
"Regent. Aku sudah menghubungi Marcel dan teman-teman, Tapi Sarlince tidak bersama mereka. Jadi kemana Sarlince sebenarnya?" tanya Megumi.
"Oh ya Tuhan...kemana Sarlince sebenarnya? aku memiliki firasat buruk," gumam Regent.
"Gumi. Tolong bantu aku retas cctv jalanan mulai dari kantor Sarlince. Minta bantuan Vino juga, agar semuanya cepat kelar," ujar Regent.
"Apa kamu sudah mengecek lokasi terakhir dari ponselnya Sarlince?" tanya Megumi.
"Belum. Baterai ponselku hampir habis, aku takut tidak cukup untuk melakukan hal itu." Jawab Regent
"Oke. Biar aku dan Vino yang melakukannya," ujar Megumi.
Megumi dan Vino segera melakukan tugas mereka. Saat mereka meretas cctv jalanan, mereka kehilangan jejak Sarlince dan ponselnya ditempat yang sama.
"Bagaimana?" tanya Regent, saat mendapat panggilan kembali dari Megumi.
"Sesuai dugaan, Sarlince memang diculik. Tapi cctv terakhir cuma memperlihatkan Sarlince dikepung oleh 4 buah mobil, dan bertarung dengan beberapa orang bertopeng. Setelah itu cctv selanjutnya tidak bisa menampilkan dimana Sarlince dibawa pergi. Sepertinya mereka juga sudah meretas cctv jalanan." Jawab Megumi.
"Ini sudah jelas. Ini pasti ada hubungannya dengan perkataan Inara waktu itu," ujar Regent.
"Apa maksudmu?" tanya Megumi.
"Ada orang yang menginginkan Sarlince berada ditangan mereka. Entah aku juga tidak tahu apa tujuannya, yang jelas saat ini Sarlince sedang berada dalam bahaya." Jawab Rengent.
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Megumi.
"Aku tidak tahu. Aku tidak bisa berpikir dengan benar saat ini. Tubuhku rasanya gemetar." Jawab Regent.
Bukan tanpa alasan Regent ketakutan saat ini. Bayang-Bayang akan dipisahkan kembali dengan Sarlince sudah diambang matanya. Dan dia tidak sanggup membayangkan hal itu terjadi.
"Tunggu! kamu bilang Sarlince mendapat info ini dari Inara bukan? kalau begitu kenapa tidak kita cari saja gadis bernama Inara itu. Iya kan?" tanya Megumi.
"Benar juga. Kalau begitu aku akan mencari tahu informasi tentang Inara di kantor Sarlince," ujar Regent.
"Oke. Kabari aku kalau kamu menemukan petunjuk baru," ujar Megumi.
Regent bergegas pergi ke kantor Sarlince, namun tentu saja saat ini kantor sudah sepi karena sudah lewat jam pulang. Regent sangat frustasi karena dia sama sekali tidak tahu keberadaan Inara. Dan saat malam harinya, dia sama sekali tidak bisa tidur karena memikirkan keberadaan Sarlince.
"Sayang. Kamu dimana sekarang? Aku sangat merindukanmu. Pantas saja tadi pagi aku begitu berat pergi ke kantor, ternyata sejak awal aku sudah memiliki firasat buruk. Sekarang aku benar-benar tidak tahu harus berbuat apa? aku tidak punya petunjuk apapun," Regent terlihat sangat terpukul dengan menghilangnya Sarlince.
__ADS_1
Keesokkan harinya....
"Intan. Apa kamu tahu tentang Inara? atau bu Sarlince pernah membahas tentang Inara sama kamu?" tanya Regent pada Intan sekretaris Sarlince.
"Maaf pak. Saya sama sekali tidak tahu tentang orang bernama Inara. Bu Sarlince juga tidak pernah menceritakan orang yang bernama Inara itu." Jawab Intan.
Wajah Regent tampak frustasi. Dia bergegas pergi dan kembali ke kantor. Lucia yang tidak sengaja melihat Regent murung di kantin, mendekati pria idamannya itu.
"Ada yang bisa saya bantu pak? kelihatannya bapak sedang ada masalah," tanya Lucia.
"Istri saya diculik oleh orang misterius. Saya tidak tahu harus mencarinya kemana," tanpa sadar Regent menceritakan masalahnya pada orang yang salah.
"Oh. Jadi tuanku sudah berhasil meringkus Sarlince. Itu berita bagus untukku. Kalau Sarlince menghilang selamanya, Regent bisa menjadi milikku bukan?" batin Lucia.
"Saya turut prihatin pak. Apa bapak sudah lapor polisi?" tanya Lucia.
Pertanyaan Lucia membuat Regent menoleh kearah gadis itu. Dia melupakan hal itu
"Belum." Jawab Regent.
"Kok belum pak? dengan bantuan polisi siapa tahu lebih cepat ketemu pak," ujar Lucia.
"Benar juga ya pak. Apa mereka belum menghubungi bapak? apa bapak sudah tahu motif penculikkan ini?" tanya Lucia.
Regent menggelengkan kepalanya, karena dia benar-benar tidak tahu apa motif dari penculikkan itu.
"Saat ini yang bisa memberikan petunjuk tentang penculik itu hanya gadis yang bernama Inara," ujar Regent.
"Inara? kenapa dengan Inara?" tanya Lucia.
"Dia sempat menemui istriku dan menceritakan hal yang nggak masuk akal. Katanya ada orang yang menginginkan istriku. Dan kemarin istriku benar-benar diculik tidak lama dari Inara datang ke kantornya." Jawab Regent.
"Sekarang saya nggak tahu harus mencari gadis yang bernama Inara itu kemana, karena saya sama sekali nggak punya petunjuk," sambung Regent.
"Saya akan bantu bapak menemukan orang yang bernama Inara, tapi tentu saja saya menginginkan imbalan," ujar Lucia.
"Tidak perlu. Saya nggak mau kamu terlibat dalam hal ini, karena sangat berbahaya," ujar Regent.
"Tapi bapak pasti membutuhkan bantuan saya dan tidak punya pilihan lain," unar Lucia.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" tanya Regent.
"Karena saya kenal dengan Inara yang bapak maksud." Jawaban Lucia membuat Regent terkejut.
"Ikut aku!" Regent menyeret tangan Lucia agar ikut kedalam ruangannya, sementara tanpa Regent tahu, Lucia menyeringai dibelakang punggung pria itu.
Brakkkk
Regent menutup pintu ruangannya sedikit agak kasar.
"Jangan bermain-main denganku, karena aku tidak cukup banyak waktu untuk meladeni semua omong kosongmu itu," ujar Regent.
"Aku tidak bicara omong kosong pak Regent yang terhormat. Karena aku tahu segalanya tentang penculikkan itu," ujar Lucia yang membuat mata Regent terbelalak.
"Apa maksudmu? apa kamu terlibat dalam penculikkan itu?" tanya Regent dengan tangan terkepal.
"Bisa dibilang iya, bisa dibilamg tidak." Jawab Lucia.
"Lucia. Kalau kamu bermain-main dengan ucapanmu itu, aku pastikan kamu akan berakhir buruk," ujar Regent.
"Aku tidak pernah seserius ini dalam hidup aku. Apa perlu aku menyebutkan nama bekenmu ditiap kehidupan? aku yakin kamu pasti tahu apa yang aku maksud," ujar Lucia.
"Lucia kamu...."
"Ckk...ayolah Re. Aku yakin kamu tidak akan pernah melupakan kehidupan percintaanmu yang tragis di 7 kehidupan bukan? tanya Lucia.
Mata Regent terbelalak, saat mendengar ucapan lucia.
"Ka-Kamu...."
"Ya. Sama denganmu, Sarlince, Megumi, Vino, Inara, aku juga bagian dari kehidupan yang tidak masuk diakal manusia. Kamu pasti mengerti maksudku kan?" Lucia mengedipkan matanya kearah Regent.
"Jadi kamu pasti sudah mengerti, tidak ada gunanya kamu mencari istrimu itu. Sekarang tuanku pasti sudah melakukan transfer gen darah untuk mengembalikan keremajaan kulitnya," sambung Lucia.
Mendengar penjelasan Lucia, ingatannya seolah berputar-putar. Dan disatu titik, ingatannya seolah tersadar oleh sesuatu.
"Apa maksudmu orang yang menculik Sarlince adalah anak dari raja kegelapan?" tanya Regent.
"Ternyata kamu masih mengingatnya dengan baik. Yang artinya kamu pasti tahu apa tujuan dia menculik istrimu." Jawab Lucia.
__ADS_1
Regent terduduk lemas di sofa. Karena dia tahu, tidak ada kehidupan lain setelah 7 kehidupan. Jika dia gagal menemukan Sarlince, maka selamanya dia tidak akan bertwmu dengan Sarlince lagi.