SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
81. Tangisan Sarlince


__ADS_3

Tinggalkan Like, koment dan Vote🤗🙏


*****


Flashback Off


Sarlince terisak dalam pelukkan Regent saat tahu cerita yang sebenarnya. Wanita itu ingin sekali bertemu ibu dan ayahnya sekali lagi. Dikehidupan sebelumnya, dia hanya tahu dirinya terlahir dari orang tua berbeda tanpa tahu asal usul dia sebenarnya.


"Apa setelah kehidupan ini akan ada kehidupan yang lain lagi?" tanya Megumi.


"Aku tidak tahu. Aku juga tidak tahu sebenarnya apa tujuan dari mahluk itu mengirim kita kedunia ini hingga berkali-kali. Tapi apapun itu, aku yakin itu bukan sesuatu yang baik untuk kita," ucap Regent.


"Seperti ada banyak hal yang terlewatkan ditiap kehidupan. Aku bahkan tidak bisa menyusun potongan-potongan purzle yang sangat membingungkan ini. Aline, aku ingin kamu segera menceraikan suamimu. Pria itu memang dikirim mahluk itu, untuk mengacaukan hidup kita. Setelah itu menikahlah denganku,"


"Aku masih tidak mengerti dan masih belum bisa mencerna semua ini. Rasanya ini persis sebuah dongeng yang menyesatkan fikiran anak-anak,"


"Aku pasti akan menceraikannya, tapi aku ingin membalas rasa sakit hatiku dulu. Maukah kamu bersabar?" tanya Sarlince.


"Aku takut kita tidak memiliki waktu yang cukup. Aku takut pria itu menyentuhmu, kamu tidak tahu rasanya saat melihat dirimu bercumbu dengan pria itu ditiap kehidupan sebelumnya. Rasanya sakit sekali Aline,"


Sarline kembali memeluk Regent, untuk menenangkan perasaan pria itu.


"Aku berjanji, tidak ada kesempatan baginya untuk menyentuhku. Tubuh dan hatiku hanya milikmu seorang."


"Tunggu sampai aku membayar lunas perbuatan keluarga itu, aku masih berhutang pada pemilik tubuh asli ini. Aku ingin membuat mereka hidup dijalanan."


"Aku jadi penasaran, apa yang terjadi pada Sersan Edogawa setelah berhasil membunuhku dan membunuh Kapten Sarline.


"Iya. Kamu dikehidupan itu menjadi siapa?" timpal Sarline.


"Maaf, saat itu aku dan Vino datang terlambat, karena kami disana hanya sebagai koki bunker yang ruangannya sangat jauh dari lokasi kejadian."


"Saat guncangan terjadi pada bunker, aku dan Vino berlari mencari keberadaan kalian. Dan kami sempat berpapasan dengan Sersan Edogawa. Saat aku memasuki ruangan itu, aku melihat...."


Regent merasa tak sanggup meneruskan ceritanya, yang kemudian diteruskan oleh Vino.


"Kami melihat Kapten Aline, Megumi dan Haruka sudah berada dalam Aquarium yang sama. Hanya meninggalkan kepala kalian saja."


Tangan Sarlince terkepal, dia ingat betul kekejaman yang dilakukan oleh Sersan Edogawa padanya.


"Lalu apa yang terjadi selanjutnya?" tanya Megumi.


"Alarm yang berbunyi semakin lama semakin kuat. Kami tidak sempat melarikan diri dari bunker, setelah terjadi sebuah ledakkan yang sangat dahsyat, tubuh kami terpental keluar bunker, tapi aku sangat beruntung saat itu bisa menyaksikan detik-detik kapal kecil yang ditumpangi Sersan Edogawa hancur dan mengeluarkan tubuh pria itu dari sana."


"Kami tenggelam kedasar laut secara bersamaan, rasanya melihat pria itu mati, akupun merasa puas meskipun aku merasakan kematian yang sama," sambung Regent.


"Aku tidak tahu kenapa dia sekejam itu, padahal aku selalu mencintainya dengan tulus," ujar Sarlince.


"Karena itu memang kutukan yang harus kamu jalani."

__ADS_1


"Tapi kenapa dikehidupan ini kutukan itu seolah tidak berlaku?"


"Aku tidak tahu. Ini sebuah misteri yang harus segera dipecahkan." Jawab Regent


"Sepertinya cerita kita sangat panjang, sampai kita tidak menyadari kalau ini sudah sangat sore," ujar Vino.


"Hah...rasanya aku masih belum puas. Aku masih ingin mendengar cerita hidup kita ditiap kehidupan," timpal Sarlince.


"Lain kali akan aku ceritakan. Tapi saat ini ada hal penting yang harus kita kerjakan," ucap Regent.


"Hal penting? apa?"


Regent menyeret tangan Sarlince keluar dari ruangan itu.


"Menurutmu mereka mau kemana?" tanya Megumi.


"Mau kemana lagi, kalau bukan kepulau kapuk "


"Pulau kapuk?"


"Apa kamu mau kesana juga?"


"Dimana tempatnya?"


"Akan aku tunjukkan,"


"Re, kenapa kamu membawaku kemari?" tanya Sarlince saat dirinya dibawa Regent kesebuah vila keluarga binara.


"Aku merindukanmu, jadi aku ingin menghabiskan waktu bersamamu."


Sarlince tahu betul apa arti ucapan pria itu. Tidak menunggu waktu yang lama, tubuh wanita itu sudah melayang karena Regent menggendong sembari mencumbunya.


Dengan tergesa-gesa keduanya melepas kain yang melekat ditubuh mereka. Seolah mereka sama-sama haus dan ingin melepaskan dahaga satu sama lain.


"Ah...Re..." Sarlince tak kuasa menahan suaranya, saat mulut Regent bergerak lincah dipuncak dadanya yang sudah menegang.


Sesekali Regent menc**u leher jenjang Sarlince dan wanita itu mendongakkan kepalanya agar memberikan akses yang luas bagi pria itu untuk menyentuhnya dibagian sana.


"Heggh....emmmpptthh...ah..."


Sarlince merasakan sesak penuh dibawah sana, saat Regent sudah membenamkan seluruh miliknya kedalam liang basah milik Sarlince.


Perlahan tapi pasti, Regent menggoyang pinggulnya untuk menghujam Sarlince dengan manis. Suara keduanya mulai bersahutan, memecah kesunyian vila yang hanya ada mereka berdua disana.


"oh...Re...."


Sarlince merasakan ada sesuatu yang akan segera meledak dari dalam dirinya. Wanita itu mengeratkan pelukkannya dan memberikan gigitan kecil pada leher pria itu saat Regent semakin mempercepat hujamannya.


Sungguh Sarlince sangat menyukai apa yang Regent lakukan saat ini padanya. Pria itu seakan mengerti apa yang Sarlince inginkan, hingga wanita itu bisa mencapai puncaknya berkali-kali.

__ADS_1


Lagi-Lagi Regent menghujam milik Sarlince semakin cepat dan keras, pria itu akan mendapatkan gelombang dahsyat miliknya sendiri. Dengan sebuah benaman yang cukup dalam, akhirnya pria itu mengerang panjang bersamaan dengan Sarlince dan ambruk diatas tubuh wanita itu.


Hosh


Hosh


Hosh


Nafas keduanya saling berkejaran. Namun kegilaan itu tidak berhenti sampai disitu, seolah ingin melepas rindu, mereka bahkan mengulang percintaan itu hingga tak terhitung berapa kali jumlahnya.


"Vin. Kamu bilang ingin membawaku kepulau kapuk, tapi kenapa kamu malah membawaku ke Apartementmu?"


"Itulah pulau kapuk yang aku maksud," Vino menunjuk kearah tempat tidur yang berukuran king Size.


"Ckk...semua pria sama saja. Otaknya tidak jauh dari urusan dibawah perut,"


Megumi hendak beranjak dari pintu kamar Vino. Tapi pria itu dengan sigap mencengkram tangan gadis itu dan membawanya masuk kedalam kamar.


Brakkkk


Pintu kamar itu tertutup dengan suara yang lumayan keras.


"Ap-apa yang mau kamu lakukan?" tanya Megumi gugup.


Seingatnya, dikehidupan sebelumnya dia tidak pernah bersentuhan intim dengan pria manapun. Tapi itulah ingatannya yang salah, karena pengaruh cairan yang sempat dia minum dari raja Iblis.


Vino yang membuat Megumi terpojok kedinding, segera menc**m gadis itu. Gumi yang semula berontak hanya bisa pasrah, saat tubuh dan hatinya tak lagi sejalan.


"Vi-Vin...aku takut," ucap Megumi lirih.


"Apa kamu mencintaiku?" bisik Vino.


Megumi hanya diam, baginya ini terlalu cepat jika dikatakan sebuah cinta. Tapi yang dia tidak mengerti, kenapa tubuhnya menyukai apa yang Vino lakukan padanya.


"Aku tidak tahu."


"Kamu akan tahu setelah merasakannya," bisik Vino.


"Ah..."


Megumi mende**h saat Vino dengan liar bermain dipuncak dadanya. Tubuh gadis itu bergelinjang, bahkan tubuh itu bergetar hebat saat jari-jari Vino bergerak lincah dibawah sana yang membuat seseatu dalam dirinya meledak seketika.


"Vi-Vin...sakitttt"


Pria itu sedikit demi sedikit membenamkan miliknya keliang basah milik megumi. Dan rasa sakit itu bertambah parah, saat Vino berhasil membenamkan seluruh miliknya yang kokoh. Megumi tak kuasa menahan tangisnya lagi, namun Vino berusaha membujuk gadis itu dengan perlahan memompa milik Megumi.


Tangis Megumi perlahan mereda, dan digantikan jeritan-jeritan kecil yang begitu indah ditelinga Vino. Dan setelah memakan waktu yang cukup lama akhirnya tubuh Vino menggelepar laksana ikan naik ketebing. Entah sudah berapa kali Megumi mendapat pelepasannya, yang pasti mereka mengulang kegiatan indah itu hingga tak terhitung jumlahnya.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏

__ADS_1


__ADS_2