Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
61. Berbeda dari biasanya


__ADS_3

Siro dan Andra menaiki mobil menuju gedung milik kemiliteran yang dibangun di pinggir pantai.


Di dalam gedung itulah terdapat terowongan bawah tanah yang akan mereka lalui untuk sampai di pulau putih.


Siro sengaja menggunakan taksi dengan alasan agar mereka lebih cepat sampai tanpa harus menunggu mobil jemputan terlebih dahulu.


Sebenarnya, menggunakan taksi merupakan salah satu siasat Siro karena angkutan umum tidak diperbolehkan masuk ke dalam bangunan.


Dan dia sudah menghubungi wartawan supaya para wartawan akan menunggu mereka di gerbang.


Dan sesuai dugaan Siro, begitu mereka tiba wartawan sudah memenuhi gerbang, mereka memblokade jalan supaya sang penumpang tidak bisa masuk ke dalam gedung.


Andra menatap geram pada wartawan lalu menoleh pada Siro.


"Apa yang kau lakukan?! Cepat suruh petugas untuk mengusir wartawan wartawan sialan ini!" Geram Andra pada Siro.


Ia buru-buru untuk menemui istrinya, dan tinggal selangkah lagi, tapi mengapa harus bertemu dengan para pengganggu pengganggu itu?!


"Baik." Jawab Siro segera mengambil ponselnya dan menelpon seseorang.


"Halo Tuan?" Jawab seseorang dari seberang telepon yang merupakan wakil sekretaris Siro.


"Singkirkan wartawan yang menghalangi jalan kami." Kata Siro membuat sekretarisnya di seberang telepon mengerutkan keningnya.


Itu adalah kali keduanya Ia mendapat telepon aneh dari Siro dan pria itu berbicara dengan aneh.

__ADS_1


Di mana wartawan yang harus ia singkirkan, sementara dia saat ini berada di negara X dan Siro bersama Andra berada di AS.


"Maaf Tuan, tapi saya sungguh tidak mengerti dengan perintah Tuan. Apaka-"


"Baik," jawab Siro segera mematikan panggilan telepon itu membuat wakil sekretarisnya memandangi ponselnya dengan penuh kebingungan.


Bukan hanya Andra yang kini menjadi aneh, bahkan Siro mengikuti tingkah Andra.


Apakah sekarang dia seharusnya berjaga-jaga jangan sampai dia juga ikut tertular?


Sementara Siro yang mematikan panggilan telpon itu, pria itu segera menoleh pada Andra dan berkata.


"Sepertinya Tuan angkasa sudah mengatur semuanya. Bahkan kita mungkin tidak akan masuk ke dalam gedung dengan begitu mudahnya." Ucap Siro.


"Apa katamu?! Bagaimana bisa dia mengendalikan kemiliteran AS?! Jelas dia bukan siapa-siapa disini sementara keluargaku adalah penguasa di tempat ini!" Geram Andra sama sekali tidak mempercayai ucapan Siro.


"Sudahlah. Aku kan menghadapinya." Andra memotong perkataan Siro.


Lagipula, bukan salah siapapun hingga keadaan menjadi seperti ini. Semuanya adalah salahnya sendiri.


Andra segera membuka pintu membuat para wartawan mengelilinginya tanpa ada celah untuk melarikan diri.


'Benarkah ini hukumanku karena sudah membuat Sarah menderita? Aku akan menghadapinya, lagipula Angkasa pasti sedang memata-mataiku sekarang dan aku akan memperlihatkan pada pria itu bagaimana tulusnya aku meminta maaf pada putrinya.' Gumam Andra dalam hati.


"Tuan, apa yang Tuan lakukan berada di sini? Bukankah seharusnya Tuan berada di negara X menyelesaikan semua masalah yang Tuan buat untuk Anderson Group?"

__ADS_1


"Tuan, Anda sama sekali belum menanggapi tentang rumor yang beredar belakangan ini, tentang bagaimana Tuan melakukan kekerasan terhadap istri sah Tuan hingga masuk kedalam rumah sakit dan dirawat selama satu minggu penuh karena terluka parah."


"Tuan, tolong tanggapi juga perihal bulan madu Tuan bersama istri tuan, kami dengar bulan madu itu tidak diperuntukkan untuk berbulan madu yang sesungguhnya tapi malah digunakan untuk menyiksa istri Tuan? Apakah itu benar?"


"Lalu, apakah benar bahwa istri Tuan sudah menggugat cerai Tuan dan prosesnya sementara dilangsungkan?"


Setiap pertanyaan yang diberikan wartawan adalah pertanyaan pertanyaan yang harus dijawab dengan kata iya oleh Andra.


Tapi pria itu mendengar mereka seolah sedang tidak bertanya, tetapi sedang mengingatkannya tentang segala masalah yang sudah ia buat untuk istrinya.


Dan setiap kata yang diucapkan wartawan menusuknya seperti jarum panas yang ditembakkan berkali-kali ke ulu hatinya.


Pria itu tidak mengatakan apapun dan hanya terpaku di sana dalam rasa sakit yang tidak mampu lagi membuatnya menangis, berteriak ataupun menjerit karena penyesalan.


Inilah kesakitan yang sesungguhnya, saat kamu dengan sengaja melukai orang yang paling berarti dalam hidupmu, orang yang paling kamu cintai hingga orang itu mengalami penderitaan.


'Astaga Tuan, biasanya dia menghadapi wartawan dengan sangat cermat dan malahan membungkam para wartawan.


'Sekarang Tuan bahkan tidak mampu mengatakan sepatah kata pun.' Guman Siro kala pria itu berdiri di samping Andra sebagai satu-satunya orang yang mendampingi Andra menemui para wartawan.


@Interaksi



Makasih ya Neng Lusi, selalu ngingatin otor kalo ada salah ketikπŸ‘πŸ‘

__ADS_1


Hadiah buat kamu :πŸ›οΈπŸŽπŸ›οΈπŸŽπŸ›οΈπŸŽπŸ›οΈπŸŽπŸ§§πŸ§§πŸ§§πŸ§§ Silahkan di unboxing.....


__ADS_2