Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
46. Karma untuk Andra


__ADS_3

Samudra baru saja tiba di kota K ketika dia mendapat panggilan dari sang sekretaris.


"Ada apa?" Tanya Samudra sembari pria itu berjalan dengan cepat keluar dari bandara.


"Tuan Angkasa membatalkan semua perjanjian dengan perusahaan kita dan mengalihkan semua kerjasamanya ke perusahaan saingan kita.


"Bahkan saya mendengar Tuan Angkasa memberikan lebih banyak keuntungan kepada perusahaan saingan kita ketimbang saat dia bekerja sama dengan perusahaan kita." Ucap sang sekretaris tanpa basa-basi karena dia juga tahu bahwa saat ini situasi sedang rumit.


Terutama dirinya yang ditinggalkan sendirian, dia menjadi bulan-bulanan para pemegang saham di Anderson grup sehingga dia bahkan tidak punya waktu untuk istirahat terutama untuk keluarganya.


"Kerjakan saja apa yang bisa kamu kerjakan, biarkan Angkasa melakukan apapun untuk saat ini. Apakah kau masih punya informasi yang lain?" Tanya Samudra saat pria itu kemudian menaiki mobil yang akan membawanya langsung ke kantor Angkasa.


"Sekretaris itu Tuan Joy baru saja menelpon saya dan katanya ada hal mendesak yang perlu dibicarakan Tuan Joy." Ucap sang sekretaris dari seberang telepon.


"Baiklah, aku sendiri yang akan menelpon Tuan Joy, kau urus perusahaan dan pastikan untuk tetap memantau gerak-gerik Andra. Terutama, pastikan dia terus menjalani terapi nya." Ucap Samudra langsung mematikan panggilan telepon itu lalu beralih menelepon Joy.


"Joy, ini aku, aku dengar sekretarismu menelpon sekretarisku untuk menjadwalkan pertemuan. Maaf sekali tidak bisa menemuimu karena saat ini aku sedang berada di kota K." Ucap Samudra.

__ADS_1


"Benarkah? Aku juga sedang berada di kota K, baru sementara berjalan ke bandara untuk kembali ke negara X. Bagaimana kalau kita bertemu sebentar, kebetulan jadwalku masih 2 jam lagi." Ucap Joy.


Samudra mendengarkan ucapan Joy, saat ini, yang paling penting adalah menemui Angkasa dan meminta maaf secara langsung pada pria itu.


"Maaf sekali Joy, tapi aku juga sedang dalam perjalanan untuk sesuatu yang mendesak. Dapatkah kau membicarakannya langsung ditelepon?" Tanya Samudra.


Sudah lama mengenal Samudra, Joy langsung mengerti bahwa pria itu benar-benar memiliki urusan yang sangat mendesak.


Jadi dengan segera ia mengiyakan permintaan Samudra lalu mereka mulai membicarakan tentang berita yang ingin disebar Angkasa.


Begitu mendengarkan cerita Joy, Samudra memijat keningnya dan dirinya yang sudah tidak beristirahat selama berjam-jam menjadi semakin pusing lagi memikirkan masalah tambahan yang ia hadapi.


"Sebarkan saja beritanya." Jawab Samudra lalu menutup panggilan itu.


'Andra, ayah harap kau tidak akan menjadi gila saat kau bisa melihat nanti dan mendengar semua kekacauan yang terjadi ini.


'Lagi pula, semua kekacauan ini awal mulanya disebabkan olehmu. Karena kau sudah mempercayai Ririn ketimbang Ayah dan ibumu, maka terimalah karmamu.' gumam Samudra lalu pria itu menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya untuk tertidur selama beberapa waktu menuju perusahaan Angkasa.

__ADS_1


"Tuan Kita sudah sampai." Kata sang supir ketika mobil mereka berhenti tepat di depan kantor besar milik Raya Group.


"Baik, terima kasih." Ucap Samudra lalu pria itu segera mengambil kopernya dan berjalan menuju resepsionis kantor.


"Maaf Tuan, ada yang bisa kami bantu?" Tanya Sang resepsionis ketika melihat Samudra tidak berbicara dengannya dan pria itu langsung berjalan ke arah lift.


"Aku ingin bertemu dengan besanku." Jawab samudra dengan cuek.


Mendengar kata besan langsung membuat sang resepsionis terlihat kesal pada Samudra.


"Maaf Tuan, tetapi Tuan Angkasa telah memerintahkan kami supaya besannya yang bernama Tuan Samudra tidak perlu diijinkan untuk menemuinya. Jadi sebelum Saya memanggil satpam sil-"


"Baiklah." Ucap Samudra lalu pria itu segera berjalan keluar dari kantor Angkasa.


'Angkasa, kau pikir aku semudah itu? Tidak! Demi Sarah dan Andra, Aku tidak akan menyerah begitu saja." Ucap Samudra saat pria itu menahan sebuah taxi dan berlalu pergi.


@Info

__ADS_1


Otor masih sibuk ngitung bintang, tolong jangan didesak minta up..!


__ADS_2