SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
31. Aneh


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment Dan Vote teman-teman. Gratis lohhh๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ


*****


Tap


Tap


Tap


Regent, Vino dan dua orang Serketaris perempuan memasuki aula itu dengan penuh wibawa. Semua peserta yang hadir mendadak menegakkan tubuhnya, dan ada juga yang mendadak merapikan penampilannya.


"Astaga...apa dia pemilik RB group? dia tampan sekali, aku ikhlas kalau dia mau menjadikanku kekasihnya," ujar Malika.


"Aku juga mau, bahkan aku juga rela meskipun menjadi simpanannya," timpal Natalie.


"Dia benar-benar sempurna," ucap Regia.


Masih banyak bisik-bisik yang Sarlince dengar dari orang yang duduk disekitarnya. Mereka seolah hilang ketenangan saat sosok itu mulai masuk kedalam ruangan.


"Pagi semuanya..."


"Pagi...." Jawab mereka serempak.


"Terima kasih sudah bisa hadir untuk mengikuti kompetisi disign pada hari ini. Kalian tahu? kalian itu calon disigner-disigner hebat dimasa depan. Terutama 100 orang yang hadir di aula ini. Kalian sudah berhasil menyingkirkan 1.400 peserta saat tahap penyeleksian. Jadi saya harap jangan menyia-nyiakan kesempatan, keluarkan semua bakat dan kemampuan anda semua untuk kompetisi hari ini," ujar Regent.


"Setelah kalian menyelesaikan disign kalian nanti, silahkan kumpulkan disign kalian kemeja depan, nanti akan ada dua serketaris kami yang akan memantau kegiatan kalian disini. Bagi yang selesai lebih dulu, silahkan meninggalkan ruangan dengan tertib. Hasil dari kompetisi akan langsung kami beritahukan lewat email, jadi kalian tidak perlu datang secara langsung kesini. Barusahalah, karena kami akan menyisihkan sebanyak 50 orang dibabak ini," sambung Regent.


"Baiklah untuk mempersingkat waktu, Tuan Vino akan memberikan penjelasan tentang tema disign hari ini. Silahkan Tuan Vino," ucap Regent.


"Terima kasih Tuan Regent atas kesempatanya. Baik, sebelum saya memberitahu tema untuk babak penyisihan 50 orang ini. Terlebih dahulu saya akan menjelaskan tentang beberapa aspek penilaian. Jadi para peserta tidak hanya dituntut mendisign gambar dengan bagus, tapi juga harus memperhatikan beberapa poin penting disini."


"Jadi kualitas disign dinilai dari pertama, kebersihan media disign. Jadi peserta diharapkan memperhatian kebersihan kertas yang anda gunakan. Jangan terlalu sering menghapus atau apapun yang bisa mengotori kertas disign anda,"


"Kedua, kalian dilarang memberikan warna apapun pada disign yang anda buat. Meskipun kalian sudah membawa alat itu dari rumah kalian. Karena kami ingin hasi disign yang original."


"Tiga, perhatikan detail disign anda. Kami ingin disign anda benar-benar hidup meskipun didisign hanya menggunakan selembar kertas dan sebuah pensil."


"Setelah selesai anda dipersilahkan meninggalkan ruangan dengan tertib setelah menyerahkan hasil disign anda dimeja ini," ujar Vino sembari menunjuk meja yang ada disebelahnya.


"Baik untuk tema hari ini, kami ingin anda disini menggambar sebuah kalung berlian dengan tema "Kesungguhan Hati".

__ADS_1


Semua peserta saling berpandangan saat mendengar tema yang di utarakan oleh Vino.


"Terserah kalian ingin mendisign tema itu seperti apa sesuai imajinasi kalian. Kami hanya akan memilih sesuai dengan apa yang kami inginkan, dan sesuai dengan tema yang kami inginkan. Kalian tidak perlu bingung, yang penting lakukan saja sesuai apa yang ada dibayangan anda."


"Waktunya dimulai dari sekarang!" sambung Vino.


Semua peserta mulai mendisign sesuai apa yang ada difikiran mereka. Namun Sarlince masih terpaku dengan dua orang yang ada didepan yang sedang memperhatikan semua peserta. Sampai pada akhirnya pandangan Regent tertuju pada sosok gadis aneh yang sedang menatap kearahnya.


Regent tidak menggubris Sarlince. Jika dia bersuara, takutnya akan mengganggu peserta lain yang sedang berkonsentrasi mengerjakan disign.


"Vino ikut aku," bisik Regent.


Vino menyerahkan urusan kompetisi pada kedua serketaris yang duduk didepan meja. Vino mengikuti Regent, dan ternyata pria itu membawanya keruang pemantauan.


"Kamu lihat gadis ini," tunjuk Regent pada layar monitor.


"Tiap peserta sibuk mengerjakan disign tapi dia malah asyik mengetuk-ngetukan pensilnya diatas meja. Tadi juga dia tertangkap basah sedang menatap kearahku,"


"Mungkin dia salah satu fans beratmu." Jawab Vino sembari terkekeh.


"Kamu lihat penampilannya itu? dia mengingatkanku pada gadis aneh yang melawanku di restaurant waktu itu," ucap Regent.


"Sialan."


"Lihatlah, mereka terlihat serius mengerjakan disignnya," ucap Vino.


"Aku berharap ada peserta yang bisa memenuhi ekspektasi kita. Agar peluncuran tahun depan berjalan dengan sukses," ujar Regent.


"Lihat. Gadis aneh itu mulai menggambar dimenit ke 18. Kira-Kira apa ya yang akan dia disign?"


"Aku tidak percaya dengannya." Jawab Regent.


"Jangan terlalu dini menyimpulkan sesuatu. Siapa tahu gadis ini menyimpan sesuatu yang bisa memenuhi keinginan kita,"


"Untuk peserta yang lulus nanti, aku harap mereka mengirimkan semua identitas mereka. Aku ingin tahu semua tentang mereka terutama latar belakang mereka. Siapa tahu diantara mereka ada yang berasal dari lulusan terbaik luar negeri atau semacamnya," ucap Regeny.


"Baiklah."


"Ah...mataku sampai lelah memperhatikan layar monitornya. Aku ingin membuat kopi lebih dulu untuk kita berdua," ujar Regent.


"Suruh OB saja. Biarkan kita fokus untuk memeperhatikan gerak gerik para peserta," ucap Vino.

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Regent.


Vino membuat panggilan untuk OB pantry agar membuatkan Vino dan Regent dua gelas kopi. Entah kenapa mata Regent selalu tertuju pada gadis berdandanan aneh.


"Vino. Perbesar layar pada gadis aneh itu," ujar Regent.


"Ada apa?" tanya Vino.


Vino langsung memperbesar layar yang menunjukkan aktifitas Sarlince.


"Coba kamu lihat apa yang dia gambar itu!" ucap Regent.


Vino melihat Sarlince menggambarnya dengan santai, bahkan gadis itu masih sempat menyandarkan punggungnya dikursi. Sarlince menggambarnya sembari menerbitkan senyum, seolah apa yang dia lakukan bukan sama sekali beban baginya.


"Inilah yang dinamakan kesungguhan hati yang sebenarnya. Lihat, gadis itu bahkan membuat gambarnya masih sempat membingkai senyum dibibirnya. Dia tidak perduli akan hasil gambarnya, yang dia lakukan hanya berdasarkan kesungguhan hatinya mengikuti kompetisi ini,"


"Kamu benar Re, coba kamu lihat peserta yang lain. Nyaris wajah mereka diliputi ketegangan. Kerut didahi sampai banyak sekali lipatannya. Ya bukan berarti mereka tidak serius juga, tapi melihat gadis aneh itu aku jadi menyadari satu hal. Bahwa kompetisi itu tidak seram seperti yang orang-orang bayangkan," ucap Vino.


Sarlince memperhatikan jam ditangannya. Gadis itu merasa sudah terlalu lama berada ditempat itu hingga dia mulai merasa bosan dan mulai mengantuk.


"Eh? apa yang dilakukan gadis itu? apa dia sudah selesai mendisign?" tanya Vino.


"Ada apa?" tanya Regent.


Regent mengalihkan pandangannya dari monitor untuk memperhatikan peserta lain.


"Coba lihat, apa gadis itu menurutmu sedang tertidur?" tanya Vino.


"Ckk...gadis aneh tetap saja gadis aneh. Baru saja kita memujinya, ternyata dia lebih sembrono dari yang kita kira. Kesungguhan hati apanya? ini malah seperti menyepelekan kompetisi namanya," ucap Regent.


"Apa kita harus mendiskualifikasinya?" tanya Vino.


"Tidak perlu. Tidak ada dalam aturan bukan? aku malah penasaran apa dia bisa masuk atau tidak dalam babak penyisihan." Jawab Regent.


Regent memperbesar layar dimonitor untuk menyorot wajah lugu Sarlince yang sedang tertidur.


"Gadis ini, bisa-bisanya dia tertidur tidak tahu tempat. Dia tidur seolah itu rumahnya sendiri," batin Regent.


Regent mencetak foto Sarlince yang sedang tertidur. Dia ingin menjadikan foto itu sebagai contoh untuk kompetisi kedepannya nanti.


Tinggalkan Like, Koment dan Vote๐Ÿค—๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2