SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
123. Aku Takut Kehilanganmu


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


"Apa kamu senang?" tanya Sarlince.


Regent tidak menjawab ucapan Sarlince, sebagai gantinya pria itu memeluk erat wanitanya itu.


"Kapan kamu ingin mengajukan perceraianmu?"


"Kehancurannya baru saja dimulai, tunggulah sebentar lagi. Setelah aku berhasil membuatnya tidak memiliki apapun, aku akan mengajukan perceraian disaat dia tidak berdaya."


"Tapi aku takut kehilanganmu, dia pria yang licik. Aku takut dia berhasil memperdayamu, dan kamu berhasil dia tiduri."


"Aku berjanji padamu hal seperti itu tidak akan pernah terjadi, jiwa dan ragaku hanya milikmu. Tidak ada pria lain boleh menjamahku selain dirimu,"


"Apa kamu tahu? kamu itu selalu membuatku khawatir, terkadang saat malam datang, aku suka membayangkan yang tidak-tidak saat pria itu tidur disampingmu."


"Itu pemikiran yang konyol. Apa kamu tidak tahu? intensitas pertemuan kami sangat jarang terjadi?"


"Kenapa?"


"Selain sibuk dikantor, sibuk bersamamu, dia juga sibuk dengan wanita simpanannya. Itulah sebabnya aku tidak suka dia menyentuhku, karena aku sangat takut terkena penyakit kotor."


"Kalau denganku? apa kamu merasa kotor juga?"


Syuuutttttt


Sarlince merebahkan tubuh Regent yang polos diatas tempat tidur, sementara dirinya menaiki pria itu dengan sedikit bergerak dibawah sana.


"Bahkan aku bersedia jatuh kedalam kubangan lumpur saat bersamamu," ucap Sarlince.


"Kamu sangat nakal, kamu sudah membangunkan dia honey," Regent merubah posisi mereka hingga Sarlince berada dibawah kungkungannya."


Sarlince mengalungkan tangan dileher pria simpanannya, kemudian mengedipkan mata nakal kearah pria itu.


"Ahhh...emmpttt"


Tanpa berbasa-basi Regent langsung menghujamkan miliknya hingga jauh melesak kedalam.


"Kamu menyakitiku sayang," bisik Sarlince saat merasakan sedikit nyeri karena Regent sama sekali tidak melakukan pemanasan lagi padanya.


"Aku akan melakukannya dengan lembut setelah ini," bisik Regent.


Perlahan Regent mulai memompa dengan pelan, sesuai dengan janjinya, pria itu melakukannya dengan lembut sampai membuat Sarlince merasa nyaman.


Tidak lama kemudian suara keduanya mulai saling bersahutan, hingga tidak sadar mereka melakukan hal itu sampai hari beranjak malam.


Setelah keduanya selesai membersihkan diri, Regent mengantar Sarlince pulang tanpa ada rasa takut dicurigai.


Cup


"Aku mencintaimu," ucap Sarlince ketika hendak turun dari mobil.


"Aku lebih mencintaimu," ujar Regent sembari membelai pipi kekasihnya dengan lembut.

__ADS_1


"Masuklah! istirahat,"


"Emm." Sarlince mengangguk.


Sarlince beranjak dari tempak duduknya setelah membuka pintu mobil. Perasaanya sangat bahagia malam ini.


"Aline," seru Megumi saat melihat Sarlince akan memasuki kamarnya.


"Kamu belum tidur?"


"Sebentar lagi, aku sengaja menunggumu pulang."


"Ada apa?"


"Sebaiknya kita bicara didalam, takutnya nenek sihir itu akan mendengar. Aku sudah cukup muak mendengar desahannya hari ini."


"Kenapa? apa pria tua itu berkunjung lagi kemari?" tanya Sarlince sembari memutar kunci kamar, kemudian membukanya.


"Ya. Tapi entah apa sebabnya tiba-tiba dia keluar dari kamar wanita itu dengan tergesa-gesa sembari menerima sebuah panggilan."


"Itu pasti karena Qiel yang menelponya?"


"Ada apa? apa aku melewatkan sesuatu?"


"Aku sudah meretas sistem keamanan kantor pria mesum itu, sudah mencuri data dan menanamkan virus."


"Kenapa kamu melakukan itu?"


"Pria mesum itu ingin meniduriku di hotel, Regent sangat cemburu saat mendengarnya. Terlebih Regent membuat tubuhku seperti ini,"


"Sepertinya dia ingin membalas dendam."


"Dia pria pencemburu,"


"Tentu saja. Siapa yang tidak cemburu kalau liat tanda spesial itu, terlebih ditempat favoritnya."


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?"


"Aku dan Vino berencana akan menikah pekan depan."


"Menikah?"


"Emm. Aku fikir tidak bagus berhubungan terus diluar nikah, aku merasa sedikit tidak nyaman."


"Itu bagus. Semoga rencana kalian dilancarkan. Apa kalian juga akan mengadakan sebuah pesta resepsi?"


"Tidak, aku sama sekali tidak menginginkan itu. Aku hanya ingin nikah secara legal saja. Aku tidak suka acara-acara ribet seperti itu."


"Baiklah. Katakan saja kalau kamu berubah pikiran, aku akan mengurus semuanya untukmu."


"Terima kasih."


"Megumi. Ada hal penting lainnya yang perlu kita bahas,"


"Ada apa?"

__ADS_1


"Aku sudah memikirkan semua tentang ucapan Inara waktu itu."


"Apa rencanamu."


"Aku ingin membangun Laboratorium raksasa dan bunker raksasa lagi seperti kehidupan sebelumnya."


"Kalau laboratorium raksasa mungkin masih bisa, karena itu masih berkaitan dengan ilmu medis dan masih banyak fungsi lainnya. Tapi kalau membangun bunker raksasa? apa itu tidak akan menarik perhatian dunia? di era sekarang ini semua hal dipertanyakan oleh publik, terlebih orang yang menciptakannya. Aku takut ini akan menjadi masalah, bukan sebagai pertahanan militer, malah akan menjadi tempat pariwisata."


"Aku mengerti ke khawatiranmu. Dengan HS dan RB bersatu, kami akan membangun itu dengan dalih sebagai sebuah proyek pembangunan dimasa depan. Terserah juga orang akan berasumsi bunker itu sebagai tempat pariwisata pada awalnya, tapi yang pasti, tempat itu untuk tempat pertahanan kita sendiri."


"Gumi. Entah mengapa aku merasa musuh kita kali ini bukan orang sederhana, aku merasa ini ada kaitannya dengan kutukkan itu. Kita harus menyelidiki Inara, dan menemukan tempat persembunyian organisasi mereka."


"Kamu benar, aku setuju. Terlebih orang yang mereka incar adalah dirimu."


"Aku tidak tahu apa yang mereka inginkan dariku. Tapi aku merasa kali ini tidak sesederhana yang kita pikirkan."


"Jadi kapan kalian akan membangun itu?"


"Dalam waktu dekat. Gumi, bisakah kamu membantuku untuk mencari informasi tentang mafia terbesar di kota J?"


"Apa yang kamu inginkan?"


"Kita harus membeli banyak persenjataan, meskipun dengan cara ilegal."


"Tapi siapa yang akan mengoperasikan senjata itu semua?"


"Perlahan kita harus membuat organisasi sendiri, dan memperbanyak orang-orang kita sendiri. Semua urusan itu aku serahkan padamu dan Vino."


"Baiklah. Aku akan berusaha semampuku, lalu bagaimana dengan laboratoriumnya?"


"Sama hal nya dengan bunker itu, kita harus mencari orang yang handal dan cinta akan uang, terutama yang bergelar profesor dan tenaga medis lainnya."


"Apa kamu ingin menciptakan obat-obat itu lagi?"


"Ya. Itulah sebannya, kita membutuhkan orang-orang yang memiliki Lisensi itu untuk membantu kita."


"Sepertinya kamu butuh membangun satu tempat lagi sesuai dengan keahlianmu," ujar Megumi.


"Apa?"


"Sistem tehnologi di kehidupan ini sangat terbatas dan kurang canggih. Kalau kita hanya mengandalkan ponsel dan laptor saja, itu tidak akan efektif. Kamu harus membangun tempat yang bertehnologi tingkat tinggi seperti kehidupan sebelumnya, agar kita bisa melacak apapun dengan cepat dan akurat."


"Kamu benar. Aku akan bicarakan ini juga dengan Regent."


"Kalau begitu beristirahatlah, kita bisa lanjut mengobrol besok."


"Oke." Jawab Sarlince."


Setelah Megumi keluar, Sarlince meraih ponselnya dan laptopnya. Kali ini Sarlince menyerang sistem keamanan di kantor Alex, agar ayah dan anak itu tidak bisa saling membantu.


"Besok aku pastikan semua data kalian akan bocor ke perusahaan lain. Saham kalian akan jatuh kejurang, dan kalian akan menjadi gembel seketika."


Sarlince menyunggingkan senyum misterius. Setelah berganti pakaian, Sarlince memutuskan untuk tidur karena tubuhnya sangat lelah.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2