SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
58. Hasil Tes


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment san Vote🤗🙏


*****


"Ya Tuan."


"Buka pintu rumah. Sarlince sedang tidur dimobil saat ini,"


"Baik."


Umi segera bergegas turun dan membukakan pintu. Beruntung semua penghuni rumah sedang pergi dan kedua pelayan itu sudah tertidur.


Regent menggendong tubuh Sarlince, dan meletakkan wanita itu diatas ranjang secara perlahan.


Cup


Regent mencium kening Sarlince dan menutupi tubuh wanita itu dengan selimut. Umi yang melihat hal romantis itu hanya memalingkan wajahnya karena malu.


"Aku pergi,"


Umi hanya menganggukkan kepalanya dan menutup pintu kamar Sarlince. Sementara Regent kembali ke pesta untuk menjemput Lucia dan mengantar gadis itu pulang.


"Tuan. Bagaimana dengan ungkapan saya tadi? apa anda mau mempertimbangkannya?" tanya Lucia saat berada didalam mobil Regent.


"Maaf Lucia. Aku tidak ingin kamu salah faham padaku. Aku tidak mungkin membalas perasanmu, karena aku sudah memiliki calon istri."


"Ca-calon istri? kenapa aku tidak pernah mendengarnya dikantor?"


"Aku tidak suka hubungan pribadiku dikonsumsi oleh publik. Itulah sebabnya orang dikantor tidak ada yang tahu kalau saat ini aku sudah bertunangan dengan seseorang."


Lucia terdiam. Gadis itu berniat ingin mencari tahu siapa wanita yang sudah merebut pria yang menjadi sasaran targetnya.


*****


"Bagaimana dengan hasilnya? apa sudah keluar?"


"Sudah ketua." Jawab Marcus.


"Lalu?"


"Sesuai dugaan. Wanita itu memang target yang kita cari."


Pria bertopeng itu menyeringai dari balik topengnya.


"Buat perencanaan yang matang untuk menangkap wanita itu. Aku tidak ingin kali ini gagal lagi. Aku ingin dia secara utuh, laboratorium raksasaku sudah menantinya."


"Apa kali ini ketua tidak menginginkan gelombang otaknya lagi?"


"Lebih dari itu. Setelah pil keabadian berhasil disempurnakan dengan antigennya, aku ingin memakan pil itu bersamanya."


"Jadi?"

__ADS_1


"Ya. Saat aku dan dia meminum pil itu maka aku akan hidup abadi bersamanya. Aku akan membuka segel dirahimnya, dan dia akan melahirkan anak-anakku nanti."


Marcus menelan air ludahnya. Dia tahu betul apa yang akan terjadi saat kedua mahluk itu benar-benar bersatu. Sarlince yang merupakan titisan dewi kegelapan, apabila bersatu dengan titisan raja kegelapan, maka anak mereka akan menjadi raja iblis yang bisa menguasai seluruh dunia kegelapan dan mampu mengendalikan dunia tidak kasat mata.


"Semoga kehendak ketua tercapai," ujar Marcus.


Marcus melirik kearah kulit pria yang sudah jauh mengeriput. Setiap memulai kehidupan baru, pria itu memang ditakdirkan masuk kedalam manusia senja. Itulah sebabnya dia selalu menyamarkan wajahnya dengan topeng dan ingin segera meminum pil keabadian, agar kulitnya kembali muda, kencang, dan tampan.


*****


"Qiel. Papa perlu bicara denganmu," ujar Alex.


"Ada apa Pa?" tanya Qiel.


"Bagaimana perkembangan hubunganmu dengan Sarlince?"


"Yang pasti aku sudah berhasil menidurinya beberapa kali. Dia sangat mencintaiku."


"Bagus. Jangan buang-buang waktumu. Ajak dia dinner romantis dan buat dia mabuk. Lalu suruh dia menandatangani surat pengalihan perusahaan atas namamu. Setelah it terserah kamu mau bagaimana. Apa kamu masih mau dengan dia, atau kamu mau membuangnya."


"Oke Pa."


"Apa kamu tidak lagi bersama Celine? aku melihatnya pergi dengan pria lain dipusat perbelanjaan kemarin,"


"Ya. Tapi aku tidak menyangka dia secepat itu menemukan penggantiku."


"Kenapa? waktu itu kamu begitu getol ingin mempertahankan dia."


"Siapa juga yang mau menjadi simpanan seumur hidup."


"Biarlah, lagian aku juga sudah puas bermain dengannya selama tiga tahun ini. Aku tidak perduli dia mau dengan pria manapun."


"Bajingan tengik." Alex terkekeh.


Sementara itu Sarlince yang sedang bersantai diruang kerjanya, dengan iseng membuka email yang sudah lama tidak dia lihat. Mata Sarlince terbuka lebar saat dia melihat ada email masuk dari Megumi.


"Ah...akhirnya aku menemukanmu gumi." mata Sarlince berkaca-kaca.


Sarlince dengan gerakan lincahnya mengetik email untuk Megumi untuk mengajaknya pergi bertemu.


Ting


Sebuah email masuk mendarat diponsel Umi. Umi yang sedang menyusun berkas, menghentikan gerakan tangannya dan melihat isi email yang masuk. Hati Umi sungguh berdebar-debar, mendapat Email dari Sarlince sudah seperti mendapat surat cinta baginya. Merekapun memutuskan untuk bertemu setelah jam pulang kerja, disebuah kafe.


Pukul 16.15 di kafe Bintang.


Umi menunggu Sarlince dengan perasaan gelisah, berulang kali dia melirik kearah jam tangannya karena tidak sabar menanti kedatangan sahabatnya itu. Bahkan Umi tidak sempat berpamitan dengan Nona nya itu karena takut datang terlambat.


"Umi?" Sarlince yang tidak sengaja melihat keberadaan Umi datang mengahampiri gadis itu.


"Nona? anda disini? maaf aku tidak sempat berpamitan dengan anda, karena saya sudah membuat janji dengan seseorang."

__ADS_1


"Tidak masalah. Saya juga sedang ada urusam disini."


"Apa Nona sedang janjian dengan Tuan Regent?"


"Tidak. Aku janjian dengan teman lama."


"Kalau begitu kita sama-sama menunggu disini saja. Setelah mereka datang, kita baru pisah meja."


"Baiklah."


Sarlince dan Umi sama-sama sibuk mengecek email masing-masing. Tak ada satupun email yang masuk dari keduanya. Keduanya kemudian sama-sama mengetik email kembali dan sama-sama memberitahukan bahwa mereka sudah sampai di Kafe. Bahkan mereka sama-sama mengirim nomor ponsel masing-masing.


Ting


Ting


Ponsel Umi dan Sarlince sama-sama berdenting. Menandakan ada email yang baru masuk diponsel keduanya.


"Dia sudah sampai? dimana?" batin Umi dan Sarlince bersamaan.


Sarlince dan Umi sama-sama melihat tempat duduk sekitar, namun tidak ada yang cocok untuk mencerminkan wanita berkarakter selain wanita yang ada dihadapan mereka.


Namun saat mereka mencoba menelpon nomor ponsel yang mereka kirim masing-masing, dahi mereka sama-sama mengerut, karena nomor ponsel itu sudah terdaftar dikontak mereka masing-masing. Umi dan Sarlince saling berpandangan seketika. Mereka seolah tahu apa yang sedang difikirkan oleh mereka masing-masing.


"Kap-kapten Sarlince?"


"Me-megumi?" Sarlince dan Megumi sama-sama terbata.


Air mata mereka sama-sama tidak bisa dibendung lagi. Rasa sakit kehilangan dan perpisahan, kini terbayar sudah. Dua wanita cantik itu tidak tahan untuk tidak memeluk satu sama lain, isak tangis keduanya cukup menarik perhatian orang-orang disekitarnya.


"Seharusnya aku tahu itu kau. Tapi aku dengan bodohnya lambat menyadarinya. Seharusnya saat melihat reaksi darahmu yang tidak biasa, aku sudah bisa menebak kalau itu kamu kapten. Hanya kamu yang memiliki darah seunik itu. Hikz..."


"Maafkan aku yang terlalu lama juga menemukanmu gumi."


Sarlince dan Megumi sama-sama melerai pelukkan mereka.


"Seperti biasa, mari kita rayakan pertemuan baru ini. Kamu harus menceritakan banyak hal padaku seperti yang sudah-sudah."


"Rasanya aku tidak sanggup menceritakan semua kekejaman yang dilakukan sersan Edogawa pada kapten. Pria itu mungkin sudah dikutuk oleh Surga untuk menjadi ahli neraka yang abadi.


"Aku ingin tahu apa yang dia lakukan setelah aku mati,"


Megumi menatap sendu bola mata Sarlince. Begitu banyak penderitaan yang dilalui wanita itu, hingga dia sendiri tidak sanggup lagi untuk membeberkan semuanya.


"Untuk kali ini saja, maukah Kapten mendengarkan perkataanku? aku tidak pernah meminta apapun darimu ditiap kehidupan."


"Apa yang kamu inginkan?"


"Hidup bahagialah bersama Tuan Regent. Dia sangat mencintai anda. Jangan lagi mengulang kesalahan berkali-kali hingga harus mati dengan cara mengenaskan. Aku tidak mau melihatmu menderita lagi karena cinta. Aku yakin Regent orang yang tepat untuk membawamu keluar dari kutukan reinkarnasi ini."


Sarlince menatap kedalam mata Megumi. Dia tahu gadis didepannya ini orang yang paling tulus menyayanginya.

__ADS_1


Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


__ADS_2