
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏
*****
"Qiel Papa juga harus ke kantor sekarang," ucap Alex panik.
"Ada apa Pa? jadi bagaimana solusinya ini?" tanya Qiel dengan wajah sama panik.
"Kamu tangani dulu sendiri, saat ini sistem Papa di kantor juga sedang diretas seseorang."
"Shittt...siapa sebenarnya orang ini? ada masalah apa sebenarnya? kenapa dia ingin menargetkan keluarga kita?"
"Sekarang bukan waktunya mempertanyakan itu, Papa ke kantor dulu, nanti Papa hubungi lagi kalau sudah berhasil menemukan solusinya."
"Oke."
Alex bergegas kembali ke perusahaan milikknya. Sementara itu Qiel kembali melihat orang-orangnya yang sedang bekerja keras untuk mengembalikan semua data yang hilang dan juga memusnakan virus yang tertanam diperangkat lunak mereka.
"Sayang. Aku butuh bantuanmu," ucap Alex dari seberang telpon.
"Ada apa?" tanya Sarah.
"Ada yang kembali mengacaukan sistem diperusahaanku. Apa kau mengenal seseorang peretas handal?"
"Baiklah, akan kuhubungi setelah mendapatkannya."
"Cepatlah. Aku tidak mau semuanya hancur dalam semalam."
"Tenanglah jangan panik!"
"Oke. Aku tunggu kabar baikmu,"
Sarah segera mengakhiri panggilan itu dan segera menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.
"Berapa orang yang kamu butuhkan?"
"Dua orang. Karena ada dua perusahaan yang diserang secara bersamaan."
"Tapi bayarannya tidak murah,"
"Uang tidak jadi masalah. Yang penting pekerjaannya bagus."
"Baiklah. Aku akan kirim orang-orang terbaikku,"
"Oke. Aku akan kirim alamat kantornya sekarang juga, kami tunggu secepatnya."
Sarlince yang tengah terlelap tidur, terjaga karena ada peringatan diponselnya. Peringatan yang tidak terlalu berarti bagi Sarlince.
Sarlince melirik jam diponselnya, dan waktu sudah menunjukkan pukul 2 malam.
"Jadi kalian belum tertidur sampai jam segini? ckk...kasihan..."
Sarrlince membuka kembali laptopnya dan mendapatkan peringatan yang sama.
"Sepertinya kalian memiliki orang-orang yang lumayan dibidang meretas. Berusahalah dengan keras, saat aku menyerang terakhir kalinya maka kupastikan komputer kalian akan mengeluarkan asap."
Sarlince mengamati pergerakkan lawannya dari perangkat lunak yang dia ciptakan secara khusus, untuk membuat lawan-lawannya mati kutu.
"Ckk...lama sekali pergerakkan kalian, aku sengaja ingin menemani kalian bermain, tapi kalau seperti ini mataku bisa jatuh tertidur lagi. Membosankan!"
"Baiklah. Sepertinya aku akan sedikit menambah tekanan, agar beban kerja kalian meningkat, dan juga mata kalian sedikit terbuka lebar.
__ADS_1
Tak
Tak
Tak
Tra tak tak tak tak tak
Jari jemari Sarlince kembali bergerak lincah diatas tombol-tombol hitam, yang membuat reaksi orang-orang di perusahaan itu jadi bertambah kalang kabut untuk menangkal serangan itu.
Mata kedua orang peretas suruhan Sarah melotot sempurna ketika serangan yang datang lebih ganas dari sebelumnya, baru kali ini mereka mendapatkan lawan yang dibilang bukan tandingan mereka. Padahal mereka merupakan pemenang dikejuaraan peretas internasional 5 tahun berturut-turut.
"Sebenarnya siapa orang ini? kenapa alamat IP nya sama sekali tidak bisa dilacak. Terus kenapa dia begitu hebat, apa dia ini masih tergolong manusia normal? kenapa cepat sekali gerakkannya," batin salah seorang peretas suruhan Sarah.
Tidak jauh berbeda dengan kantor Qiel, di kantor Alex pun sama. Sistem mereka diserang dengan begitu ganasnya sehingga membuat semua peretas kewalahan, termasuk peretas suruhan Sarah.
Rona panik terlihat sekali diwajah mereka. Sarlince yang merasakan lelah akibat pertempurannya dengan Regent, ingin segera mengakhiri permainan yang menurutnya membosankan itu.
"Maaf para juniorku. Kalian tidak akan pernah menang melawan seniormu yang pernah hidup di 2000 tahun akan datang. Orang yang sudah dinobatkan sebagai peretas nomor satu di dunia. Andai saja aku tidak lelah hari ini, aku pasti meladeni kalian bermain. Tapi aku benar-benar mengantuk, jadi sebaiknya kita akhiri saja permainan ini ya? maaf banget loh ya..."
Tra tak tak tak
Tra tak tak tak
BOOM
BOOM
"Ada apa ini? kenapa listriknya mati?" tahya Qiel panik.
"Kami akan memeriksanya pak," jawab salah seorang yang bertanggung jawab dalam seksi perlengkapan rumah tangga.
Tidak jauh berbeda dengan perusahaan Qiel, di kantor Alex pun terjadi kepanikkan yang sama. Listrik tiba-tiba padam. Padahal aliran listrik di daerah kantornya semua sedang menyala.
"Iya. Apa di kantormu juga sama?"
"Iya. Padahal disekitar wilayah kantor semua listrik menyala."
"Sebenarnya siapa orang yang sedang mengacaukan perusahaan kita ini? punya dendam apa dengan perusahaan kita? orang ini sangat hebat sekali."
"Papa benar, bahkan orang suruhan tante Sarahpun tidak bisa mengatasinya. Padahal dia peretas yang memenangkan kejuaraan internasional 5 tahun berturut-turut."
"Kalau begini caranya perusahaan kita akan hancur El,"
"Tidak akan kubiarkan jerih payahku hancur begitu saja Pa."
Jeglekkkk
Tiba-Tiba listrik menyala kembali. Namun diluar dugaan mereka, saat kembali menekan tombol enter, virus asing yang mematikan sudah Sarlince tanam di tiap komputer yang menyala.
BOOM
Komputer-Komputer terbaru itu tampak mengeluarkan asap hitam, hingga membuat penggunanya terjatuh dari kursi mereka. Qiel dan Alex ditempat berbeda, menimbulkan reaksi yang sama. Mata mereka dipaksa terbuka lebar dan terduduk lemas dilantai.
"Ini benar-benar gila! apa kalian ingin memakai jasaku, karena ingin melenyapkan nyawaku? aku masih ingin berkarier, persetan dengan uang yang kalian janjikan."
Peretas yang merupakan orang suruhan Sarah pergi begitu saja meninggalkan kantor itu, meskipun Qiel ataupun Alex memohon bantuan dengan memelas.
"Satu saran terakhirku, sebaiknya kalian memanggil paranormal saja. Mungkin lawan kalian bukan manusia biasa, sebab baru kali ini aku mengalami hal seperti ini dalam dunia meretas."
Peretas itu kemudian berbalik badan dan pergi begitu saja.
__ADS_1
"Apa yang dia bicarakan? apa ada didunia ini peretas dari kalangan hantu? omong kosong!" hardik Qiel sembari membanting barang-barang didekatnya.
Grokkkk
Grokkkk
Grokkkk
Sarlince seolah tanpa dosa tidur mendengkur, setelah semua data perusahaan Qiel dan Alex ia bocorkan diseluruh kalangan pengusaha baik dalam maupun luar negeri.
Wanita itu tertidur sembari tersenyum indah dalam tidurnya.
*****
Kringgg
Kringgg
Kringggg
Suara ponsel Sarlince membangunkan wanita itu yang tengah tertidur lelap. Mata Sarlince berubah segar, saat melihat nama Regent dilayar ponselnya.
"Emmm,"
"Morning baby. Baru bangun ya? apa nggak ngantor hari ini?"
"Jam berapa sekarang?"
"Jam 8."
"Jam 8? emm...badanku sakit semua, ini semua karena ulahmu."
Regent terkekeh mendengar suara rengekan Sarlince yang begitu sexy.
"Seharusnya kamu cepat-cepat bangun. Kamu harus menyaksikan hasil perbuatanmu hari ini."
"Hasil perbuatan? perbuatan apa?"
"Lihatlah berita di tv dan media online, semuanya tentang perusahaan suamimu dan mertuamu itu."
"Oh itu. Biarkan saja, pura-pura tidak tahu saja."
"Bersiaplah, mereka pasti berusaha membujukmu untuk mengambil alih perusahaanmu itu."
"Mereka tidak akan bisa menekanku. Aku akan membuat mereka tinggal dijalanan. Aku akan pergi ke pengadilan hari ini."
"Ke pengadilan? buat apa?"
"Bukankah kamu ingin aku segera bercerai dengan dia?"
"Be-Benarkah? aku akan menemanimu kalau begitu."
"Tidak perlu, aku tidak mau ada paparazi yang melihat kebersamaan kita. Terlebih situasi perusahaan Qiel lagi sedang begitu. Aku mau berjalan dengan normal."
"Baiklah. Hubungi aku jika kamu membutuhkan bantuan."
"Oke."
"Love you,"
"Love you more."
__ADS_1
Sarlince dan Regent mengakhiri percakapan itu. Sarlince kemudian melihat berita online dan menyunggingkan senyum misteriusnya.
Tinggalkan Like, Koment dan Vote🤗🙏