Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
58. Tidak butuh dokter


__ADS_3

Andra menggunakan kedua tangannya memegang erat surat dari Sarah.


*Aku tidak berharap kamu membaca surat ini, tapi jika kamu membacanya maka aku sangat bersyukur kepada Tuhan karena ternyata kamu masih datang mencariku.


*Suamiku, aku tidak tahu sudah seberapa jauh waktu yang telah terbuang sia-sia karena kesalahpahaman diantara kita berdua.


*Tapi aku harus mengatakan padamu bahwa aku tidak pernah menyesal namun aku sangat senang pernah dipertemukan dengan pria sepertimu, pria yang sangat menyayangiku dan dengan tulus mencintaiku.


*Tapi sayang sekali, masa indah yang kita lalui berjalan sangat singkat dan bahkan kenangan-kenangan itu, aku tidak bisa menjamin apakah aku masih bisa mengingatnya untuk selamanya atau mungkin akan terkikis oleh waktu.


*Tapi aku berharap, dimanapun kamu berada kamu tetap bahagia selamanya. Aku menulis surat ini hanya supaya kamu tahu bahwa aku akan selalu bahagia dengan setiap keputusan dan kebahagiaanmu.


*Tertanda Sarah (Putri) Istrimu*


Andra membaca setiap kata yang ditulis Sarah, ia kembali mengingat kenangan mereka.


'Maaf, maafkan aku.' Andra terisak memandangi surat itu dan membiarkan bulir-bulir air matanya jatuh ke pipinya.


Pria itu menangis sampai tidak sanggup lagi menahan tubuhnya lalu membiarkan kan kepalanya terjatuh kemeja sembari terus meringis dalam kesakitannya.


Ia bahkan tidak sadar bahwa Siro sedang mengambil videonya dan akan sangat memalukan baginya jika suatu saat seseorang melihat videonya sedang menangis.


Andra yang berhati sempit dan terkenal dingin ternyata pria yang cengeng!

__ADS_1


Setelah Siro mengirim video Andra ke Samudra, Siro segera mencari tahu kemana keluarga Angkasa pergi dan yang mengejutkan mereka bahwa keluarga itu ternyata mengambil penerbangan ke AS.


Dengan segera Siro memesan dua tiket VIP ke AS.


Setelah melakukan tugasnya, Siro menoleh pada pria yang masih setia terisak dalam diam sembari membenamkan wajahnya di kedua tangannya yang dilipat di atas meja.


'Astaga Tuan, ini baru permulaan saja, aku yakin saat kita menemui Nyonya Sarah Tuan akan menggila karena ditolak!' Gumam Siro tidak bisa membayangkan kesedihan Andra.


Orang yang menangis sambil bersuara tidak jauh lebih sakit daripada seorang pria yang tidak pernah menangis lalu menangis tanpa suara.


Seperti halnya air, air yang tenang jauh lebih menakutkan daripada air yang gemericik.


Mobil mereka terus berjalan hingga akhirnya tiba di bandara.


Siro menerima pesanan kacamatanya dari seorang kurir lalu kembali menghampiri Andra.


Andra mengangkat wajahnya membuat Siro begitu terkejut melihat mata Andra yang sudah memerah.


Mestilah karena terlalu banyak menangis dan itu sangat berbahaya untuk matanya yang baru saja pulih!


"Tuan, mata Tuan!" Ucap Siro dengan panik sembari pria itu segera menelpon dokter pribadi Andra supaya pria itu merekomendasikan seorang dokter di kota K untuk memeriksa mata Andra.


"Berikan kacamataku." Ucap Andra dibarengi Siro menyerahkan kacamata Andra sembari tangan satunya memegang ponsel di telinganya.

__ADS_1


"Ayo pergi." Kata Andra selagi pria itu berdiri dan keluar dari mobil memasuki bandara dengan penampilan acak-acakannya.


Dengan panik, Siro menyusul pria itu sembari menarik dua buah koper.


"Tuan, kita harus menemui dokter terlebih dahulu, mata Tuan sangat merah dan bis-"


"Kemana istriku pergi?" Tanya Siro.


"Ke As lebih tepatnya pulau putih, saya sudah memesan dokter kita hanya perlu menunggu selama 10 men-"


"Aku tidak butuh dokter!" Geram Andra membuat Siro gelagapan.


Apalagi yang bisa ia lakukan kalau pria itu sudah menolaknya?


Dengan segera, Siro kembali melakukan panggilan telepon kepada dokter yang direkomendasikan.


"Silakan ke bandara dan ikut penerbangan nomor X176XX. Anda punya waktu 10 menit untuk tiba di sini dan menaiki pesawat." Ucap Siro pada pria di seberang telpon.


Semuanya akan menjadi sangat kacau jika sampai mata Andra mengalami iritasi!


@Interaksi


__ADS_1


Gila ya gila ajah sendiri, ngapain ngajak Andra, kalau dia gila, kan otor sendiri yang ribet nyari penggantinya.


BTW, kamu juga pembaca kelezz,, jangan ngina diri sendiri deh..! Malu! 🤭🤭✌️✌️✌️


__ADS_2