Ranjang Balas Dendam (S2)

Ranjang Balas Dendam (S2)
36. Lembut seperti kapas, kuat seperti batu karang


__ADS_3

Perusahaan Andra.


Setelah Andra tidak mendapati Sarah di dalam kamar dan mengira perempuan itu telah kabur karena sudah menyerah dengan siksaan siksaan yang terus diberikan oleh Andra, pria itu meninggalkan hotel dan memilih kembali bekerja.


Pekerjaannya sudah menumpuk, berkas-berkas yang harus diperiksa dan tandatangani sudah menggunung di atas mejanya.


Tapi, dia belum menyelesaikan satu berkas ketika ayah dan ibunya tiba-tiba memasuki kamar, tak lupa pula kedua orang itu membawa Putri kesayangan mereka.


"Andra," Laila langsung berjalan menghampiri Andra dan memutar kursi pria itu hingga menghadap ke arahnya.


Meski terkesan buru-buru, tapi Laila masih bersikap dengan tenang sebab dia tahu bahwa ketika dia menampakan kemarahannya pada Andra, maka anaknya akan menjauhinya dan semakin menutup diri.


"Dimana Sarah?!" Tanya Layla.


"Ibu, setelah aku kembali membeli snack, aku tidak mendapatinya lagi di kamar. Sepertinya dia sudah bosan bersama seorang pria yang buta jadi dia memilih kabur dari pernikahan kami." Ucap Andra.


"Tidak mungkin Kakak Sarah pergi, dia sangat mencintai kakak dan bahkan dia menerima kakak apa adanya. Aku tahu itu!" Ucap Ana dengan polos sembari perempuan itu menggenggam erat tangan ayahnya mereka berdua berdiri agak jauh dari Andra dan Laila.


"Adikmu benar, Sarah sangat mencintaimu dan tidak mungkin kabur begitu saja." Ucap Laila dengan perempuan itu mengamati wajah putranya.

__ADS_1


Meski Dia sangat mengenal Andra tapi dia juga tahu bahwa raut wajah Andra sangat sulit untuk dibaca, pria itu jauh lebih pandai menyembunyikan perasaan nya ketimbang ayahnya.


"Apa sekarang kalian datang untuk menghakimi ku dan menuduhku telah berbuat yang tidak-tidak pada Sarah hingga dia kabur dariku?


"Kalian sadarlah, Aku tidak pernah meninggalkan pekerjaanku selama satu minggu lebih hanya untuk seorang perempuan.


"Tapi tidak menyangka, Saralah yang akhirnya meninggalkanku karena tidak puas dengan keadaanku sekarang." Ucap Andra, pria itu kembali memutar kursinya dan meraih dokumen yang ada di hadapannya.


Melihat tumpukan dokumen di meja kerja putranya, Laila dan kedua orang yang bersamanya akhirnya percaya bahwa putranya benar-benar tulus pada Sarah.


Pria itu tidak pernah membiarkan pekerjaannya tertunda, bahkan untuk liburan keluarga mereka, Andra biasanya bekerja sambil berlibur.


"Kalau begitu, apa alasan sebenarnya Sarah meninggalkan hotel secara diam-diam bahkan menyewa orang untuk merusak kamera CCTV?" Ucap Laila selagi perempuan itu berpikir.


"Sudah kubilang, dia tidak puas denganku. Selama kami berada di hotel dia seringkali berdecak kesal saat aku harus merepotkannya dari berbagai hal hal kecil karena aku tidak bisa melihat, apa Lagi di tempat asing aku benar-benar merepotkan nya." Ucap pria itu terus membaca dokumen-dokumennya.


'Perempuan menjijikkan, mulai sekarang, bukan hanya bersamaku kau tersiksa, tapi saat bersama orang lain. Kau tidak akan tenang karena semua orang akan mencibirmu!' gumam Andra.


...

__ADS_1


Di sebuah rumah sakit lebih tepatnya di dalam ruangan pribadi Giang.


"Adikku, kau baik-baik saja?" Tanya Giang yang baru saja selesai memeriksa seorang pasien lalu menghampiri Sarah yang sudah sadar sejak beberapa menit yang lalu.


*Aku baik kak, cuma aku harap kakak tidak memberitahu siapapun bahwa aku berada di sini bersama kakak, bahkan pada ibu dan ayah.* Jawab Sarah menggunakan gerak-gerak tangannya sembari wajahnya terlihat memohon supaya Giang bisa mengabulkan permintaannya.


'Kasian Sarah, dia pasti kesakitan selama 8 hari bulan madu bersama pria kejam itu. Tapi hatinya yang selembut kapas sekaligus kuat seperti batu karang membuatnya bertahan di samping Andra dan memaafkan pria itu.


'Andra, seandainya kamu tahu betapa beruntungnya kamu bisa menikah dengan Sarah dan seandainya kamu segera sembuh dan bisa melihat lagi supaya kamu bisa menyesal bahwa perempuan yang selama ini kamu siksa adalah perempuan yang selalu kamu cari dan selalu menjadi alasan kamu menyiksa Sarah' gumam Giang menggenggam erat tangan Sarah lalu bergerak mencium kening Sarah.


Ciuman itu bukan ciuman antara lelaki dan perempuan tetapi ciuman hangat dari seorang kakak yang tulus menyayangi dan memperdulikan adiknya.


"Kakak akan melakukannya, tapi kau harus sembuh dengan cepat supaya kakak tidak terlalu lama berbohong pada ayah dan ibu juga pada kedua mertuamu yang sangat menyayangimu." Ucap Giang.


'Terima kasih Kak, terimakasih selalu berada disampingku dan terus menyemangatiku dan menghargai setiap keputusan yang aku ambil.' gumam Sarah.


@Info


Maaf kemarin bolong 2 bab ya,, otor super sibuk,, semoga nanti malam bisa dibayar.

__ADS_1


__ADS_2