
Siro baru saja membersihkan diri dan hendak mandi ketika dia merasa tidak tenang melihat bulan yang terlalu cerah.
"Sebaiknya aku memeriksa kamar Nona muda sebelum tidur." Siro segera mengeringkan rambutnya lalu berjalan arah kamar Ana.
Dia baru melihat koridor dan langsung berlari kesana ketika melihat pengawal yang berjaga di depan kamar Ana sudah duduk di lantai dengan suara mengorok.
"Sial..!" Umpatnya segera meraih handle pintu dan betapa terkejutnya dia bahwa pintu itu tidak tertutup dengan rapat.
Dia langsung masuk ke dalam kamar dan mendapati hanya seorang gadis saja yang tertidur di tempat tidur, tidak ada Ana di sana.
"Haisss...!" Siro mengerang meraih bahu Kiora dan membangunkan gadis itu, tetapi seberapa kuat pun dia menggoyangkan tubuh Kiora gadis itu tidak bereaksi.
"Sial..!" Siro segera meninggalkan tempat itu dan pergi mencari di seluruh tempat sebelum dia keluar dari vila.
"Ketiga orang itu,," langkah kaki Siro menjadi lebih cepat ketika melihat Titin dan teman-temannya sedang bercanda bersama sembari menikmati ice cream di tangan mereka masing-masing.
"Dimana Nona Ana?!" Tanya Siro ketika dia menghampiri ketiga Gadis itu membuat ketiganya langsung terkejut.
"Kau ini kenapa? Tidak sopan sekali..!" Milan menggerutu dengan suara kasar Siro.
__ADS_1
"Iya, kenapa kau mencari gadis itu? Apakah dia sudah berselingkuh darimu?" Titin berkata dengan suara mengejeknya.
"Jadi mereka pacaran? Huh,, pantas saja pria tampan ini terus mengekori Ana rumah ternyata,,," Mona memperlihatkan wajah penuh artinya membuat Siro menjadi semakin kesal.
Siro mengulurkan tangannya membuang es krim di tangan Mona dan menarik Gadis itu kearahnya dan menundukkan kepalanya memberi tatapan tajam pada Mona.
"Kau,,,! Katakan diamana dia...!!" Teriak Siro pada Mona.
"K,, ka,, kau melukaiku!" Dalam sekejap wajahmu ada menjadi sangat merah ketakutan namun diabaikan oleh Siro.
"Kau mau mengatakan padaku dimana Nona Ana atau aku mungkin akan,,,"
Karena tidak seimbang, Mona akhirnya jatuh ke lantai dan pakaiannya terkena es krim yang tadi dibuang Siro.
"Apa yang baru saja terjadi?" Milan yang tadi terpaku menatap pemandangan itu segera membantu Mona berdiri, sementara Titin menggertakkan giginya melihat Siro sudah berjalan ke tepi pantai.
"Sial..!" Geramnya.
"Titin maafkan aku,, aku sangat takut tadi,, aku pikir dia akan mencuri ciuman pertamaku!" Mona berbicara dengan penuh rasa bersalah.
__ADS_1
"Biarkan saja, lagipula dia tidak akan tiba tepat waktu." Kata Titin lalu ketiganya meninggalkan tempat itu.
Sementara di tepi pantai, Anastasia sudah diseret oleh beberapa pria ke samping sementara beberapa pria lainnya berjalan ke arah Ana melihat gadis yang mulai gelisah dalam tidurnya.
"Bagus, sekarang kita hanya 5 orang, tidak perlu berebut dan nikmati pelan-pelan.." salah satu pria mendekat kearah Ana, ia hendak menyentuh lutut Ana ketika seseorang tiba-tiba menariknya ke belakang dan mendaratkan sebuah tinju di wajahnya.
"Beraninya kalian..!" Siro mengeram mengagetkan semua orang, bahkan beberapa pria yang sudah bermain bersama Anastasia di sisi yang lain juga terkejut melihat kedatangan Siro.
"Kalian urus dia, aku akan mencicipi gadis ini sebelumnya membantu kalian." Pria yang dipenuhi nafsu itu memandang tubuh polos Anastasia dengan tatapan ingin memakannya.
"Sial..!" Dengan segera, Siro dikepung oleh 10 pria yang merupakan atlet angkat besi.
Buk,, buk,, buk,,,...
Ah,, hmm,, hhh,,,
Suara perkelahian bercampur dengan suara nafsu yang dikeluarkan oleh Anasta segera menghiasi tempat itu.
Sementara Ana, gadis itu perlahan-lahan sadar dan merasa sangat gelisah pada tubuhnya, dengan setengah kesadarannya ia menggerakkan tangannya di seluruh tubuhnya yang terasa aneh.
__ADS_1