SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
119. Selamat Tinggal


__ADS_3

Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏


*****


Drappp


Drappp


Drappp


Laju kuda yang dikendarai Mawe, secepat laju air mata Kheiren. Wanita itu terisak dengan rasa takut yang luar biasa.


"Hey, apa kau menangis?" Mawe memperlambat laju kudanya.


Kheiren segera berbalik dan memeluk suaminya itu.


"Hikz...aku sangat takut saat ini, aku sangat kasihan pada Mehru, dia baru saja menikah tapi nasib buruk sudah menghantuinya. Lelaki itu aku aku cencang habis kalau sampai membuat Mehruku tersakiti lagi."


"Lagi?"


"Tidak ada waktu menjelaskannya, kita harus segera menemukan mereka saat ini,"


Kheiren kembali menghadap depan, dan Mawe segera memacu kudanya dengan cepat. Sementara itu ditempat berbeda, Mehru kini sedang berbincang dengan Seo didekat tepi jurang. Mehru ingin menguji kadar cinta Seo sekali lagi, untuk memastikan pria itu memiliki perasaan khusus padanya.


"Mesa keluarlah, aku tahu kamu ada disana!"


Mehru yang sudah mengetahui keberadaan Mesa, segera memanggil wanita itu untuk keluar. Mesa mendekat perlahan tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Sekarang hanya ada kita bertiga disini, kalian tidak perlu berpura-pura lagi karena aku sudah mengetahui hubungan terlarang kalian dibelakangku."


Seo dan Mesa tertegun saat mendengar penuturan dari Mehru.


"Apa maksudmu?" tanya Seo yang masih bertahan dengan karakter baiknya.


"Seo. Kemarin aku melihat dengan mata kepalaku sendiri saat kamu dan Mesa bercinta di gudang itu. Ini bukan kata Galeo, Mawe ataupun Kheiren. Ini mataku sendiri yang melihatnya, kamu tidak perlu lagi menyangkalnya."


"Bukankah tujuanmu menikahiku hanya menginginkan kitab ini?"


Mehru menunjukkan sebuah kitab dengan sampul berwarna coklat.


"Ambilah, aku tidak membutuhkan kitab ini. Karena rasa cintaku padamu lebih besar dari ambisiku untuk menguasai negeri ini."


Mehru menyodorkan kitab coklat itu pada Seo, dan pria itu dengan tidak tahu malunya meraih kitab itu dan menyimpannya dibalik kainnya.


"Sekarang kitab itu sudah berada ditanganmu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya dengan hubungan kita?"

__ADS_1


"Tentu saja kamu sudah tidak berguna lagi baginya? Seo hanya mencintaiku, dia tidak pernah mencintaimu. Bahkan kami sering menghabiskan malam bersama jauh sebelum kamu menjadi kekasihnya."


Mehru melihat kearah Seo dengan tatapan kecewa. Sudah jelas baginya selama ini dia hanya ditipu oleh pria yang wajahnya seperti malaikat penolong itu.


"Apakah itu benar Seo? apa selama ini tidak ada rasa cinta sedikitpun untukku?"


"Sayangnya iya. Maaf Mehru, aku harus merampas segala hal yang kau miliki. Mulai dari kepercayaanmu, keperawananmu, juga kitab berhargamu ini." Jawab Seo dengan senyum seringai.


Mata Mehru berkaca-kaca seketika, dan sedetik kemudian air mata itu terjun bebas membasahi pipinya.


"Salahkan kamu sendiri kenapa kamu itu bodoh dalam hal percintaan, itu sangat tidak seimbang dengan kepintaranmu dalam menimba ilmu. Mehru, jangan pernah menyalahkan orang lain dengan apa yang terjadi. Tapi salahkan sendiri kenapa nasibmu begitu buruk," timpal Mesa.


"Mesa, terima kasih sudah mewakili apa yang ingin kukatakan padanya. Sejujurnya aku sudah muak dengannya,"


Mesa Kemudian merangkulkan kedua tangannya dileher kekar Seo, dan merekapun berciuman tepat didepan mata Mehru.


"Dasar kalian para binatang tidak tahu malu,"


Mehru yang kesabarannya sudah terkikis habis, bermaksud ingin menyerang Seo dan Mesa. Seo yang menyadari pergerakkan Mehru tiba-tiba membuat sebuah tendangan keras di dada Mehru, hingga rasa sakit didada wanita itu membuat Mehru susah bernafas.


Mehru berpegangan erat pada akar pohon, karena saat ini tubuhnya sudah menggantung ditepi jurang.


Mesa perlahan mendekati Mehru dan menyeringai lebar.


"Kasihan sekali kamu harus berakhir seperti ini Mehru, tapi mau bagaimana lagi apa yang kamu miliki sudah seharusnya menjadi milikku."


"Seo lelaki binatang sepertimu tidak akan pernah aku biarkan kamu mencapai semua tujuanmu itu," hardik Mehru.


Mesa yang marah karena mendengar caci maki Mehru, langsung menginjak salah satu tangan Mehru yang sedang berpegang erat. Tidak hanya itu Seo dengan kejamnya melakukan hal yang sama pada tangan Mehru yang lainnya.


"Akhhhhhhh..." suara jeritan Mehru memecah kesunyian hutan.


Namun dengan sisa tenaganya, Mehru masih bertahan sekuat dan semampu yang dia bisa.


"Terkutuklah kalian para binatang, sampai mati aku tidak akan pernah memaafkan kalian,"


Mesa yang sudah ancang-ancang menaikkan kakinya dan bermaksud ingin menginjak tangan Mehru, aksinya harus terhenti saat sebuah panah tajam mengenai punggungnya.


Whuusssshh


Tap


"Akkkkhhhh..."


Mesa sejenak berbalik dan melihat Kheiren dengan tangan bergetar dan mata merah berair menahan amarah, sedang menarik panah kembali dan meluncurkan panah itu dengan bebas.

__ADS_1


Whussssshhh


Tap


Panah kedua tepat mengenai dada Mesa, hingga gadis itu menyemburkan banyak darah dari mulutnya.


"Kalian pasangan biadab, kalian harus mati secara mengenaskan," hardik Kheiren.


"Se-Seo tolong aku," ucap Mesa.


Seo mendekati Mesa perlahan dan membisikkan sesuatu ditelinga Mesa, namun masih bisa Mehru dengar.


"Kamu dan Mehru tak ada bedanya, kamu tidak lagi berguna untukku, karena kalian sudah membuatku puas dan bosan. Jadi sebaiknya kamu mati saja,"


Seo mendorong Mesa dari tebing, suara jerit gadis itu begitu nyaring hingga tak terdengar lagi saat sudah berada didasar sana.


Melihat kejadian itu Mehru tertawa cukup keras, kini dia benar-benar tahu seperti apa orang yang dia cintai itu. Biar diberikan wanita sebanyak apapun, lelaki itu tidak akan pernah puas.


Galeo dengan gerak cepat mendekati Mehru untuk menolong wanita yang dicintainya itu.


"Mehru. Pegang tanganku!"


"Galeo. Maafkan aku sudah mengabaikan perasaanmu, kini aku tahu rasanya rasa sakit yang kamu alami selama ini. Maafkan aku yang tidak pernah membalas perasaanmu selama ini, Gale maukah kau menciumku untuk terakhir kalinya?"


"Apa yang kau katakan, aku akan menolongmu dan kita bisa berciuman sepuasnya setelah kau selamat," Gale mulai menarik tangan Mehru sekuat tenaga.


Buggghhh


Seo menendang Galeo hingga pria itu terjungkal kebelakang.


"Aku tidak akan membiarkan kalian bersatu semudah itu," ujar Seo.


Tangan Mehru hanya meninggalkan satu diakar pohon, wanita itu sudah tidak mampu lagi bertahan.


"Dan aku tidak akan membiarkan tujuanmu tercapai, Seo coba lihat ini,"


Mehru mengeluarkan sebuah kitab coklat sama persis seperti yang dia berikan pada Seo sebelumnya. Dengan susah payah Mehru menyalin kitab itu dengan kata-kata yang menyesatkan. Mehru membuat kitab itu seolah sama persis dengan aslinya.


"Katakan selamat tinggal pada kitabmu,"


"Tidaaaaakkkkk," teriak Seo.


Mehru melepaskan tangannya sembari memeluk erat kitab itu dengan memasang seringai puas melihat keputus asaan diwajah Seo.


"Mehruuuuu..."

__ADS_1


Teriak Galeo, Galeo yang marah menyerang Seo dengan membabi buta. Melihat perkelahian sengit itu, Kheiren dan Mawe ikut membantu. Namun naas Galeo dan Seo harus terjatuh kejurang secara bersamaan. Kheiren dan Mawe berteriak histeris karena meratapi sahabat mereka masing-masing


__ADS_2