
Tinggalkan Like, Koment, Favorite Dan Vote untuk Author ya teman-teman🤗🙏
*****
Sarlince menutup pintu taksi cukup keras hingga sang supir terperanjat.
"Jangan khawatirkan pintu mobilmu. Aku akan menggantinya kalau sampai rusak," ucap Sarlince dengan nada emosi.
Sementara Umi hanya diam saja berada disampingnya.
"Gadis ini temperamennya sangat buruk. Dia persis seperti seseorang yang kurindukan," batin Umi.
Sarlince melirik jas yang berada dipangkuan Umi dengan tatapan nyalang.
"Kamu memungut jas pria kurang ajar itu? untuk apa?" tanya Sarlince.
Sarlince membuka jendela mobil, bermaksud ingin melempar jas itu keluar sana. Namun sedikit terjadi aksi tarik menarik antara Sarlince dan Umi.
"Kenapa? kamu menginginkan jas itu? aku akan membelikanmu yang lebih bagus dari itu. Atau kamu berniat ingin mengembalikannya pada pria jahat itu?" tanya Sarlince.
"Maaf Nona. Saya tidak bermaksud lancang, tapi jas ini masih sangat bagus. Kita bisa menyumbangkannya pada orang yang lebih membutuhkannya." Jawab Umi.
Sarlince menghela nafas panjang. Gadis itu bersandar pada kursi duduknya dan kemudian memejamkan matanya. Umi yang tidak sengaja meraba kantong jas, menemukan sesuatu disana.
"Apa ini?" ucap Umi.
"Apa?" tanya Sarlince.
"Sepertinya sebuah flashdisk." Jawab umi.
Sarlince melihat ada sebuah flashdisk warna hitam ditangan Umi. Sarlince mengambil benda itu dengan seringai licik dibibirnya.
"Ini pasti benda penting punya pria itu. Rasakan, carilah sampai dapat. Aku akan melihat isinya, bila perlu akan ku usik dia habis-habisan," ujar Sarlince.
Sementara ditempat berbeda, Vino habis-habisan meledek Regent hingga wajah pria itu berubah masam.
"Apa itu tadi Re? kamu bilang sangat mencintai Mehru, tapi nyatanya gadis anehpun kamu sikat juga. Mending Violet kemana-mana Re," ujar Vino sembari menyeruput jus digelasnya.
"Diamlah! itu diluar dugaanku juga. Aku tidak tahu kenapa bisa melakukan hal itu padanya, gadis itu sangat berani sekali padaku. Padahal tidak ada orang yang berani melawanku selama ini," ucap Regent.
"Ha...sudahlah, tidak usah bahas itu lagi. Sini mana flasdisknya, sebentar lagi perwakilan dari HS Group pasti akan datang. Aku ingin membuka draf yang kamu tunjukkan tempo hari padaku," ujar Vino.
"Flasdish ya?"
Regent meraba-raba pakaiannya, dan baru menyadari kalau dirinya saat ini sedang tidak menggunakan jas lagi. Wajah Regent berubah jadi panik, pasalnya didalam Flashdisk itu tidak hanya berisi tentang data perusahaan, tapi ada 5 disign penting yang dia buat dengan susah payah.
"Ada apa?" tanya Vino.
__ADS_1
"Flashdisk nya ada di jas itu." Jawab Regent dengan wajah kaku.
"Ap-apa?" Vino terkejut.
"Ckkk...ini semua gara-gara gadis aneh itu. Bikin kacau saja, apa kamu tidak memiliki salinan draf untuk pembahasan proyek dengan HS Group?" tanya Regent.
"Sebentar aku cek dulu," ujar Vino.
"Tapi Re, bagaimana kalau flashdisk itu disalah gunakan oleh gadis itu. Aku malah berharap benda itu segera masuk kemesin cuci. Jadi semua akan aman," tanya Vino.
"Aku malah berharap dia mengembalikkan benda itu padaku. Isinya sangat berharga, disana ada disign Mehru yang kubuat berdasarkan dengan imajinasiku." Jawab Regent.
"Mana mungkin dia mau mengembalikkannya padamu. Aku malah bisa menebak, jasmu akan terbakar bersama dengan flashdiskmu itu," ucap Vino.
"Aku berharap gadis itu tidak mengerti tentang ilmu komputer dan mengotak atik data perusahaan yang ada disana," sambung Vino.
"Sepertinya tidak akan. Gadis itu terlihat sangat bodoh, sama dengan penampilannya." Jawab Regent.
Tok
Tok
Tok
Seseorang yang bernama faris datang mengetuk pintu. Vino membukakan pintu untuk tamunya itu. Pria yang berusia sekitar 35 tahunan itu membingkai senyum tanda penghormatan.
"Silahkan masuk. Tuan faris kan?" tanya Vino.
"Silahkan duduk. Tuan Faris, apa anda keberatan jika kami langsung melakukan diskusi dengan anda? pasalnya, kami ada keperluan lain setelah ini," tanya Vino.
"No problem Tuan Vino. lebih cepat lebih bagus bukan?" tanya Faris.
Vino segera melakukan persentasi dibantu dengan laptop miliknya. Sementara Regent dan Faris menyimak dengan seksama. Sesekali Faris mengangguk tanda mengerti atau tanda setuju.
"Jadi Tuan Faris? siapa yang akan menggantikan perusahaan HS Group setelah meninggalnya Tuan Hadinata?" tanya Regent.
Mereka berbincang sejenak, setelah usai sepakat dengan proyek yang akan mereka garap bersama.
"Saya dengar Putri tunggalnya yang akan menggantikan beliau." Jawab Faris.
"Maaf bukannya dia...."
"Ya. Saya juga tidak tahu mengapa, tapi yang saya dengar saat ini dia sedang rutin melakukan terapi,"
"Terapi?"
"Saya tidak tahu terapi macam apa. Tapi apapun itu semoga saja Nona mampu memimpin perusahaan dengan baik kedepannya. Karena kalau tidak, ada segelintir orang yang sedang mengincar semua aset perusahaan." Jawab Faris.
__ADS_1
"Kasihan juga gadis itu. Hidupnya pasti tidak mudah," ujar Regent.
"Ya. Karena kekurangannya itu semua orang yang serakah berniat ingin menyingkirkannya. Termasuk suami dan ibu tirinya sendiri." Jawab Faris.
"Suami? dia sudah bersuami?" tanya Regent.
"Kok bisa?" timpal Vino heran.
"Tentu saja itu pernikahan hasil konspirasi. Itulah untuk sekarang saya sangat berusaha menjaga ke stabilan perusahaan, ini saya lakukan demi membalas jasa Tuan Hadinata. Tapi saya sangat takut, suatu saat perusahaan ini jatuh pada mereka." Jawab Faris.
"Aih...kebidupan ini memang sangat keras. Semoga gadis itu bisa melalui semua badai ini," ujar Regent.
"Maaf. Saya jadi curhat tentang majikan saya, kalau begitu saya undur diri duku Tuan Regen, Tuan Vino," ucap faris.
"Oke. Sampai jumpa lagi Tuan Faris, senang bisa bekerjasama degan HS Group," ujar Regent.
"Sama-Sama Tuan Regent. Kami juga senang bisa bekerjasama dengan anda." Jawab Faris.
Regent,Vino dan Faris akhirnya berpisah dengan tujuannya masing-masing.
*****
"Emmm sudah kuduga, benda ini menyimpan semua data penting perusahaannya. Bagaimana kalau aku membuat sedikit kekacauan diperusahaan itu? mereka pasti akan kelabakkan. Tapi nanti dulu, aku mau lihat-lihat semuanya dulu," ujar Sarlince lirih.
Tak
Tak
Tra
Tak
Tak
Jari-Jari Sarlince begitu lincah bergerak diatas laptopnya. Gadis itu membuka satu persatu file yang tersimpan dalam flashdisk itu. Sampai akhirnya Sarlince menemukan sebuah file yang berjudul "Secret". Sarlince membuka file itu yang berisi draf 5 disign yang sangat halus pembuatannya.
Sarlince mengamati 5 disign itu dengan seksama, mulai dari wajah, pakaian, semua dibentuk dengan detail dan hampir menyerupai bentuk aslinya. Disign itu terasa begitu nyata, mewakili nilai kecantikkan seorang wanita.
"Apa gadis ini kekasih pria itu? atau istrinya? tapi kenapa wajahnya berbeda-beda?" ucap Sarlince lirih.
"Apa dia seorang disigner yang memendam bakatnya? soalnya baju-baju yang wanita ini kenakan sangat menonjol tiap aksennya. Atau jangan-jangan dia ingin menjadi seorang kartunis?"
Berbagai macam pertanyaan muncul dibenak Sarlince.
"Ckk...terserah saja itu bukan urusanku," ujar Sarlince.
Gadis itu jadi mengurungkan niatnya untuk meretas sistem diperusahaan Regent. Entah mengapa moodnya tiba-tiba berubah. Dia segera menutup laptop itu dan kembali kekamarnya. Meskipun Sarlince sudah menikah, tapi dia jarang berkomunikasi atau tinggal sekamar dengan Qiel. sebisa mungkin Sarlince menghindar, agar tidak selalu berdekatan dengan pria mesum itu.
__ADS_1
Sementara Umi dengan telaten membersihkan jas milik Regent. Entah mengapa gadis itu mempunyai insting lain yang akan berlanjut tentang jas itu. Baginya tidak ada sesuatu yang kebetulan didunia ini. Bisa jadi ini merupakan pertanda kalau dia akan bertemu dengan sahabatnya. Setidaknya itulah yang dia yakini saat ini.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏