
Siro yang sedari tadi sibuk di perintahkan oleh Andra untuk menggantikan pria itu menyapa tamu akhirnya bisa bernafas lega saat acara akan dimulai.
Pria itu duduk di salah satu kursi dan mengambil ponsel dari sakunya lalu mendapati sebuah pesan dari Andra.
*Jaga pintu ruang santai, jangan biarkan siapapun memasuki ruangannya.* Pesan dari Andra.
Pesan itu sudah dikirim selama 30 menit yang lalu dan dia baru melihatnya.
Dengan segera pria itu kembali dipenuhi keringat saat ia berlari ke dalam mansion dan merasa lega ketika melihat pintu ruangan itu masih tertutup.
'Hah,, hari ini begitu padat.' Gumam Siro berjalan ke pintu ruang santai namun ia belum sampai ketika Leora dan Laila tiba-tiba memanggilnya.
"Siro!" Ucap mereka serentak.
"Ya Nyonya?" Jawab Siro menoleh pada kedua perempuan itu.
"Apakah kau melihat Sarah dan Andra?" Tanya Laila, wajah perempuan itu dipenuhi kecemasan.
Bagaimana tidak, pesta akan segera dimulai dan kedua orang yang menjadi sorotan utama pesta telah menghilang bagai ditelan bumi, tidak ada satupun orang yang melihatnya.
Siro terdiam sesaat, "Saya tidak melihat mereka."
"Kalau begitu, bantu kami mencarinya." Ucap Leora saat perempuan itu menghela nafas dan membuka pintu ruangan yang berada di dekatnya.
__ADS_1
Siro berdiam diri menatap kedua orang itu lalu berbalik menatap pintu ruang santai.
Ia segera berjalan ke pintu ruang santai dan berdiri di depannya.
"Tidak ada di sini." Ucap Laila keluar dari pintu sebuah ruangan lalu menghampiri Leora yang ikut keluar dari pintu ruangan yang tadi dia buka.
"Ayo periksa lagi." Ucap Leora lalu mereka memeriksa satu per satu ruangan hingga tiba di pintu ruang santai di mana Siro sedang berdiri.
"Apa yang kau lakukan di sini? Bukankah kami sudah menyuruhmu untuk membantu mencari Andra dan Sarah?" Tanya Laila menyipitkan matanya menatap pria yang berdiri sambil memegang kenop pintu.
Siro melepaskan knop pintu dan terdengar bunyi klik lalu berbalik menghadap Laila dan Leora.
"Saya baru saja memeriksa ruangan ini, mereka tidak ada di dalam." Ucap Siro berbohong.
Dia memang sengaja memutar kenop pintu yang terkunci itu untuk mengelabui dua perempuan itu.
'Maaf Nyonya, tapi saya tidak mau mengambil resiko ketika saya membiarkan seseorang masuk dan akhirnya berujung pada kepala saya yang dipenggal karena sudah gagal menjalankan perintah dari Andra.' gumam Siro.
Laila menghela nafas dan menatap pada Leora "Bagaimana ini, pesta akan segera dimulai dan mereka belum ditemukan. Tidak masalah kalau mereka berada dalam keadaan baik-baik saja tapi aku menghawatirkan Sarah."
"Sudah, masih ada beberapa ruangan yang belum diperiksa Ayo pergi ke sana mungkin saja mereka ada di sana." Ucap Leora lalu kedua perempuan itu segera meninggalkan Siro.
Keduanya belum menghilang dari pandangan Siro saat Leora menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Siro.
__ADS_1
"Kau ingin terus berdiri di situ? Cepatlah bergerak dan bantu kami menemukan kedua orang itu." Ucap Leora sebelum perempuan itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Siro.
'Apa yang terjadi? Mengapa Tuan dan Nyonya menghilang dan mengapa aku disuruh menjaga ruangan ini?' Siro memandangi pintu ruang santai itu.
Pintunya terkunci, dan dia tidak tahu apakah seseorang dengan sengaja mengunci dari dalam atau memang sengaja dikunci supaya tidak ada orang yang masuk ke dalam.
Sementara Laila dan Leora, kedua perempuan itu telah tiba di depan pintu sebuah ruangan yang merupakan kamar pribadi Dewa.
"Ini ruangan terakhir, Aku harap mereka berada di dalam sini." Ucapan Layla memegang knop pintu lalu membuka pintu itu.
Seorang perempuan dan seorang lelaki berada di dalam keadaan polos. Sedang bergulat di atas ranjang!
"Ck! Menjijikkan!" Geram Laila kembali menutup pintu itu dan wajahnya dipenuhi ketidaksukaan setelah ia melihat pamannya sedang bermain bersama Ririn.
"Aku tidak ingin berpikir negatif pada keluarga kalian, tapi,," Leora menghela nafas membuat Layla menjadi lebih kesal lagi pada Dewa.
Sekarang besan mereka berpikir buruk tentang mereka gara-gara melihat pria itu bersama perempuan menjijikan yang hampir menghancurkan pernikahan anaknya.
"Pria itu bukan bagian dari keluarga kami." Ucap Laila segera berjalan meninggalkan Leora yang tersenyum memandangi Laila.
Dia tahu bahwa Laila adalah perempuan yang sangat baik dan Samudra adalah pria yang bertanggung jawab, tapi dia hanya sengaja menggoda Laila supaya perempuan itu tidak terlalu kuatir pada Sarah.
@Interaksi
__ADS_1
Hm, ya,, gendut seperti dompetnya.