Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
124. Aku sedikit lebih cerdik dari kalian


__ADS_3

Pagi harinya, sesuai dengan keinginan Titin, informasi yang diinginkan oleh Gadis itu akhirnya sudah tersedia di depannya.


Gadis itu buru-buru menyelesaikan sarapannya dan menarik kedua temannya ke dalam mobil.


"Hei, makananku belum habis...!" Mona hendak menangis melihat sarapannya yang sangat enak masih tersisa di atas meja makan, tapi dia tidak bisa melakukan apapun karena dia sudah ditarik keluar dari ruang makan.


"Ada apa dengan Putri? Mengapa dia berubah kasar seperti itu pada teman-temannya?" Tuan besar Rohan menghela nafas sembari menatap kepergian dan teman-temannya.


"Mungkin mereka sudah terlambat." Nyonya besar Rohan mengabaikan suaminya dan perempuan itu terus fokus pada makanannya.


Sementara di mobil, Titin sudah duduk di dalam mobil di apit oleh kedua temannya.


"Cepat buka!" Milan sangat bersemangat karena dia begitu penasaran tentang identitas Siro yang sebenarnya.


"Aku harap dia benar-benar seorang pewaris!" Mona berbicara di samping kanan Titin sembari memandangi jari-jari Titin yang sudah membuka map coklatnya lalu mengeluarkan secarik kertas.


Melihat informasi di kertas itu, ketiganya tidak dapat berkata apapun.


Titin meremas kertas nya dan membuangnya ke tempat sampah lalu bersandar dengan kesal.


"Hanya seornag sekretaris biasa yang di turun pangkat kan menjadi pengawal gadis miskin karena melakukan kecerobohan dalam pekerjaannya.


Cih...! Menyebalkan! Aku sudah membuang waktuku selama beberapa hari!" Gerutu Titin.

__ADS_1


Mona ".."


Sekertaris biasa? Tapi mengapa begitu tampan?


"Uh, Titin, kamu tenang lah, kemarin aku juga baru mendapat informasi kalau ternyata di sekolah kita masih ada pewaris yang tampan. Mungkin kamu bisa mempertimbangkannya?" Milan berusaha menenangkan suasana hati Titin yang tidak baik.


"Siapa lagi? Keluargaku adalah keluarga paling kaya setelah keluarga Dewa, siapa lagi di sekolah kita yang bisa sepadan denganku?!


Tidak ada..!" Titin benar-benar tidak mau merendahkan dirinya dengan menikah bersama pria yang memiliki kasta dan kedudukan yang lebih rendah dari keluarganya.


Ini semua disebabkan oleh kakak perempuan pertamanya yang sudah menikah dengan pewaris terkenal dari negara tetangga, dan dia tidak mau berada di bawah kakaknya, menjadi bayang-bayang kakaknya!


Milan dan Mona "..."


Tidak seperti Titin, sekarang tidak punya siapapun untuk ia kejar karena satu-satunya keluarga dengan kedudukan lebih tinggi dari nya adalah Dewa. Sementara Dewa tidak memiliki keturunan!


"Kalau begitu, kita hanya bisa berdoa supaya mahasiswa pindahan yang akan datang dua hari lagi adalah seorang pewaris yang ingin bersekolah di kampus elit kota FF." Mona tiba-tiba mengatakan sesuatu membuat dua gadis itu langsung menoleh padanya dengan tatapan aneh.


Mona "..."


Apakah dia sudah mengatakan sesuatu yang salah lagi?


"Uh,, apakah salah lagi?" Tanya Mona menyengir.

__ADS_1


"Kau bilang 2 hari lagi akan ada mahasiswa pindahan?" Tanya Milan sembari menyipitkan matanya sebab dia saja yang merupakan raja dunia maya tidak mengetahui apapun! Bagaimana dengan teman mereka yang dodol itu?


Darimana mana mendapatkan informasi seperti itu?! Dia sungguh meragukan keakuratannya!


Mona tersenyum "Oh,, itu adalah informasi yang disebar oleh kakakku di dalam grup keluarga. Kalau kalian berdua tidak tahu berarti aku sedikit lebih cerdik dari kalian bukan?"


Ana "..."


Titin "..."


Cerdik?


He..! Sungguh cerdik!


Milan menghela nafasnya, lebih baik percaya sedikit agar Titin tidak terlalu tertekan.


"Baiklah, kita akan melihatnya dalam 2 hari lagi, awas aja kalau informasinya itu salah!" Ucap Milan.


"Harus benar! Ini informasi yang diberikan oleh kakakku, aku sangat mempercayai kakakku!" Mona berkata penuh keyakinan.


Milan "..."


Titin "..."

__ADS_1


Jelas kamu mempercayainya karena dia kakakmu, tapi kami?? Huh,, tidak mungkin!


__ADS_2