila yang setahunya Sarah dan Giang baru tiba beberapa jam yang lalu.
"Aku akan menceritakannya begitu aku tiba, sekarang ini aku sedang mengemudi." Ucap Samudra.
"Baiklah, hati-hati." Ucap Laila dari seberang telpon lalu Samudra segera mematikan panggilan itu.
Sekarang yang ada di dalam hatinya hanya menemui Angkasa dan meminta maaf serta meminta pria itu memberi kesempatan pada putranya.
Ketika Samudra sedang mengangkasa, makan di sebuah apartemen di kota K, Angkasa sedang duduk di samping putrinya sambil membelai rambut putrinya yang sedang tidur terlelap.
__ADS_1
'Putriku, Ayah tidak akan membiarkan siapapun melukaimu, karena kau adalah Putri berharga milik ayah, Putri kesayangan ayah, Putri yang ayah rawat dengan penuh kasih sayang dan yang selalu ayah manjakan.' gumamnya menatap lekat wajah Sarah yang terlihat damai dalam tidurnya.
"Sayang, kenapa kau di situ mengganggu putri kita yang sedang istirahat?" Leora setengah berbisik saat perempuan itu mengintip Angkasa dari pintu yang terbuka.
Angkasa menghela nafas lalu menjatuhkan sebuah ciuman di kening Sarah sebelum pria itu keluar menemui istrinya dan tak lupa menutup pintu kamar Sarah.
"Ada apa?" Tanya Leora ketika perempuan itu bisa membaca kecemasan dan beban yang berat terpancar dari wajah suaminya.
Menarik istrinya ke dalam pelukannya, Angkasa menggosokkan hidungnya di puncak kepala istrinya.
"Aku menyesali sebuah keputusan yang pernah ku ambil untuk Putri kita." Katanya dengan suara yang berat menandakan pria itu benar-benar menyesal.
"Ada apa?" Tanya Leora sembari tangan perempuan itu mengusap punggung suaminya.
"Andra Sudah berani melukai putri kita." Ucap Angkasa langsung membuat Leora melepaskan pelukan mereka dan perempuan itu menatap suaminya dengan intens sebagai tanda bahwa dia ingin mendapatkan informasi yang lebih rinci.
"Ayo ke kamar." Ucap Angkasa merangkul istrinya untuk masuk ke kamar.
Ia takut jika kedua anak mereka tiba-tiba terbangun dan mendengarkan pembicaraan mereka.
@Info
__ADS_1
Otor nyicil ya,, mohon jangan dimaafkan..🙏