
Setelah Sarah dan Giang meninggalkan kantor Andra, Samudra kembali mendekati putarannya.
"Kau lihat tadi, Sarah begitu memperdulikanmu, Bahkan dia tidak keberatan ketika kau melarang Kakak angkatnya berkunjung ke rumah kalian. Jadi hari ini ayah putuskan kalau Ririn akan berhenti bekerja di perusahaan ini!" Ucap Samudra.
Andra terkekeh "Ayah, kau lupa kalau perusahaan ini adalah perusahaan pribadiku. Tidak ada sepeserpun uang Ayah yang kugunakan untuk membangun perusahaanku.
"Jadi mengenai masalah pribadi perusahaanku, Ayah sama sekali tidak bisa ikut campur!" Ucap Andra.
"Baiklah, kalau begitu, ini akan menjadi akhir untukmu. Jangan berpikir bisa menemui ibumu dan adikmu lagi!" Ucap Samudra menggunakan kartu terakhirnya untuk mengancam Andra.
Sekarang Dia mengerti bagaimana perasaan ayah dan ibunya dulu ketika dia terus membantah kedua orang tuanya. Sangat sulit menghadapi orang muda!
"Ayah tidak punya hak melakukan itu!" Geram Andra sambil memukul meja dengan wajah dipenuhi kemarahan.
"Ayah punya hak! Dan sekarang Ayah ingin melihat apakah kau memilih mempertahankan seorang asing disisimu atau menuruti ayahmu demi ibu dan adikmu!" Ucap Samudra.
"Hahaha... Ayah pasti sudah lupa kalau Sekarang aku sudah berada di posisi yang setara dengan ayah. Kalau ayah dapat meratakan dunia ini, maka aku juga bisa melakukannya!" Ucap Andra balik mengancam ayahnya.
Yang artinya pria itu sedang mengancam Samudra bahwa jika Samudra bisa membatasinya bertemu dengan ibu dan adiknya, maka dia pun bisa melakukan hal tersebut pada Samudra.
__ADS_1
"Anak tidak tahu diri!" Teriak Samudra mengayunkan tangannya untuk memukul putranya, namun ternyata insting Andra jauh lebih kuat dan menahan pukulannya.
"Aku hanya buta ayah, tapi instingku jauh lebih kuat dari ayah. Dan ini semua turunan dari ibu, jadi jangan salahkan aku jika ayah tidak bisa mengatur ku lagi!" Ucap Andra menahan Samudra.
Ini salahnya, ini salahnya karena memiliki anak yang lebih jenius dari dirinya!
Tidak menyangka, Andra kecil yang dulu keras kepala kini tumbuh menjadi Andra yang lebih keras kepala ditambah kelicikan dan kepintaran yang melebihinya.
"Baiklah, kita lihat saja, siapa yang lebih dulu meratakan dunia ini, Ayah atau kamu!" Ucap Samudra lalu pria itu pergi meninggalkan ruangan anaknya.
Sekarang, dia begitu malu untuk bertemu dengan Angkasa karena dia tidak bisa membujuk Andra menyingkirkan Ririn dari sisi putranya.
Begitu keluar dari ruangan Andra, Samudra langsung bertemu dengan Ririn.
'Tidak ada pilihan lain, perempuan ini harus ku singkirkan dengan tanganku sendiri!' gumam Samudra memandangi Ririn lalu pria itu segera berjalan ke lift dan meninggalkan kantor Andra.
"Hehe, sudah kuduga. Samudra pasti akan kalah oleh Andra. Tentu saja, karena Andra memiliki gen terbaik dari ayah dan ibunya." Ucap Ririn begitu bangga pada dirinya sendiri karena bisa membuat Samudra dan Andra berselisih paham.
"Gen turunan dari Andra sangat cocok diturunkan pada anakku kelak." Ucap Ririn tersenyum bangga lalu perempuan itu kembali memasuki ruangan Andra.
__ADS_1
...
Di dalam mobil dalam perjalanan meninggalkan kantor Andra untuk mengantar Sarah kembali ke kediamannya.
*Kakak, menurutmu, bagaimana cara menghadapi ulat bulu pincang itu dan membuat Andra benar-benar percaya kalau aku adalah Putri, kekasihnya dulu?* Tanya Sarah pada Giang.
"Gampang saja, kau hanya perlu menyelipkan tulisanmu diantara berkas-berkas Andra. Jadi, ketika Andra memeriksanya dia akan membaca tulisanmu juga.
"Jangan lupa, tuliskan momen-momen berharga mu dengan Andra yang pernah kalian lewati di negara Mr. Ingat momen yang paling penting dan momen yang hanya diketahui oleh kalian berdua." Ucap Giang membuat Sarah tersenyum kegirangan dan langsung memeluk kakak angkatnya.
'Benar, Kenapa aku tidak pernah kepikiran? Aku akan menulis momen-momen berdua kami, Jadi Andra akan percaya karena tidak ada satupun orang yang tahu tentang momen itu selain kami berdua.' gumam Sarah tersenyum senang.
Sembari membalas pelukan Sarah, Giang menatap perempuan itu dengan nanar.
'Sarah, seandainya kita tidak pernah menjadi seorang kakak angkat dan adik angkat, maka sudah dari dulu aku melamarmu dan menjadikanmu istriku yang paling bahagia. Bukannya malah berakhir dengan kamu dan Andra menjalani hubungan yang penuh kesakitan seperti ini.' gumam Giang.
@Interaksi
__ADS_1
Ada typo, Ririn, bukan Sarah..! Eh,, utang otor udah lunas ya...👍👍