
Tinggalkan Like, Koment Dan Vote teman-teman. Asli gratis loh πππ
*****
"Aku tidak tahu mengapa Tuhan selalu ingin mempertemukan kita disetiap kehidupan. Tapi aku sangat bersyukur kali ini mengetahui sifatmu lebih awal, dibandingkan dikehidupan sebelumnya yang selalu bersikap manis," batin Sarlince.
"Kali ini aku harus benar-benar membentengi hatiku. Jika di kelima kehidupan aku tertipu dengan sikap manismu, tapi tidak dikehidupan ini. Aku pasti akan menguliti habis topeng palsumu itu,"
"Rasanya baru kemarin aku melihat semua penghianatanmu, tapi hari ini Tuhan sudah mempertemukan kita kembali. Edogawa, atau Qiel, siapapun kamu. Mari kita mulai permainan yang sesungguhnya," batin Sarlince.
"Sayang. Makanlah, paman tahu kamu menyukai Qiel. Kamu tenang saja, lusa kalian akan menikah dan bisa bersama-sama terus selamanya," ujar Alex.
Qiel melirik Sarlince dengan tatapan datar. Dia merasa risih karena diperhatikan oleh Sarlince.
"Iya paman..Aku sudah tidak sabar ingin tidur dengan kakak Qiel. Setiap malam kakak harus membacakan dongeng untukku." Jawab Sarlince.
Wajah Qiel bertambah menggelap. Alex menyentuh kaki Qiel, agar putranya itu tetap harus bisa menahan diri.
"Kakak. Aline mau udang, maukah kakak mengupaskannya untukku?" tanya Sarlince.
Qiep melirik kearah Alex dengan tatapan kesal. Tapi Alex hanya mengedipkan mata saja, pertanda menyetujui permintaan Sarlince.
"Ini baru hal kecil Qiel. Hari ini kamu bisa menguliti udang, bisa jadi besok kamu yang akan aku kuliti," batin Sarlince.
Sarlince meraba-raba bagian dadanya tanpa sepengetahuan dua pria didepannya. Sarlince masih mengingat rasa sakit yang Edogawa berikan, ketika sebuah belati dihujamkan pada dadanya waktu itu. Rasa nyeri dan sakit yang tidak seberapa, jika dibandingkan dengan penghianatan yang diberikan oleh pria itu.
Mengingat itu, mata Sarlince memerah dan tangannya sedikit bergetar. Rasanya dia ingin sekali segera melubangi kepala pria yang tepat berada dihadapannya ini.
"Aku tidak perduli seberapa kuatnya kamu dikehidupan ini, tapi aku pastikan dikehidupan ini aku yang akan menang," batin Sarlince.
"Makanlah!" ujar Qiel, setelah mengupas semua udang yang ada dipiring.
Sarlince segera merubah ekspresi wajahnya menjadi bersinar kembali.
"Terima kasih kakak." Jawab Sarlince.
Mereka kemudian makan dalam diam. Hanya sesekali terdengar suara denting sendok dan garpu yang memenuhi ruang makan itu.
"Paman. Kapan ibu tiriku pulang?" tanya Sarlince.
"Besok." Jawab Alex.
"Sepertinya Paman sangat dekat dengan ibu tiriku. Bahkan jadwal pulang pun dia memberitahumu," ucap Sarlince.
"Uhukk...uhuk..."
Alex seketika terbatuk..Dia menjadi tidak enak hati mendengar ucapan Sarlince. Pasalnya putra semata wayangnya sama sekali tidak tahu tentang perselingkuhannya dengan Sarah ibu tiri Sarlince.
Qiel melirik kearah Alex yang terlihat salah tingkah, dan langsung meminum jus hingga tandas.
"Papa harus menjelaskan sesuatu padaku," bisik Qiel.
"Akan kita bahas saat pulang." Jawab Alex.
"Aline. Paman adalah sahabat dekat papamu. Jadi istri papamu, tentunya sahabat paman juga kan?" tanya Alex.
"Paman benar." Jawab Sarlince.
Setelah acara makan malam, Alex dan Qiel segera berpamitan pulang. Terutama Qiel, dia sudah tidak tahan berada lama-lama dikediaman Sarlince yang membuatnya jengah menghadapi tingkah gadis itu.
__ADS_1
Sementara Sarlince dengan langkah cepat memasuki kamarnya, dia memgambil sebuah guling dan mengikatnya sedikit agak memanjang. Guling itu kemudian dia gantungkan sedikit memanjang diatas plafon yang terdapat bekas paku.
Bak
Buk
Bak
Buk
Sarlince melampiaskan rasa amarahnya dengan memukuli benda panjang itu.
"Aku tidak akan membiarkanmu lolos begitu saja Edogawa,"
Bak
Buk
"Aku pastikan dikehidupan ini kamu akan merasakan penderitaan yang setimpal,"
Bak
Buk
Bak
"Aku tahu tatapan matamu tadi penuh dengan penghinaan. Aku akan membuatmu jauh lebih terhina. Pria bajingan sepertimu bahkan tidak layak mendapatkan gadis bodoh seperti Sarlince."
Bak
Buk
Bak
Buk
Hosh
Hosh
Hosh
nafas Sarlince terengah-engah, tubuhnya dipenuhi keringat. Sarlince melepas semua pakaiannya, dan membiarkan tubuh indahnya diterpa dinginnya ac hingga keringatnya kembali mengering dari tubuhnya.
Sarlince memasuki kamar mandi dan membersihkan diri untuk menghilangkan rasa lengket ditubuhnya. Setelah itu, dia kembali memakai piyama normal dan pergi tidur karena tubuhnya sudah sangat lelah.
*****
Tap
Tap
Tap
Suara derap beberapa langkah kaki memenuhi ruangan. Terlihat dua orang pria berjalan selangkah, diiring langkah seorang wanita dibelakangnya.
"Silahkan duduk Tuan Igo," ujar Alex.
"Sayang. Panggil gadis bodoh itu untuk turun," bisik Alex pada Sarah.
__ADS_1
"Ogah Ah...siapa dia, gadis bodoh itu hingga dapat kehormatan aku yang memanggilnya. Aku baru datang, masih sangat lelah ." Jawab Sarah dengan berbisik pula.
Alex memanggil seorang pelayan untuk diperintahkan memanggil Sarlince kebawah. Sarlince yang sudah mengintip dari atas, perlahan menuruni anak tangga dengan sandal bonekanya.
"Aku sangat kesal, mengapa gadis itu masih hidup. apa nyawanya punya sembilan?" batin Sarah.
Sarah menatap kedatangan Sarlince yang masih berdandan seperti gadis tidak normal.
"Hai semuanya..." Sarlince langsung mengubah ekspresi wajahnya.
"Gadis cantik. Apa kabarmu?" tanya Igo membelai rambut kuncir Sarlince.
Sarlince menatap pria yang memegang kedua bahunya, agar duduk satu sofa dengan pria itu. Dia berfikir harus bersikap seperti apa dengan pria itu, sementara dia belum mengenal dengan baik apa pria itu merupakan lawan atau kawan keluarga Hadinata.
"Paman siapa?" tanya Sarlince
Igi tertegun. Gadis yang biasa bermanja dengan kedatangannya, tiba-tiba sama sekali tidak mengenalinya. Igo melihat ke arah Alex dan Sarah kedua orang itu terlihat gugup.
"Setelah bangun dari koma, Sarlince mengalami amnesia. Dia bahkan tidak mengenaliku dan ibu tirinya." Jawab Alex.
"Aline. Dia Paman Igo Santoso, pengacara keluarga Hadinata. Sekaligus orang kepercayaan Papamu." Alex menerangkan.
"Dan ini Sarah, Ibu tiri kamu."
Sarlince menatap kearah mata Pengacara Igo, mencoba menyelami pria parubaya itu.
"Mengapa Aku merasa gadis ini menjadi orang yang berbeda? tatapan matanya itu seperti menyiratkan banyak tanda tanya," batin Igo.
"Bagus. Paling tidak aku sudah tahu siapa pengacara keluarga ini, aku harus bicara empat mata dengan orang ini," batin Sarlince.
"Paman Igo? apa kita sangat dekat sebelumnya? maaf paman, aku tidak bisa mengingat apapun." Jawab Sarlince.
"Tidak apa sayangku. Kita bisa memulai pertemanan dari awal lagi, kamu pernah bilang pada paman. Kalau paman ini pak tua berkumis pengurus banyak berkas." Jawab Igo sembari terkekeh.
Sarlince ikut terkekeh untuk menemani pria itu agar tidak canggung. Sarlince kemudian menghentikan tawanya seketika, dan mengalihkan pandangannya pada Sarah. Tatapan matanya begitu menusuk, yang membuat Sarah menjadi salah tingkah karena takut Sarlince akan mengingat semuanya tentang kejadian sebelum koma.
Namun diluar dugaan Sarah, Sarlince dengan cepat mengubah ekspresi wajahnya kembali.
"Hai ibu tiri..."Sapa Sarlince dengan kaku.
Sarah melirik ke arah Alex, sapaan itu terdengar aneh ditelinga wanita itu. Sarah biasa mendengar Sarlince memanggilnya dengan sebutan Mama Sarah. Tapi kali ini Sarlince seperti orang yang berbeda.
"Ada apa dengan dia? apa amnesia bisa mengubah sifat dan cara bicara seseorang?" bisik Sarah.
"Nanti akan kita bahas," bisik Alex.
"Tuan Igo. Silahkan jelaskan pada Sarlince, apa maksud tujuan anda datang kemari," ujar Alex.
"Aline. Paman datang kemari ingin membacakan kembali tentang surat wasiat yang ditulis oleh Papa kamu sebelum dia meninggal. Kamu pasti lupa kan tentang isinya?" tanya Igo.
"Iya Paman." Jawab Sarlince.
"Jadi Sarlince. Disini Papa kamu mengatakan, semua harta dan aset, baik aset perusahaan maupun aset yang lainnya jatuh ketanganmu."
Sarah mengepalkan tangannya, karena kembali emosi mendengar surat wasiat itu. Entah apa sebabnya Hadinata sama sekali tidak memberikan dia warisan sepeserpun. Padahal dia merupakan istri Sah Hadinata, meskipun menyandang gelar ibu tiri Sarlince.
Sarlince bisa melihat perubahan air muka Sarah. Sarlince kini mengerti, siapa orang dibalik celakanya Sarlince hingga menyebabkan dia koma dan meninggal.
Jangan Lupa Like, Koment dan Voteπ€π
__ADS_1