SARLINCE ( CINTA Sepihak )

SARLINCE ( CINTA Sepihak )
163. Membujuk


__ADS_3

"Informasi apa yang kamu dapatkan dari istri palsumu itu?" tanya Regent.


"Saat ini aku sedang membujuknya, agar dia memberitahu tentang keberadaan Sarlince. Lucia sangat licik. Apa kamu tahu? dihari kami menikah, ternyata dia sudah merekam moment itu. Bahkan dia juga merekam saat kami berhubungan intim. Tapi celakanya dia malah mengirimkan semua video itu pada Sarlince." Jawab Akira.


"Ap-Apa?" Regent, Megumi, dan Vano terjejut


"Astaga. Kenapa kita bisa melewatkan hal ini. Tentu saja Lucia akan merekam videonya dan mengirimnya untuk memprovokasi Sarlince. Entah apa yang akan dia pikirkan tentangku nantinya," ujar Regent.


"Ngomong-Ngomong bagaimana malam pertamamu dengan istri palsumu itu?" tanya Martin dengan alis dan mulutnya.


"Tidak usah ditanya lagi. Dia pasti tidak akan membiarkan gadis itu istirahat barang semenit. Terlebih dia mendapatkan seorang perawan," timpal Chio.


"Iya benar juga. Entah perbuatan baik apa dimasa lalu yang dia lakukan, sehingga dia dapat keberuntungan seperti itu," ujar Martin.


"Seingatku tidak ada. Saat bergabung di tempat Hideo, kerja kita ke rumah bordil 5 kali sepekan." Jawab Akira sembari terkekeh.


"Dasar mesum!" ucap Martin.


Regent tampak mengurut dahinya, dia sangat khawatir Sarlince salah paham padanya.


"Kamu tenang aja Re. Aku yakin Sarlince wanita yang cerdas, dia pasti berpikir keras. Perjuangann cinta kalian itu tidak sebentar. Kalian menunggu 7 kehidupan, baru bisa bersatu. Kalian pasti memiliki ikatan batin yang tidak semua orang miliki," ujar Megumi.


"Benar Re. Sarlince pasti mencari petunjuk, dan tidak mempercayai begitu saja tentang video itu," timpal Vino


"Apalagi yang Lucia katakan padamu?" tanya Regent.


"Sesuai intruksimu, Lucia ingin mengambil alih semua aset Sarlince dengan memaksa Sarlince tanda tangan beberapa berkas. Aku katakan padanya ingin melakukan barter. Aku berpura-pura menginginkan Lucia, agar mereka melepaskan Lucia sepenuhnya dan tidak mengganggu kehidupan kami,"


"Aku ingin meyakinkan Lucia, agar dia percaya padaku, dan mau memberitahu keberadaan Sarlince," sambung Akira.


"Bagus. Kamu terus bujuk dia, aku ingin secepatnya kita menemukan keberadaan Sarlince. Entah kenapa aku merasa sangat gelisah," ujar Regent.


"Kamu tenang saja Re. Aku akan berusaha sekuat tenaga, untuk membujuk Lucia," ujar Akira.


Sementar itu di tempat berbeda, Sarlince yang sudah mengamati kedatangan orang-orang itu, dia bergegas melepas ayunan tali, dan melemparkannya, diantara 5 batang benda yang berbentuk bulat panjang dan dilapisi oleh kristal.


Tidak ingin membuang banyak waktu, Sarlince segera memanjat tali itu, hingga sampai menyentuh benda bulat panjang yang sangat membuatnya penasaran itu.

__ADS_1


Sarlince bisa melihat, di atas benda itu memang ada beberapa lubang yang menghadap keatas. Sehingga Sarlince memang tidak bisa melihatnya baik dari bawah, maupun dari samping. Setelah tahu kebenarannya, Sarlince bergegas turun dan mengembalikan Ayunan ketempat semula.


"Sesuai dugaanku, benda itu ternyata terbuat dari pipa besi yang sengaja dilubangi. Kini aku mengerti, darimana tempat ini mendapatkan oksigen, padahal jelas-jelas tertutup rapat. Mereka menjadikan pipa besi itu sebagai media masuknya oksigen. Jadi besi ini pasti berujung diatas tanah, untuk mengambil pasokkan oksigen," gumam Sarlince.


"Mereka pasti membutuhkan waktu yang lama membangun tempat seluar biasa ini. Sangat disayangkan kalau tempat ini dihancurkan begitu saja,"


"Aku yakin tidak lama lagi Regent akan kesini. Menurut perhitunganku, yang kesini nanti Regent yang asli. Aku harus bisa membaca apa rencana mereka, agar aku tidak terjebak dalam salah paham yang tidak penting lagi. Sekarang aku tidak boleh memikirkan egoku. Aku harus lebih memikirkan keselamatan anakku."


"Saat ini yang harus aku pikrkan adalah, bagaimana caraku. Agar bisa menyampaikan kabar ini tanpa dicurigai oleh mereka," gumam Sarlince.


Sama seperti Sarlince, Megumi dan yang lain tengah mengatur siasat.


"Kalau Lucia setuju, maka yang datang harus benar-benar kamu Re," ujar Megumi.


"Tentu saja. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk bertemu Sarlince. Asalkan dia baik-baik saja, aku sudah sangat senang," ujar Regent.


"Aku yakin jalanmu kesana tidak akan mudah. Aku akan membuat ponsel berukuran micro, agar bisa digunakan untuk melacak tempat itu. Aku yakin kamu pasti tidak akan diperbolehkan. membawa ponsel atau alat elektronik lainnya," ujar Megumi.


"Makasih. Kamu sangat bekerja keras. Sarlince sangat beruntung punya sahabat secerdas kamu," ucap Regent.


"Bukan aku yang cerdas, tapi Sarlince. Semua ilmuku berasal darinya." Jawab Megumi.


"Oke. Aku pulang dulu ya," ujar Akira.


Akira kemudian kembali ke apartement. Disana Lucia tengah menantinya dengan membuat surprise.


"Sayang. Kamu sudah pulang?" tanya Lucia.


"Iya. Aduh capek banget," ujar Akira sembari menjatuhkan diri di sofa.


"Langsung makan yuk? aku sudah masak makanan spesial buat kamu," ujar Lucia.


"Wah...kebetulan banget. Aku sudah sangat lapar. Makasih ya sayang, kamu tuh memang beda dengan Sarlince. Kalau bersama dia, aku sering makan masakkan pembantu," ucap Akira.


"Berarti kamu nggak nyesel dong nikah sama aku?" tanya Lucia.


"Tentu saja nggak." Jawab Akira.

__ADS_1


Akira mengambil tempat duduk, dan mulai menikmati makanan yang disajikan oleh Lucia.


"Oh ya. Aku punya kabar gembira buat kamu," ujar Lucia.


"Kabar gembira apa? kamu hamil?" tanya Akira.


"Kok langsung nanya kesitu?" tanya Lucia.


"Ya cuma itu yang buat aku bahagia, apalagi? aku sudah pengen punya anak sama kamu," ucapan Akira membuat Lucia berbunga-bunga.


"Tapi bukan itu sayang. Lagian kita baru menikah beberapa hari. Masa iya aku langsung hamil?" ujar Lucia.


"Jadi kabar apa?" tanya Akira.


"Asmodeus setuju untuk melakukan pertukaran itu. Dia juga ingin melihat secara langsung saat kamu mengatakan sama dia, bahwa kamu tidak ingin berhubungan lagi dengan Sarlince." Jawab Lucia.


"Oh..." Akira berpura-pura cuek, meski dalam hatinya dia sangat gembira.


"Kok gitu responya?" tanya Lucia.


"Kan aku sudah bilang, kalau aku nggak perduli lagi tentang Sarlince. Aku pengen kesana cuma mau dapat tanda tangan dia, dan melakukan pertukaran demi kamu. Tapi sayang, aku nggak janji ya soal tanda tangan itu akan berhasil atau tidak," ujar Akira.


"Kenapa?" tanya Lucia.


"Sarlince pasti tidak akan mudah dibujuk, apalagi saat dia tahu aku sudah menikahi kamu. Dia pasti marah dan tidak terima. Tapi ya sudahlah! setelah aku pikir-pikir, aku nggak perduli tentang hartanya itu. Yang aku perdulikan, bagaimana caranya kamu cepat hamil." Jawaban Akira lagi-lagi membuat Lucia berbunga-bunga.


"Jadi kapan kamu siap menemui Asmodeus?" tanya Lucia.


"Dua hari lagi deh. Soalnya aku ada proyek besar. Makanya dua hari nanti aku akan banyak lembur, soalnya keuntungan proyek ini ratusan milyar." Jawab Akira.


"Sayang aku pintar banget sih. Ya sudah nanti kasih tahu aku kalau kamu sudah punya waktu. Tapi sayang, Asmodeus ingin saat kesana mata kamu harus di tutup," ujar Lucia.


"Kenapa?" tanya Akira.


"Karena tempat ini sangat rahasia." Jawab Lucia.


"Tidak masalah. Aku tidak perduli juga," ujar Akira.

__ADS_1


"Sepertinya aku sudah berhasil membuatnya jatuh cinta padaku. Dia yang awalnya ingin cepat-cepat bertemu Sarlince, sekarang malah seperti enggan bertemu," batin Lucia.


Lucia senyum-senyum sendiri karena dibuai angan-angannya sendiri.


__ADS_2