Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
22. Obat tidur untuk Ririn


__ADS_3

Sudah saatnya makan siang ketika Sarah baru bangun dari tidurnya dan perempuan itu merasa lemas di seluruh tubuhnya.


Bukan hanya itu saja, dia juga merasakan sakit di seluruh tubuhnya dan kemalasan membungkus tubuhnya dengan erat.


Perempuan itu masih bermalas-malasan di atas kasur ketika suara ketukan pintu menarik perhatiannya.


'Astaga! Aku lupa, aku harus menyaksikan sesuatu yang luar biasa hari ini!' gumamnya segera bangkit dari tidurnya lalu perempuan itu mengambil tabung kecil berisi cairan bening lalu membuka pintu kamar.


Didapatinya Bibi Nia sedang menunggunya di luar dengan senampan makan siang untuk Sarah.


"Nyonya saya kuatirnya Nyonya sedang sakit makanya saya datang untuk membawa makan siang untuk nyonya." Ucap Bibi Nia.


*Bibi, perempuan yang tidur di atas lantai 2 itu, Apakah dia sudah bangun?* Tanya Sarah.


"Belum, memangnya kenapa Nyonya?" Tanya Bibi Nia.


Ucapan Bibi Nia membuat Sarah tersenyum *Kalau Andra, apakah dia sudah berangkat ke kantor?*


"Sudah Nyonya, bahkan Tuan terlihat marah pada Nona Ririn karena tidak menyiapkan berkas berkas yang harus Tuan bawa." Jawab Bibi Nia menambah kebahagiaan Sarah lalu perempuan itu membuka penutup cairan bening di tangannya dan meneteskan beberapa tetes ke dalam air putih yang dibawa oleh Bibi Nia.


*Tolong bawakan makanan ini pada perempuan itu, pastikan Dia menghabiskan semuanya!* Perintah Sarah membuat Bibi Nia dipenuhi rasa cemas.

__ADS_1


Apakah Nyonya sedang berencana untuk meracuni Ririn?


Kalau sampai itu terjadi, akan terjadi perang besar di dalam rumah itu.


Melihat wajah cemas Bibi Nia, Sarah tersenyum *Itu hanya obat tidur, dia akan tidur sampai malam ketika Andra pulang dan akan memarahi perempuan itu. Bagaimana menurut bibi?*


"Haha,, kalau itu sih saya setuju Nyonya. Perempuan pengganggu rumah tangga orang lain memang patut dikejain!" Ucap Bibi Nia lalu perempuan paruh baya itu segera meninggalkan Sarah dan naik ke lantai dua.


Melihat Bibi Nia sudah naik ke lantai dua, Sarah kemudian berjalan ke arah ruang makan dan duduk disalah satu kursi meja makan.


'Aku merasa sangat lelah dan semua badanku seolah terpisah satu dengan yang lainnya.' gumam Sarah menyandarkan kepalanya di atas meja.


'Benar, di dalam rahimku ada bayi kecil yang harus kujaga. Aku tidak boleh mengeluh dan aku harus makan yang banyak supaya dia mendapat nutrisi yang cukup!' gumam Sarah lalu perempuan itu segera menaruh nasi ke piringnya ditambah banyak lauk.


Mengambil sendok dan hendak makan, Sarah menghentikan gerakannya ketika melihat ruang makan itu sangat sepi.


'Sebaiknya aku menunggu Bibi Nia,' gumamnya tidak bernafsu untuk makan ketika ia harus makan sendirian.


Sementara di lantai dua, Bibi Nia mengetuk-ngetuk pintu kamar Ririn.


5 kali mengetuk, akhirnya seorang perempuan dengan wajah baru bangun tidur dan rambut acak-acakan keluar menemui Bibi Nia.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Ririn sambil menguap karena dia masih mengantuk.


"Maaf Nona Ririn, ini sudah pukul 12 siang dan Nona belum bangun jadi saya kemari untuk mem-"


"Apa?! Jam 12?" Ririn melototkan matanya saat ia melihat ke arah jam dinding di dalam kamar.


Setelannya, perempuan itu kembali menatap Bibi Nia "Bibi, Kenapa tidak membangunkanku sejak pagi tadi?!" Ucapnya menyalahkan Bibi Nia.


"Maaf Nona, tapi sudah dari tadi pagi saya mengetuk-ngetuk pintu kamar Nona tapi Nona tidak pernah membuka pintu. Oh ya, Tuan berpesan supaya makanan ini dihabiskan." Ucap Bibi Nia berbohong.


Dan terbukti, kebohongan Bibi Nia langsung membuat Ririn tersenyum mengembang lalu mengambil nampan di tangan bibi Nia.


"Makasih Bi!" Ucap Ririn kembali masuk kedalam kamarnya.


"Ck,, ck,,! Dasar rubah licik! Makan tuh obat tidur!" Ucap Bibi Nia setengah terkikik lalu meninggalkan kamar Ririn.


@Interaksi



Pray for keyboard hp Kak Monica, kasian dia gak tahu apa pun tapi harus menerima beragam pukulan dari jari-jari pemiliknya karena kemarahan pemiliknya pada Andra..! Semoga gak penyok apa lagi sampai layar hpnya retak,,,👀

__ADS_1


__ADS_2