Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
12. Kematian Ririn sudah datang


__ADS_3

Setelah bersiap-siap ke kantor, Andra langsung dijemput oleh Siro.


Sementara Sarah berada di ruang makan menunggu pria itu, menunggu kedatangan Andra supaya mereka bisa sarapan bersama.


Dia sudah menugaskan Bibi Nia untuk memanggil Andra, karena dia tahu jika dia yang melakukannya maka pria itu akan meledak lagi dalam kemarahan.


"Nyonya, Tuan sudah pergi bersama sekretarisnya." Ucap Bibi Nia yang datang berlari menemui Sara yang sedang duduk menunggu Andra untuk sarapan bersama.


'Apa? Bagaimana bisa?' Sarah langsung berdiri dan berlari keluar namun mobil Andra sudah menghilang dari pandangannya.


'Dasar Andra bodoh! Kau seharusnya berpamitan padaku!' gumam Sarah menggertakkan giginya lalu perempuan itu kembali ke dalam rumah melanjutkan sarapannya.


'Awas saja Andra, tunggu bagianmu nanti malam!' geram Sarah dalam hati sembari merubah senyum kecutnya menjadi senyum mengembang ketika mengingat momen mereka kemarin malam dan tadi pagi sebelum bangun.


'Momen itu harus diulang lagi nanti malam..!' gumam Sarah


Sarah baru saja selesai sarapan saat dia keluar dari ruang makan dan mendapati ayahnya tiba di rumahnya.


'Ayah...!' jerit Sarah dalam hatinya sembari berlari kencang ke arah Angkasa dan memeluk pria itu dengan erat.


'Aku rindu ayah...!' gumamnya merasa sangat senang.


"Dasar putri manja..!" Komentar Angkasa membalas pelukan Sarah sambil mengusap punggung Putri manjanya.


Lama berpelukan, Sara akhirnya melepas pelukan mereka lalu menarik Angkasa ke arah sofa.

__ADS_1


*Aku senang ayah di sini. Aku merindukan ayah!!* Sarah berbicara pada ayahnya menggunakan bahasa isyarat.


"Ayah Tahu..! Kau memang putri ayah yang manja..!" Ucap Angkasa kembali memeluk Sarah dan mencium puncak kepala putrinya.


Namun pria itu terkejut saat melihat kulit kepala Sarah yang agak kemerahan.


"Sayang, ada apa dengan kepalamu?" Tanya Angkasa meraba rambut perempuan itu di barengi Sarah yang meringis karena kulit kepalanya terasa sakit.


"Siapa yang melakukan ini pada putriku?!" Langsung tanya Angkasa saat matanya juga melihat memar di lutut Sarah.


*Ayah,, ini bukan salah siapa siapa. Aku terjatuh di dalam kamar mandi dan lututku lah yang pertamakali membentur lantai.* Sarah Langsung menangis saat menceritakan kejadian itu pada Angkasa membuat Angkasa langsung menarik putrinya dan kembali memeluknya.


Dia sudah biasa melihat Sarah Langsung menangis ketika menceritakan sesuatu menyakitkan yang dialami oleh Sarah.


'Ayah, andai Ayah tahu kalau aku tidak terjatuh di kamar mandi tapi ini semua karena si ulat bulu..!


'Dia sudah menghasut Andra dan menceritakan cerita bohong hingga Andra malah memperlakukanku sebagai perempuan tidak tahu malu, karena sudah membuatnya pisah dengan kekasihnya dan memaksanya menikah denganku.' gumam Sarah sembari terisak.


"Sudah, sudah,, sekarang, Ayah akan membawamu ke dokter supaya sakitnya bisa disembuhkan oleh dokter." Ucap Angkasa dan tanpa menunggu jawaban Sarah lalu pria itu langsung menggendong Sarah dan membawanya ke mobilnya.


Begitulah perlakuan Angkasa pada putrinya, ia selalu menyayangi putrinya dan memanjakannya secara berlebihan.


*Ayah, Apakah kita akan pergi menemui dokter Giang?* Tanya Sarah dalam perjalanan mereka ke rumah sakit.


"Dokter Giang adalah dokter yang menangani masalah pada pita suara mu. Sedangkan sekarang kita pergi untuk memeriksakan lutut dan kepalamu. Tapi setelah kamu selesai diperiksa, kita akan bertemu dengan Giang." Ucap Angkasa membuat Sarah tersenyum.

__ADS_1


*Terima kasih ayah.* Sarah tersenyum senang.


"Oya, Ayah sudah membaca pesan yang kau kirimkan kemarin malam. Tapi ayah tidak bisa menyentuh Ririn, karena dia adalah orang-orang keluarga Anderson.


"Saat ini keluarga Anderson sudah menjadi keluarga kita juga, jadi kita tidak boleh melangkahi mereka mengurus orang-orangnya. Setelah menemui Giang, ayah akan bertemu dengan mertua mu untuk membahas hal ini.


"Oya, jangan lupa mengatakan pada ayah jika Andra memperlakukanmu dengan buruk karena informasi salah dari Ririn. Kau mengerti?" Ucap Angkasa menatap putrinya.


Dia ingin mencurigai Andra sudah mengabaikan Sarah, tapi dia juga maklum kalau Andra tidak mengetahui tentang luka di tubuh Sarah karena Andra adalah pria buta.


Menggunakan tangannya, Sarah memberikan simbol 'oke' pada Angkasa sembari tersenyum senang.


'Ulat bulu pincang, kematianmu akan segera datang!' gumam Sarah dengan tidak sabar melihat kehancuran Ririn di tangan Angkasa dan Samudra.


Dia bisa memanfaatkan semua orang yang melakukan kesalahan padanya, tapi orang yang berusaha menghancurkan pernikahannya dan hubungannya dengan Andra ada pengecualian..!!!


@Interaksi


Maaf ya,, ini sebenarnya udh dari tadi subuh updatenya. tapi entah kenapa lambat review sama pihak NT.. skali lagi maap ya smuanya...🙏



Rampes..


Ini gak dicuekin ya,, tapi kalo otor up jangan lupa lempar poin dan like ke karya otor... atau reder di sini pada miskin semua yak? makanya gak pelit sama karya otor tapi emang gak ada modal?🤭 heuu, dasar rakyat bumi, bikin malu aja...!👀

__ADS_1


__ADS_2