
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
"Aku sudah menemukan dia," ujar Inara dari seberang telpon.
"Apa kamu yakin itu dia? terkahir kali kamu sempat salah mengira seseorang itu dia," tanya Marcus.
"Tapi aku yakin kali ini aku tidak salah mengenali dia. Sesuai dugaan kita, dia selalu memakan umpan yang kita suguhkan."
"Baiklah. Aku akan melaporkan ini pada ketua, seperti biasa akan ada ahlinya sendiri untuk memastikan itu dia atau bukan."
"Oke."
Inara mengakhiri panggilan telpon itu dan kembali melanjutkan merias dirinya. Malam ini Qiel berjanji akan datang ke apartementnya.
Sementara itu Sarlince baru tiba dikantor Regent sekitar pukul 3 sore.
"Apa Tuan Regent masih berada diruangannya?" tanya Sarlince pada salah seorang resepsionist.
"Akan saya beritahu beliau. Maaf ini dari perusahaan mana?"
"Katakan saja direktur dari HS group ingin bertemu,"
"Baiklah."
Setelah menunggu beberapa saat, Sarlince dipersilahkan untuk menemui Regent diruangannya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!"
Regent menyunggingkan senyumnya saat melihat kedatangan Sarlince. Pria itu berdiri dari kursi kebesarannya dan langsung memberikan pelukkan hangat untuk wanitanya itu.
"Apa kamu merindukanku? sehingga kamu tidak taham, dan langsung menemuiku," tanya Regent.
Sarlince perlahan melepaskan dekapan Regent dan menatap dalam pria dihadapannya itu.
"Aku kesini hanya ingin memenuhi keinginanmu. Bukankah kamu bilang ingin aku sendiri yang datang untuk membatalkan semua bentuk kerjasama kita?"
Sarlince menyodorkan sebuah berkas kehadapan Regent yang langung dilemparkan pria itu kesudut ruangan.
Regent merapatkan tubuhnya kearah Sarlince dan memeluk posesif pinggang ramping wanita itu.
__ADS_1
"Kalau kamu begitu keras kepala, maka aku juga bisa. Aline, sekeras apapun usahamu untuk menjauhiku, maka sekeras itu pula aku akan mendekat kearahmu."
"Tapi apa yang kita lakukan sudah diluar batas Re."
"Aku tidak perduli. Karena aku tahu kamu tidak mencintai suamimu itu, kamu hanya mencintaiku. Kenapa kamu selalu menyangkalnya?"
"Aku tidak menyangkalnya. Biarpun aku tidak mengatakannya, kamu sudah bisa membaca semuanya."
"Kalau begitu biarkan aku selalu disisimu. Aku tidak butuh status sebagai suamimu, aku hanya akan menjadi pria simpananmu."
"Aku tidak butuh pria simpanan. Kalau hanya untuk memuaskan batinku, aku bisa melampiaskannya dengan pria manapun."
"Jangan sekali-kali kamu mencoba melakukan itu dengan pria lain. Tubuh dan hatimu hanya milikku."
"Re, berhentilah bersikap egois."
"Kamulah yang seharusnya jangan keras kepala. Kamu ingin membatalkan kerjasama kita bukan? maka lihat saja, setiap malam aku akan mendatangi kamarmu dan mengajakmu bercinta."
Sarlince berdecak kesal. Regent sangat sulit untuk ditangani. Regent perlahan membelai wajah cantik wanitanya.
"Kenapa kamu ingin sekali membuatku jauh darimu. Hem?" tanya Regent dengan nada yang sangat lembut.
"Regent. Apa kamu yakin perasaanmu padaku adalah cinta? aku takutnya kamu hanya terobsesi padaku,"
"Aku yakin kamu bisa merasakan ketulusan hatiku."
Regent tertegun mendengar ucapan Sarlince.
"Bagaimana kamu bisa tahu? bukankah kita baru melakukan itu beberapa hari yang lalu? lalu darimana kamu bisa menyimpulkan hal itu?"
"Aku tidak bisa menjelaskan hal itu padamu, kamu tidak akan mengerti."
"Aku tidak sebodoh itu. Kamu berkata seperti itu hanya ingin menjauhiku kan? maka aku tegaskan padamu, meskipun suatu saat kamu tidak bisa memberikan aku keturunan seumur hidupmu, aku akan tetap selalu bersamamu."
Sarlince terkekeh mendengar ucapan Regent. Kata-Kata itu sangat familiyar bagi Sarlince. Disetiap kehidupan, Sarlince selalu mendengar kata-kata manis itu, namun pada akhirnya selalu berujung dengan penghianatan.
"Aku juga tidak bodoh Re. Pria kalau lagi ada maunya selalu bicara manis, tapi setelah puluhan tahun kemudian apa kamu bisa menjamin perasaanmu itu tidak akan berubah?"
"Tidak akan. Aku mencintaimu bukan hanya ingin menghasilkan anak. Aku tidak bisa menjelaskan seberapa besar dan seberapa banyak aku mencintaimu. Kamu bisa menjaminnya dengan menjadikan aku pria simpananmu seumur hidup."
"Omong kosong. Fikirkan juga keluargamu, mereka akan sedih kalau melihatmu seperti itu. Re, kamu itu seorang direktur perusahaan besar, wanita cantik manapun akan selalu siap menaiki ranjangmu dan mengandung benihmu. Jadi jangan kecewakan keluargamu hanya demi obsesimu itu."
"Tapi aku hanya menginginkanmu."
"Lalu bagaimana saat gadis yang kamu cari itu sudah berhasil kamu temukan? apa kamu yakin perasaanmu padaku masih utuh?"
Regent terkejut saat tiba-tiba Sarlince membahas tentang Mehru.
__ADS_1
"Ap-apa Umi memberitahumu tentang ini?" tanya Regent.
Sarlince tersenyum kecut saat melihat perubahan rona wajah dari Regent. Dia yakin pria dihadapannya ini sedang dalam keadaan bimbang.
"Melihat dari raut wajahmu, kamu menginginkan keduanya bukan? Re, wanita yang bertahun-tahun kamu cintai saja bisa kamu lupakan, terlebih aku yang baru saja kamu kenal. Jadi jangan katakan lagi, kalau kamu mau jadi pria simpananku, sementara dihatimu masih terselip sifat serakah."
Regent terdiam. Tanpa Regent tahu, bungkamnya bibir pria itu sedikit meremas hati Sarlince. Seolah pria itu membenarkan seluruh tuduhannya.
Sarlince membalikkan badan dan berencana akan pergi dari ruangan itu.
Greppppp
Regent memeluk tubuh ramping wanitanya dan memberikan gigitan-gigitan kecil pada telinga Sarlince.
"Apa kamu cemburu?" bisik Regent ditelinga Sarlince.
"Aku tidak akan membiarkanmu meragukanku sedikitpun. Aku sudah memutuskan mencintaimu, itu artinya aku sudah memilihmu untuk menjadi ratu dihatiku. Aline, bercerailah dari suamimu, lalu menikahlah denganku. Aku akan membuktikan padamu, bahwa kamu adalah satu-satunya wanita yang aku inginkan dalam hidupku."
Sarlince membalikkan tubuhnya menatap pria tulus didepannya. Sungguh hati Sarlince saat ini benar-benar sedang basah mendengar kalimat rayuan dari regent.
Regent dengan gagah menggendong tubuh ramping itu dan membawanya masuk kedalam ruang pribadinya. Kali ini Sarlince tidak perduli lagi dengan prinsip-prinsipnya itu, cinta yang Regent tawarkan membuatnya benar-benar mabuk dan membiarkan dirinya selalu berada dibawah kungkungan pria itu.
"Emmmmpppttt ah..."
Lagi-Lagi nafas Sarlince tertahan saat benda besar dan tumpul membelah lautan madu yang begitu manis. Sarlince meneriaki nama Regent tiap kali pria itu menghujam dalam dirinya. Kali ini Sarlince benar-benar menggila, dengan liar dia mengimbangi gerakan Regent yang membuat Regent semakin keras menghujamnya.
Suara-suara merdu memenuhi ruangan itu, hingga Vino yang tidak sengaja mendengar teriakan-teriakan merdu itu terpaksa berbalik badan.
"Regent pebinor sialan. Aku sumpahi gancet baru tahu rasa," gerutu Vino sembari melangkah keluar untuk pulang lebih dulu.
Nafas Regent dan Sarlince masih tersenggal saat dua insan itu mengakhiri percintaan panas mereka, setelah melakukan pelepasan berkali-kali.
"Jadi apa kamu bersedia menjadikanku pria simpananmu?" bisik Regent.
"Aku terima tawaranmu. Seperti yang kamu katakan, mari kita gila bersama. Aku ingin melihat, seberapa tahan kamu dengan hubungan ini, aku yakin kamu akan mencampakkanku setelah puas menikmati tubuhku dan mendapatkan wanita yang baru."
"Kita lihat saja nanti,"
Sarlince beranjak dari tempat tidur dan segera memakai pakaiannya kembali. Regent bahkan membantunya memakaikan penyangga dadanya hingga Sarlince berpakaian sempurna.
Cup
Sarlince mengecup b***r Regent sekilas dan mengedipkan mata nakalnya.
"Terima kasih atas pelayananmu pria simpananku. Sungguh kamu sangat memuaskanku," bisik Sarlince.
Sarlince berbalik badan dan pergi dari tempat itu. Tinggalah Regent yang masih mematung dan menatap kamar yang sudah seperti kapal pecah. Regent sama sekali tidak menyesal dengan keputusannya, meskipun Sarlince hanya menganggap dia sebagai pria simpanannya.
__ADS_1
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏