
"Kenapa semua orang di sini?" Ririn melototkan matanya melihat semua orang baik-baik saja.
"Kenapa kau begitu terkejut?" Siro membuka mulutnya.
Setelah menyadari bahwa Siro di sampingnya, dalam sekejap Ririn mengubah ekspresinya dan menatap sinis pada Siro.
"Apa hubungannya denganmu? Hanya asisten rendahan!" Ucap Ririn saat perempuan itu kembali ke dalam ruang makan dan mendapati bahwa semua makanan dimeja masih berada pada tempatnya, tidak ada sedikitpun yang tersentuh.
'Sial! Apakah mereka sudah tahu?' Ririn seketika menjadi takut, kegelisahan melingkupinya dan tangannya terkepal kuat.
"Kak Siro, kemarilah dan bantu, kami hendak memanggang ayam." Suara Ana dari luar terdengar.
Ririn memiringkan kepalanya dan memikirkan semuanya.
'Tidak, mereka pasti membatalkan makan malam karena ingin makan bersama di luar. Benar, kalau mereka sudah tahu bahwa aku telah meracuni makanan-makanan ini, mereka pasti sudah mencariku. Tapi sekarang, situasinya baik-baik saja.' Ririn meyakinkan dirinya lalu perempuan itu kembali ke kamar dan mengambil beberapa bungkus obat sebelum kembali ke taman belakang.
"Halo semuanya, maaf terlambat." Ririn mengapa semua orang dengan wajah tidak bersalah.
__ADS_1
"Bukankah kau bilang kau tidak mau makan malam?" Tanya Dewa yang baru saja tiba bersama pelayan-pelayan belakangnya memegang loyang berisi ayam yang hendak dibakar.
"Ah,, aku memang tidak mau makan malam karena mulutku mengalami sariawan, tapi sepertinya aku berubah pikiran. Tubuhku sudah terlalu kurus jadi aku tidak mungkin melewatkan jadwal makan malam." Ucap Ririn.
Sarah memperhatikan perempuan itu, dia bisa melihat memar-memar yang berada di sekitar kulitnya tapi perempuan itu sama sekali tidak berniat menyembunyikannya.
Ririn malah menggunakan baju terbuka seolah,,,
Dalam sekejap Sarah menoleh kearah Andra lalu perempuan itu menghela nafas dan merasa lega dalam hatinya saat melihat Andra sama sekali tidak tertarik pada Ririn.
"Sebenarnya ini acara keluarga, orang asing tidak diperbolehkan bergabung." Ucap Sarah dengan suara yang sangat menyinggung membuat Siro yang sudah bergabung di sana karena dipanggil oleh Ana, pria itu menelan air liurnya.
Tapi detik berikutnya, Sarah melanjutkan ucapannya "Tapi karena kau sudah di sini aku tidak akan melarangmu. 'Kan kakek buyut?" Sarah menata Dewa.
"Hm, duduklah." Ucap Dewa mengisyaratkan Ririn supaya perempuan itu duduk di kursi.
Dewa sudah tahu kalau perempuan itu pasti datang dengan membawa obat lagi, berniat meracuni semua orang karena dia telah gagal meracuni orang dengan makanan yang berada di meja makan.
__ADS_1
"Tidak, aku merasa tidak enak kalau aku tidak membantu kalian. Biarkan aku membantu." Ucap Ririn berjalan ke arah panggangan.
Baru saja perempuan itu tiba ketika semua perempuan yang mengelilingi panggangan langsung bergegas pergi dan duduk di kursi yang diletakkan di pinggir kolam.
Hal itu membuat Siro tersenyum menahan tawanya.
'Semua orang pasti takut berdekatan dengannya karena takut tertular virus gatal-gatalnya. Dasar perempuan gatal!' pria itu menghina dalam hati namun dia tetap berdiri diam memperhatikan Dewa yang berjalan mendekati Ririn.
Detik berikutnya ia melototkan matanya saat pria itu meraih pinggang Ririn dan Tengkuk perempuan itu lalu mencium Ririn dengan buas.
Pemandnagan ini, kalau itu dilakukan oleh orang lain maka Siro pasti akan melihatnya sampai puas. Tapi Ririn dan Dewa, entah kenapa dia hendak muntah!
Menjijikkan!
"Kakek buyut benar-benar!" Andra menggertakan giginya melihat kelakuan pamannya namun dengan segera ia menarik Sarah ke dalam pelukannya dan menatap ke arah kolam.
@Interaksi
__ADS_1
Marah ya? He, bodo amat...😜😜