SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
29. Mengirim disign


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Sarlince memberikan beberapa paperbag pada Umi, yang membuat gadis itu mengerutkan dahinya karena bingung.


"Ini apa?" tanya Umi.


"Persiapkan dirimu. Mulai besok kamu akan menjadi asisten pribadiku. Besok kita akan mulai bekerja di kantor HS Group." Jawab Sarlince.


"Kantor? asisten?" tanya Umi terkejut.


"Ya. Setidaknya bekerja diluar lebih baik, daripada berada dirumah ini bukan? kamu tidak akan di usili lagi oleh kedua pelayan itu." Jawab Sarlince.


"Baiklah," ujar Umi.


Sarlince meninggalkan kamar itu dan pergi kekamarnya sendiri. Sarlince segera membersihkan diri, karena tubuhnya terasa sangat lengket sekali. Setelah selesai membersihkan diri, Sarlince membuka laptopnya dan mengirimkan sebuah disign kalung di Email Regent. Karena tubuhnya yang sangat lelah, Sarlince memutuskan untuk tidur.


Sarlince merasakan sesuatu hangat menyentuh kedua benda besar miliknya. Tanpa sadar gadis itu melengguh, dan mengira itu adalah sebuah mimpi. Qiel dengan lihai bermain dipuncak dada gadis itu yang membuat tubuh Sarlince bergelinjang.


"Eugggghhhh....emmmptthh"


"Haidmu sudah selesaikan?" bisik Qiel.


Blammmmm


Mata Sarlince terbuka seketika. Suara itu benar-benar nyata. Dan dia mendapati Qiel tepat berada didepan wajahnya. Sarlince menutup dadanya yang sudah terpampang indah dan merapikan penyangga dadanya itu.


"Maaf kak belum selesai. Tapi besok pasti sudah selesai." Jawab Sarlince asal.


Qiel berdecak kesal, padahal benda kebanggaanya sudah tegang sempurna dibalik boxer hitamnya.


"Aku membelikan sesuatu untukmu," ujar Qiel.


"Apa?" tanya Sarlince.


"Ini hadiah karena kamu sudah berhasil lulus dari tes itu. Dan aku harap kamu memakainya sebagai hadiahku besok malam." Jawab Qiel.


Qiel menyodorkan sebuah paperbag berwarna merah. Sarlince meraih benda itu dan segera membukanya.


"Dasar pria mesum. Fikirannya tidak pernah jauh dari urusan dibawah pusat. Sepertinya aku harus membeli obat khusus untuk besok malam," batin Sarlince.


"Makasih kak. Besok pasti akan aku pakai," ujar Sarlince dengan senyum palsunya.


Qiel merapikan anak rambut Sarlince kebelakang telinga gadis itu. Qiel kembali mencoba ingin memcium gadis itu, namun Sarlince menghindar secara halus.


"Kakak belum mandi ya? bauknya seperti ada keringat perempuan?" tanya Sarlince asal.


"Mana ada? aku pulang kantor langsung kesini." Jawab Qiel dusta.


"Apa indera penciuman Aline sangat tajam? kenapa dia bisa mencium keringat Celine ditubuhku?" batin Qiel.


Melihat ekspresi Qiel, Sarlince sudah bisa menebak kalau apa yang dia katakan tidaklah salah.


"Bisa-Bisanya aku mengira itu tadi hanya mimpi. Bahkan aku begitu sangat menikmatinya saat dia menyentuhku. Aku harus meningkatkan kewaspadaanku dari pria mesum ini," batin Sarlince.


"Ya sudah, aku mandi dulu. Aku tidak mau kamu mengira ada wanita lain dalam hidupku. Aku hanya mencintaimu saja Sarlince," ujar Qiel.


"Benarkah?" tanya Sarlince berpura-pura antusias.


"Tentu saja." Jawab Qiel.


"Aku juga menyukai kakak," ujar Sarlince.


"Aku tahu." Jawab Qiel sembari menarik pelan hidung mancung Sarlince


"Ya. Aku menyukaimu untuk kumasukan kedalam neraka terdalam," batin Sarlince.


*****

__ADS_1


Regent begitu sibuk mengecek semua disign yang masuk kedalam emailnya. Dari 1500 peserta, Regent menyaringnya menjadi 100 orang. Namun dari 100 orang itu hanya 1 disign yang menarik perhatiannya.


"Disign kalung ini sangat unik. Terkesan kuno, seperti kalung yang dibuat berabad-abad yang lalu," ujar Regent lirih.


Regent memutuskan untuk mempercepat jadwal kompetisi untuk disigner perhiasan. Regent mengirim Email ketiap peserta yang terpilih, untuk mengikuti kompetisi dalam babak penyisihan 50 besar.


Sarlince yang saat ini sedang berada dikantor, menerima notif dari emailnya.


"Ternyata aku masuk dalam kompetisi selanjutnya," ucap Sarlince.


"Jadi Nona sudah mengirim disign itu?" tanya Umi.


"Ya. Aku kan sudah bilang akan mengikuti kompetisi itu. Jika aku menang, aku ingin membuat pria itu mengemis untuk kubuatkan disign." Jawab Sarlince.


"Tapi Mi. Ada hal yang lebih gawat lagi dari itu," sambung Sarlince.


"Apa?"


"Sepulang dari sini ingatkan aku untuk mampir kesebuah apotik. Aku harus membeli obat bagus, pria itu berniat ingin meniduriku." Jawab Sarlince.


"Jangan mau ditiduri oleh pria itu. Dia sama sekali tidak layak untuk mendapatkan anda," ujar Umi.


"Tentu saja. Pria itu sudah seperti teh celup, aku tidak akan mau minum teh yang sudah basi." Jawab Sarlince.


Umi tertawa saat mendengar Sarlince mengibaratkan Qiel seperti teh celup.


*****


"Hallo,"


"Ya? siapa ini?" tanya Qiel.


"Aku inara, gadis yang pernah bertemu denganmu di mall waktu itu." Jawab Inara.


"Inara? hai, apa kabarmu?" tanya Qiel.


"Naiklah keruanganku. Katakan saja pada resepsionis, kalau kamu sudah membuat janji denganku," ujar Qiel.


"Baiklah,"


Inara mengakhiri panggilan itu dengan senyum misterius.


Tak


Tak


Tak


Inara melenggang dengan mantap kearah ruangan Qiel. Gadis itu menarik sedikit lengan bajunya, agar dada indahnya sedikit terekspose.


Tok


Tok


Tok


"Masuklah!" ucap Qiel.


Inara membuka handle pintu dan menerbitkan senyum menggoda kearah Qiel. Qiel menatap penampilan Inara yang aduhai, yang membuat jakun pria mana saja akan naik turun.


"Qi," sapa Inara dan langsung mencium pipi kanan dan kiri Qiel.


Dapat Qiel cium wangi parfum yang menusuk dihidungnya. Namun wangi parfum itu membuat Qiel menjadi bergairah.


Perlahan Inara menjatuhkan bokongnya disofa milik Qiel, dan pria itu menghampiri Inara untuk duduk berdekatan dengan gadis itu.


"Ada apa? apa yang bisa aku bantu untukmu," tanya Qiel.


Mata Qiel senantiasa menatap dada Inara yang membusung dan terekspose nyaris setengahnya.

__ADS_1


"Aku sangat butuh pekerjaan. Apa kamu bisa memberikan pekerjaan apa saja untukku?" tanya Inara.


Qiel sejenak berfikir, dan kemudian menyunggingkan senyumnya.


"Bagaimana kalau menjadi serketarisku saja! kebetulan serketarisku baru saja risign. Aku sedang butuh cepat." Jawab Qiel.


"Benarkah? ah...aku sangat senang,"


Inara langsung berhambur dalam pelukkan Qiel. Gadis itu membuat tubuhnya begitu rapat, hingga Qiel bisa merasakan benda bulat kenyal begitu mantap menyatu dengan dadanya. Ide licikpun muncul difikiran pria itu.


"Tapi Inara, ada satu hal yang harus kamu patuhi kalau ingin menjadi serketarisku," ujar Qiel.


"Apa itu? aku akan melakukan apa saja demi pekerjaan itu," tanya Inara.


"Bagus. Gadis ini sepertinya lebih mudah diperdaya," batin Qiel.


"Aku ini pria beristri. Tapi istriku dirumah sangat membosankan. Itulah sebabnya aku suka mencari kesenangan diluar, apa kamu bersedia menunjukkan loyalitasmu padaku?"


"Loyalitas seperti apa?" Inara berpura-pura polos.


"Kamu harus menuruti perintahku dan semua keinginanku, termasuk menemaniku tidur." Jawab Qiel.


"Ap-apa?" inara berpura-pura terkejut.


"Ya itu terserah kamu saja. Kalau kamu mau aku bisa memberikan gajih lebih, tapi kalau tidak bisa, ya maaf saja. Aku tidak bisa menerima kamu bekerja disini." Jawab Qiel.


"Tapi Qiel, aku masih gadis perawan. Kalau kamu mengambil keperawananku, lalu bagaimana dengan kehidupanku selanjutnya?" tanya Inara berpura sedih.


"Aku tidak perduli soal itu. Aku hanya butuh seseorang yang bisa memuaskanku, karena istriku tidak bisa melakukannya." Jawab Qiel asal.


"Bagaimana kalau aku hamil?" tanya Inara.


"Aku akan bertanggung jawab." Jawab Qiel.


"Baiklah, aku setuju." ujar Inara.


"Kemarilah, kamu bisa menunjukkan loyalitasmu sekarang," ujar Qiel.


"Sekarang?" tanya Inara.


"Ya."


Inara segera duduk dipangkual Qiel dengan berpura-pura menjadi gadis yang sangat polos.


"Qiel, bagaimama kalau ada yang masuk dan melihat kita?" tanya Inara.


"Ikutalah denganku," ujar Qiel.


Qiel menarik tangan Inara, dan membawanya keruang pribadinya. Pria itu dengan tidak sabar mencu**u Inara, hingga tanpa sadar mereka sudah tidak mengenakan apapun lagi.


"Tubuhmu sangat indah," bisik Qiel.


"Benarkah? apa tubuh istrimu begitu payah?" tanya Inara.


"Sangat."


"Ah...Qiel..."


Qiel membenamkan wajahnya dipuncak dada gadis itu. Yang membuat Inara bersuara merdu.


"Qiel lakukan dengan lembut. Ini pertama kalinya bagiku," ujar Inara saat melihat Qiel mulai ingin memasukkan benda kebanggaanya.


Qiel mendorong perlahan benda miliknya meskipun sedikit kesulitan. Namun dengan sekali hentakkan kuat, Qiel berhasil menembus pertahanam Inara yang membuat gadis itu menjerit kesakitan.


"Maaf baby. Aku benar-benar sudah tidak tahan," bisik Qiel setelah berhasil membenamkan miliknya sejenak.


Qiel perlahan mulai bergerak dan memompa tubuh Inara. Suara-Suara merdu keduanya memenuhi kamar itu. entah sudah yang keberapa kali Inara mendapatkan pelepasannya. Namun Qiel seolah tidak memberinya ampun. Bahkan pria itu selalu meminta untuk mengulang percintaan panas itu hingga tubuh Inara lemas.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2